Tips Agar Disukai Orang Banyak

Dalam bisnis asuransi, menjadi seseorang yang disukai orang lain sepertinya sudah menjadi keharusan. Karena pada dasarnya bisnis ini adalah bisnis networking, dan kita sebagai pelaku bisnis mau nggak mau dituntut untuk dapat berkomunikasi dengan asik dan menjadi sosok yang menyenangkan dimata prospek kita.

Namun kebanyakan orang yang menjalankan bisnis ini tidak tahu pentingnya menjadi sosok yang menyenangkan, dan juga tidak tahu bagaimana cara untuk menjadi sosok tersebut. Apalagi setelah Anda berhasil membangun jaringan, maka Anda harus menjadi seorang leader yang kemudian memimpin jaringan Anda sendiri.

Jadi mau nggak mau Anda harus belajar menjadi seorang pemimpin yang baik dan yang disukai oleh seluruh anggota Anda. Kali ini saya akan membagikan beberapa hal yang wajib Anda hindari untuk menjadi seseorang yang menyenangkan atau disukai orang lain.

1. Jangan Banyak Bicara

Saya juga merasa selama ini yang saya pahami sudah salah. Yang saya tahu, jika saya ingin menjadi sosok yang menyenangkan, maka saya harus banyak bicara. Faktanya hal tersebut nggak sepenuhnya benar. Apa yang membedakan orang yang “ramah” dan orang yang “disukai”?

Orang yang ramah adalah orang yang selalu menegur sapa, dan enak diajak bicara, karena mereka cenderung suka ngobrol. Sedangkan orang yang “disukai” adalah orang yang mengerti orang lain.

Mereka cenderung lebih suka mendengarkan cerita orang lain, karena pada dasarnya kita sebagai manusia itu suka perhatian. Dan dengan lebih didengarkan, maka kita akan cenderung merasakan perhatian lebih.

2. Jangan Suka Mengeluh atau Menyalahkan Orang Lain

Apakah Anda termasuk orang yang suka mengeluh atau menyalahkan orang lain? Mungkin di tempat kerja Anda, ketika project Anda tidak meet the deadline, maka Anda kemudian menyalahkan project managernya? Atau Anda menyalahkan staff lain yang mengerjakan project tersebut?

Atau mungkin di team Anda, ketika seorang downline tidak mencapai target, apakah Anda akan menyalahkan upline-nya? Atau mungkin Anda cenderung menyalahkan diri sendiri ketika sesuatu yang buruk terjadi?

Kita sebagai manusia seringkali melakukan hal ini. Saya juga jujur terus belajar untuk tidak menyalahkan kondisi dan situasi, namun terus berusaha menghadapi kondisi apapun sekuat tenaga. Semakin Anda bisa bertanggung jawab di dalam keadaan apapun, semakin Anda bisa belajar banyak hal dan juga semakin kuat dari sebelumnya.

Jadi daripada menyalahkan orang ataupun kondisi sekitar, berjuanglah dalam situasi dan keadaan seperti apapun. Dengan begitu Anda akan menjadi orang yang lebih disukai oleh orang-orang di sekeliling Anda.

3. Jangan Terus Menerus Berusaha Memberi Kesan Yang Baik Kepada Orang Lain

Mungkin Anda punya rumah yang megah, atau punya mobil mahal, atau Anda punya pakaian yang bermerk. Orang lain akan suka dengan apa yang Anda punya. Orang lain akan suka dengan penampilanmu. Tapi dalam relationship bukan hal-hal seperti itu yang dicari. Bila Anda memiliki teman-teman atau kerabat yang hanya tertarik dengan hal-hal diatas, maka mereka bukanlah teman-teman sejati.

Teman sejati akan menerima Anda apa adanya. Jadi daripada terus menerus berusaha memberikan kesan atau impresi baik kepada orang lain, mending mulai sekarang jadi dirimu sendiri. “Be yourself”.

4. Jangan Memotong Pembicaraan Orang

Siapa sih orang yang suka dipotong pembicaraannya. Pasti ngga ada ya, termasuk Anda. Orang yang memotong pembicaraan terkesan tidak menghargai apa yang disampaikan oleh orang lain. Dan hal tersebut akan membuat lawan bicaranya tidak menyukainya.

Lebih baik mendengarkan lawan bicara Anda hingga selesai berbicara, lalu kemudian menanyakan pertanyaan-pertanyaan. Hal itu jauh lebih baik daripada memotong pembicaraan. Orang lain akan merasa lebih dihargai dan diperhatikan.

5. Jangan “Bossy” atau Suka Mengontrol Orang

Apakah Anda suka diatur orang? Apakah Anda suka disuruh begini begitu dan patuh terhadap atasan Anda? Saya yakin semua orang ngga suka tipe-tipe orang yang seperti ini, “bossy”.Demikian juga Anda, meskipun Anda menduduki posisi yang bagus di perusahaan Anda atau di dalam perusahaan jaringan Anda.

Jangan pernah jadi bossy. Jangan suka mengontrol orang lain. Daripada Anda terus-menerus mengontrol orang, lebih baik menawarkan bantuan pada orang. Menawarkan bantuan itu jauh lebih baik daripada hanya mengontrol dan menyuruh orang lain.

Jadi mulai sekarang sebagai leader, Anda harus belajar menjadi seorang “Servant Leader”. Artinya seorang pemimpin yang melayani, sehingga Anda akan lebih dan lebih lagi disukai oleh banyak orang.

6. Jangan Ceramahin Orang

Orang yang suka mengkritik biasanya mereka cenderung juga suka ceramahin orang atau bahkan menghakimi orang lain. Semakin tinggi posisi atau apa semakin banyak ilmu yang sudah Anda pelajari, maka semakin Anda merasa tahu segalanya, dan cenderung ingin menceritakan segalanya kepada orang lain, atau istilahnya ceramah.

Ketika Anda melakukan hal diatas, maka orang lain mungkin mendengarkan Anda, tapi mereka lebih cenderung mengabaikan apa yang Anda sampaikan. Bila Anda sudah mencapai level tertentu di bisnis asuransi, jangan menjadi orang yang suka berceramah.

Jangan jadi orang yang suka mengkritik ini itu dan bahkan menghakimi mitra/agen Anda. Namun Anda harus memposisikan mereka menjadi bagian Anda, karena tanpa mereka Anda juga nggak akan bisa mencapai level tersebut di bisnis asuransi ini.

7. Jangan Mengungkit Masa Lalu

Yang terakhir adalah jangan suka mengungkit masa lalu. Masa lalu itu memang bernilai, karena memberi Anda banyak pelajaran berharga. Namun masa lalu bukanlah jadi penentu masa depan Anda. Masa lalu Anda tidak akan pernah mempengaruhi masa depan Anda.

Daripada jadi orang yang terus menerus mengungkit kegagalan-kegagalan masa lalu, mendingan berdiam diri dan mulai take action sekarang untuk memperbaiki masa depan Anda sekarang juga. Dengan begitu Anda akan menjadi orang yang lebih optimis akan segala sesuatu, dan otomatis akan lebih disukai orang lain.

daftar menjadi agen asuransi allianz