Support System di Bisnis Asuransi Allianz

Apakah bisnis asuransi Allianz  membutuhkan support system ?

Tentu saja butuh. Karena dengan sistem kompensasi royalti 5 generasi, penghasilan terbesar di dapat dari generasi yang ke lima. Makin jauh generasi, makin banyak teamnya. Tanpa support sistem, maka seorang leader tidak akan bisa menjangkau ke generasi yang jauh di bawah nya.

Mungkin kita bisa menjangkau generasi satu dan dua. Namun untuk generasi ke 3 dan seterusnya, Anda tidak mudah untuk menjangkaunya. Bahkan banyak yang tidak Anda kenal. Pengajaran yang diberikan pada generasi satu akan sama dengan yang diterima pada generasi lima. Apabila terjadi bias tidak akan menghilangkan prinsip prinsip utama. Bias bisa terjadi pada ranting ranting.

Dengan sistem ini, maka tidak ada lagi pemimpin yang menghambat promosi team di bawahnya. Pemimpin justru menginginkan team di bawahnya bisa segera promosi. Oleh karena itu support system adalah bagian yang sangat penting dalam bisnis asuransi Allianz.

Sistem juga mengakomodasi Anda bisa merekrut level apapun di semua kota di Indonesia. Agen atau leader yang direkrut bisa melakukan aktifitasnya melalui kantor jaringan yang sudah ada.

Di sinilah peran support system. Karena bila tanpa adanya support system, apa yang Anda ajarkan sebagai Leader bisa berbeda dengan apa yang diajarkan oleh kantor tempat dia bernaung.

Dengan adanya support system maka semua bisa mempunyai pandangan dan tindakan yang sama, dimanapun agen/mitra tersebut berada. Support system memberi tujuan, yang dibagi tujuan jangka pendek dan tujuan jangka panjang.

Dengan demikian dibuatlah kurikulum yang harus dilakukan mencapai tujuan tersebut berupa seperangkat tools atau alat kerja yang memudahkan kontrol atas bisnis asuransi yang kita jalani.

Bagaimana cara mendapatkan Support System tersebut? Beli atau gratis ?

Pada dasarnya setiap orang lebih suka semuanya gratis. Namun pengajaran awal dalam bisnis asuransi Allianz adalah mencetak enterpreuner yaitu seorang wirausaha pemilik bisnis. Oleh karena itu haruslah mereka bermental pengusaha yang berani mengeluarkan modal untuk pengembangan bisnisnya. Bukan orang bermental tempe yang pas disuruh keluar uang untuk modal terakhir jadi memble.

Maka di awal bisnisnya mereka sudah dikenalkan bahwa tidak ada yang gratis dalam pengelolaan bisnis. Saya pernah melihat seorang leader yang memberi gratis tools pendukung awal yang dipaket di dalam sebuah CD (Compact Disc) yang seharusnya dibeli oleh seorang agen.

Ketika sekelompok Agen keluar dari kantor, tiba tiba hujan turun. Agen yang membeli tools mengamankan tools tersebut ke dalam tasny dan ada  juga yang melindungi nya dengan tubuhnya agar toolsnya tidak kehujanan.

Tapi Agen yang mendapatkan gratis tools tersebut, malah tools itu dipakai untuk menutupi kepalanya agar tidak terkena hujan. Agen yang membeli tools tersebut lebih mengamankan apa yang dia beli bahkan lebih daripada tubuhnya sendiri.

Karena mereka tahu, bahwa tools itu adalah kunci sukses mereka. Hal di atas bukan mengartikan tools lebih berharga dari tubuh. Namun memberi kita pandangan, bahwa sesuatu yang gratis tidak akan dihargai.

Itulah juga alasan mengapa bagi calon mitra/agen yang ingin bergabung di bisnis asuransi Allianz di situs ini akan dikenakan sejumlah biaya yang kami sebut dengan komitmen fee. Toh komitmen fee ini juga akan kami kembalikan apabila Anda telah mencapai prestasi tertentu minimal menjadi seorang Business Partner (BP) tanpa batasan waktu (misal sebelum 1 tahun, setahun, 2 tahun atau bahkan lebih).

Karena pada dasarnya kami tidak mengambil keuntungan dari komitmen fee yang Anda bayarkan di awal pada saat Anda bergabung menjadi agen/mitra. Kewajiban untuk membayar komitmen fee kami buat agar Anda lebih menghargai dan serius dalam menjalankan bisnis ini.

Kami tidak ingin menerima orang yang hanya sekedar iseng mau bergabung. Setidaknya Anda akan berpikir dua kali untuk bergabung jika Anda harus membayar komitmen fee bukan ?

Kalau begitu apakah pengelola support system akan diuntungkan dari hasil penjualan tools?

Support sistem dikelola oleh beberapa orang key leaders yang memikirkan bagaimana support system bisa tepat guna, dan makin hari akan terbukti kehandalannya. Dan semua hal yang dilakukan tersebut pastilah membutuhkan dana. Dan dana pengembangan support system tersebut biasanya diperoleh dari hasil penjualan tools tersebut.

Dan bukan dinikmati keuntungan untuk segelintir orang. Hasil penjualan dipergunakan kembali untuk kepentingan proyek supoort sistem. Karena pada dasarnya support sistem bukanlah ajang untuk mendulang keuntungan.

Support system bukanlah berwujud penjualan alat kerja dari tools seperti yang ada di dalam sebuah CD. Karena support system mengandung spirit dan Roh Bisnis. Roh Bisnis inilah yang akan selalu membakar semangat para agen/mitra untuk mencapai sukses. Roh Bisnis inilah yang membuat ‘api’ dalam diri yang selalu menyala. Karena support system memberi atmosfir positif.

Pertemuan pertemuan yang diadakan merupakan ajang tranfer semangat dan spirit. Ajang saling berbagi antara agen/mitra yang sudah sukses, menuju sukses dan yang belum sukses. Support system membuat orang kembali teringat dengan impiannya. Membangkitkan kembali semangat yang sudah sempat padam.

Untuk itu siapapun Anda, kalau menginginkan bisa menikmati pasif income secara maksimal, tidak bisa hanya dengan training system. Anda harus menduplikasinya, dan semua itu harus melalui support system.

Tentunya kalau Anda menginginkan team di jaringan Anda melakukan tindakan sesuai support system, maka hal yang pertama yang harus Anda lakukan adalah Anda bertindak sesuai dengan Support System.

daftar menjadi agen asuransi allianz