Support System di Bisnis Asuransi

Di dalam dunia bisnis pemasaran jaringan, kata Support System adalah merupakan kata yang penting. Karena support sistem merupakan bagian yang menghantar kesuksesan para pelaku bisnis pemasaran jarinan tersebut.

Support system dibuat sebagai arahan untuk menuju sukses dan dibuat sedemikian rupa agar semua kesuksesan memiliki blue print yang mudah untuk diikuti. Sehingga akan tercipta duplikasi dari atas ke bawah. Semua yang dijalankan memiliki satu bahasa. Sehingga jaringan yang direkrut dimanapun berada akan mempunyai cara dan visi yang sama.

Di dalam dunia rekruting agen/mitra dalam Bisnis Asuransi sering perekrut mengucapkan kata Support System. Satu sama lain mengedepankan tentang support system yang dimiliki. Namun sejalan dengan pengalaman saya, pengertian atas penggunaan kata support system dalam industri asuransi sebenarnya agak rancu. Mengapa demikian ?

Karena di dalam bisnis asuransi yang skema kompensasinya tidak bagus (selain Allianz pastinya), pada umumnya mereka tidak membuat sebuah support system. Mereka hanya mempunyai Training System. Di bisnis asuransi yang skema kompensasi nya tidak bagus, biasanya tidak memerlukan seutuhnya yang dinamakan support system.

Karena di sana, pada dasarnya banyak Leader yang tidak ingin orang orang yang berada di bawahnya naik posisi menyamai dirinya. Para Leader dalam benaknya tidak ingin orang yang di bawahnya promosi. Mengapa ? Karena sistem kompensasi di bisnis asuransi tersebut tidak memberikan royalti bisnis pada posisi kesejajaran.

Kalaupun ada perusahaan asuransi yang memberikan, itu pun hanya pada level terbatas saja. Berbeda dengan di bisnis asuransi Allianz yang memberikan fee royalti pada leader sampai kedalaman 5 generasi leader di bawah nya sehingga fenomena yang terjadi di Allianz berbanding terbalik dengan di perusahaan asuransi lainnya.

Di Allianz malah para leader bersemangat agar para team di bawah nya cepat cepat mencapai level untuk menyamai posisi seperti dirinya yaitu menjadi seorang Business Partner (BP). Syukurlah di Allianz, hal ini sangat mudah dicapai karena di Allianz hanya terdapat 2 jenjang karir saja yaitu dimulai dari Business Executive (BE) dan kemudian dilanjutkan menjadi Business Partner (BP).

Mudah dan simpel kan? Jadi siapapun yang bergabung menjadi agen/mitra di sini pasti bisa dengan mudah untuk menyamai posisi leadernya dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama. Mungkin kurang dari setahun, posisi agen baru sudah sama dengan posisi leadernya.

Kembali lagi ke perusahaan asuransi yang skema bisnisnya tidak bagus selain Allianz ya. Dengan kondisi ini, para pemimpin team (leader) tentunya akan merasa rugi bila team yang dibinanya sekarang dalam posisi yang sejajar dengan dirinya karena mereka secara penghasilan lebih diuntungkan dari team yang secara stuktur berada di bawahnya.

Pada situasi ini, Leader lebih suka sistem bisnis yang memiliki jenjang karir/level yang lebih panjang misal dari agen biasa kemudian jadi Associate Unit Manager. Dari Associate Unit Manager trus baru naik menjadi Senior Unit Manager. Terakhir baru menjadi Agency Manager.

Semakin panjang jenjang karir/level, maka akan semakin lama seseorang yang di bawah bisa menyamai posisi leadernya. Apalagi ditambah dengan persyaratan persyaratan tambahan yang memperumit kenaikan jenjang.

Di sini kerancuan terjadi. Mereka mengatakan support system, padahal kenyataannya mereka hanya memiliki Training Sistem. Itupun rangkaian training yang dilakukan oleh para trainer yang disediakan oleh company.

Training and Development dari company pada umumnya dibuat untuk mengakomodasi peraturan supaya di dalam pelaksanaannya para agen tidak menyimpang dalam penjualan. Setiap training yang dibuat agar seorang agen baru bisa menjual dan menjelaskan produk dengan benar.

Sehingga secara jangka pendek atau panjang, tidak ada nasabah yang menjadi korban akibat kesalahan presentasi seorang agen, yang bisa mengakibatkan tuntutan hukum pada perusahaan.

Training yang dibuat untuk leader mengutamakan seorang leader untuk mampu merekrut, membina, memonitor agen agennya agar bisa menjalankan penjualan dengan baik. Dua hal itu yang dibuat, serta dengan segala pengembangan dan variannya. Hanya sebatas itu !!

Training dari perusahaan sama sekali tidak mengajarkan apa itu duplikasi. Atau bicara mengarah cara menuju sukses. Di dalam dunia asuransi disinilah letak miss-sistemnya. Apa maksudnya?

Keterbatasan yang terjadi adalah para trainer dari company bukan pelaku bisnis. Sehingga apa yang diajarkan atau kurikulum yang dibuatnya bukanlah dari pengalaman pribadinya, melainkan hanya text-book semata yang dibacanya.

Memang pada beberapa trainer mereka punya pengalaman sebagai agen atau leader di bisnis asuransi. Namun sekali lagi, mereka bukanlah figur yang sukses dalam karier bisnisnya.

(Paragraf di atas, sama sekali tidak bermaksud mengecilkan peran seorang trainer).

Training hanya akan memberi pengetahuan dan ketrampilan yang terbatas. Yang lebih parah lagi, sering seorang leader mengartikan support system adalah support finansial. Mereka membiayai perjalanan ke luar kota.

Mereka membiayai acara acara. Para Agen tidak perlu membayar apapun. Sekali lagi itu bukan support sistem.  Hal seperti itu malah kontra sistem. Karena tidak bisa diduplikasi. Cara cara seperti itu tidak bisa dilakukan semua lapisan.

Sebuah Support System haruslah dirancang untuk tujuan duplikasi. Jadi terjadi tujuan yang sama, tindakan yang sama, sikap yang sama, dan bisa dilakukan siapa saja.

daftar menjadi agen asuransi allianz