Sistem Kompensasi di Bisnis Asuransi

Sistem kompensasi di bisnis asuransi saat ini sudah berkembang sangat pesat. Karena saat ini kompensasi pada sebuah bisnis asuransi sudah mengakomodasi sistem kompensasi yang diterapkan dalam sebuah bisnis jaringan. Makanya tidak mengherankan jika Anda perhatikan rata rata seorang pebisnis asuransi yang sukses pasti memiliki penghasilan yang boleh dikatakan di atas rata rata.

Untuk seorang pebisnis asuransi yang sudah sangat sukses bahkan bisa dikategorikan sebagai orang super kaya. Misalnya memiliki penghasilan mulai dari Rp. 100 juta sampai Rp. 5 Miliar per bulan. Bukankah angka itu sangat fantastis sekali terutama bagi orang orang yang meniti karir di sebuah perusahaan?

Jika Anda meniti karir di sebuah perusahaan konvensional, mungkin untuk mencapai penghasilan segitu, minimal Anda harus menjabat sebagai seorang CEO/direktur di sana dimana tentunya hal itu tidak mudah untuk diraihkan? Tidak hanya prestasi yang menentukan Anda untuk bisa menjadi CEO di sebuah perusahaan tetapi juga ada sisi politis nya untuk menduduki jabatan tersebut misalnya Anda memiliki hubungan affiliasi dengan pemegang saham terbesar di perusahaan tersebut. Jika misalnya murni dinilai dari prestasi saja maka Anda harus bersaing dengan berapa orang untuk mencapai posisi itu? Jabatan yang kosong mungkin hanya satu tapi diperebutkan beramai ramai. Pastinya saling sikut satu sama lain.

Kalau di bisnis asuransi berbeda. Siapapun boleh menjadi leader dan mencapai puncak untuk mendapatkan penghasilan yang besar.  Malah leader di atas Anda atau istilahnya Upline Anda pasti berharap banyak leader leader baru yang terbentuk. Semakin banyak semakin baik.

Karena di sini lowongan yang tersedia bukan hanya satu seperti di perusahaan tadi yang hanya membutuhkan 1 orang direktur, lowongan nya tidak terbatas. Mau 10 orang jadi leader, boleh. Mau 100 orang jadi leader, silahkan. Mau 1.000 orang jadi leader, ayo.

Dengan kompensasi jaringan maka tidak ada lagi seorang Leader yang akan menghambat promosi teamnya.

Pengalaman yang ada di lapangan hingga saat ini, jika ada leader yang tanpa sadar telah menghambat laju promosi dari anggota tim nya, hal itu disebabkan karena kompensasi pada perusahaan asuransi tempatnya ber naung tidak memperhitungkan kompensasi untuk si leader tersebut jika lahirnya team baru di bawahnya (ada yang promosi menjadi leader dan menjadi setara dengan dirinya). Kalaupun ada kompensasi yang diperhitungkan, itu hanya sebatas nominal tertentu saja. Tidak banyak dan tidak besar. Hanya sebagai pemanis saja.

Oleh karena itu sistem kompensasi yang adil dan fair di dalam sebuah bisnis asuransi sangatlah penting. karena begitu Anda salah memutuskan untuk bergabung di perusahaan asuransi yang menerapkan sistem bisnis yang jelek maka itu akan menentukan bagaimana tindakan Anda dalam menjalankan bisnis ini ke depannya. Artinya bisa jadi tim Anda tidak akan bisa berkembang dengan maksimal.

Seorang agen asuransi hanya melihat seberapa besar kompensasi yang akan dia terima bila melakukan penjualan pribadi, namun seorang leader melihat seberapa besar kompensasi yang bisa dia terima bila mengembangkan bisnisnya.

Selain itu yang perlu diperhatikan aturan dari sistem kompensasi tersebut apakah memungkinkan seseorang bisa ‘berhenti’ bekerja dan tidak turun level ?

Jika hal itu tidak memungkinkan maka boleh dikatakan seorang pebisnis asuransi harus bekerja terus hingga masa tuanya (tidak ada masa pensiunnya). Sedangkan tidak bisa dipungkiri semakin bertambah tua, stamina dan kondisi tubuh seseorang akan semakin menurun.

Oleh karena itu jangan pernah meremehkan aturan kompensasi. Karena bisnis asuransi adalah bisnis jangka panjang.

Dan perlu diperhatikan pula apakah bisnis asuransi yang telah kita bangun, bisa diwariskan atau tidak. Sehingga bisnis yang kita kerjakan ini benar benar adalah sebuah bisnis yang bisa diteruskan oleh generasi di bawah kita.

Terlebih bila kita meninggal, oleh sebab apapun, maka bisnis yang kita rintis dengan keringat dan air mata otomatis bisa diwariskan ke keluarga seperti ke istri dan anak anak.

Demikian juga ketika akan menanda tangani perjanjian dengan perusahaan asuransi. Bacalah baik baik sehingga mengerti dengan jelas isi perjanjiannya. Karena banyak perusahaan asuransi, sekalipun menempatkan posisi kita sebagai mitra bisnis, namun ada pasal yang memuat pemutusan perjanjian secara sepihak.

Jangan sampai kita membangun bisnis dan sewaktu waktu dapat diputus secara sepihak. Banyak yang meremehkan hal ini. Hukum dipandang tidak perlu selama tidak ada masalah. Namun sangat berarti bila suatu waktu terjadi masalah.

Oleh sebab itu jangan sampai menyesal di kemudian hari. Teliti dan pelajari sebelum bergabung menjadi Agen/Mitra di Bisnis Asuransi. Speed System dari Allianz Star Network dari Bisnis Asuransi Allianz merupakan sistem bisnis asuransi terbaik yang ada di Indonesia saat ini. Jangan sampai salah pilih karena waktu Anda sangatlah berharga.

daftar menjadi agen asuransi allianz