Semua Bisnis Memiliki Skema Piramida

Menjalankan bisnis Asuransi itu nggak mudah, saya tahu karena saya mengalaminya. Dulu ada orang yang pernah menawarkan bisnis Asuransi pada saya, dan cara menawarkannya pun salah banget menurut saya. Dia memberikan iming-iming bahwa bisnis ini mudah.

Lalu jika saya bergabung di bisnis ini, maka saya bakal cepat kaya, tinggal ongkang-ongkang kaki, uang terus mengalir. Well, Itu semua omong kosong! Tapi semua itu sebenarnya bisa terjadi loh. Namun perlu proses pastinya.

Namanya bisnis asuransi, ya tetap bisnis, perlu proses dan dedikasi untuk membangunnya hingga berhasil. Dicatat ya agar tidak mimpi di siang bolong.

Oh, ya saya sendiri adalah seorang introvert. Saya merasakan begitu sulitnya bagi saya untuk terus berinteraksi dengan orang lain, harus telpon sana sini untuk mengajak orang bergabung, ditolak sana sini, dihindari oleh teman, bahkan keluarga.

Saya juga mengalami bagaimana bingungnya kehabisan orang lagi untuk di-prospek, karena semua orang sudah saya hubungi dan sebagian besar dari mereka menolak. Oleh karena itu mau nggak mau saya harus mencari orang-orang baru untuk saya prospek nanti.

Asli capek banget.. Capek fisik dan mental!

Dan lagi, sekarang ini banyak banget orang yang memandang negatif terhadap bisnis Asuransi, jadi bakal semakin sulit untuk meyakinkan orang lain untuk mulai masuk di bisnis ini. Yang saya tahu sih kebanyakan orang nggak mau join di bisnis ini karena mereka seperti merasa dijebak.

Menurut saya bisnis asuransi dinilai negatif karena ulah sebagian agennya yang memiliki mentalitas yang salah, dan menggunakan cara yang salah untuk membangun bisnis ini. Mereka cenderung membesar-besarkan sesuatu, memberikan janji berlebihan ketika mengajak orang bergabung atau buruknya lagi, bahkan menipu.

Bisnis asuransi juga dinilai buruk karena bisnisnya yang memiliki skema piramida, yang dinilai hanya menguntungkan orang yang bergabung terlebih dahulu, dan merugikan orang yang gabung terakhir. Tapi menurut saya itu semua tidak 100% bener. Semuanya tergantung bagaimana model bisnis di dalamnya, bagaimana sistem kompensasinya, dan lain sebagainya.

Di artikel ini saya akan membahas seperti apa skema piramida itu dan apakah itu salah atau tidak. Yuk simak!

Skema Piramida

Masalah pyramid scheme atau skema piramida, pada dasarnya semua bisnis Asuransi memiliki skema berbentuk piramida. Ingat ya! Berbentuk! Jadi bentuknya saja yang piramida. Namun aturan di dalamnya lah yang menentukan apakah skema piramida yang digunakan legal atau ilegal.

Cara yang paling gampang untuk menentukan apakah bisnis Asuransi memiliki skema piramida legal atau ilegal adalah dengan melihat fokus bisnisnya. Biasanya sih bisnis Asuransi  ilegal akan lebih berfokus pada perekrutan orang. Komisi yang Anda dapatkan dari perekrutan akan lebih besar dari komisi penjualan produk.

Sebaliknya, bisnis asuransi yang legal biasanya memberikan komisi kecil atau bahkan tidak memberikan komisi sama sekali ketika Anda berhasil merekrut orang. Karena fokusnya pada penjualan produk asuransi atau retail.

Memang sih merekrut mitra/agen yang banyak itu penting, tapi bukan karena komisinya, namun karena dengan adanya mitra/agen yang banyak, otomatis kita membangun sistem pendistribusian produk yang semakin luas. Dengan jaringan distribusi yang luas, maka otomatis penjualan produk juga akan meningkat.

Biasanya dalam skema piramida ilegal orang yang lebih dahulu bergabung yang akan mendapatkan keuntungan paling besar. Posisinya tetap, dan tidak dapat digantikan atau dibalap oleh downline di bawahnya. Inilah yang disebut dengan ongkang-ongkang kaki, uang mengalir sendiri. Karena tanpa melakukan apapun, uang akan terus mengalir.

Lha kok bisa? Ya bisa saja, kan uang mengalirnya dari komisi perekrutan orang-orang dibawahnya, dan bukan dari penjualan produk.

Beda banget dengan bisnis asuransi legal dimana fokusnya adalah pada penjualan produk. Ketika Anda nggak kerja, maka otomatis nggak akan ada penghasilan. Namun ketika Anda berhasil membangun jaringan distribusi yang luas, maka bisa jadi upline Anda bakal ketinggalan jauh di belakang Anda.

Dari segi produk juga dapat dilihat apakah harga yang diberikan terlalu mahal untuk kualitas barang seperti itu. Saya sih selalu menghindari perusahaan Asuransi yang memiliki produk asuransi dengan harga yang nggak wajar. Selain Anda bakal kesulitan menjual produknya, perusahaan seperti ini bisa jadi memanfaatkan harga tinggi dari produknya sebagai komisi perekrutan.

Skema Piramida di Bisnis Lain

Nggak hanya bisnis Asuransi yang memiliki skema piramida. Semua bisnis cenderung punya skema yang sama. Kalau Anda masih bekerja di kantor. Coba sekarang urutkan skema jabatan di kantor Anda, dimulai dari boss Anda, hingga ke staff yang paling bawah.

Boss yang memimpin seluruh perusahaan, artinya dia di posisi paling atas. Kemudian dibagi lagi menjadi divisi-divisi yang dipimpin oleh kepala divisi. Kemudian di masing-masing divisi biasanya ada team yang dikepalai oleh kepala team atau team leader. Dan terakhir di dalam team tersebut biasanya ada beberapa anggota team.

Bentuknya piramida bukan? Siapa yang paling kaya? Apakah anggota team? Apakah kepala team? Apakah kepala divisi? Apakah boss? Sudah jelas orang yang menduduki posisi pertama yaitu boss. Boss-lah yang punya gaji paling besar. Sekarang pertanyaan saya, Apakah seorang member bisa menggantikan posisi boss, bila boss tersebut masih ada?

Jawabnya ya Bisa Iya, Bisa Tidak. Perlu proses yang lama dan kemungkinannya bakal kecil jika si boss masih berada di posisi puncak. Apalagi jika perusahaan tersebut adalah bisnis keluarga, sudah pasti nggak mungkin lagi untuk menggantikan posisi boss.

Oke, sekarang coba lihat skema dari sebuah pabrik. Bentuknya piramida bukan? Ini bukan tentang siapa yang dapat duit lebih banyak lagi, tapi tentang jaringan distribusi produk. Pabrik memerlukan jaringan untuk mendistribusikan produknya, oleh karena itu pabrik memerlukan distributor.

Distributor perlu membangun jaringannya juga, sehingga distributor memerlukan jaringan distribusi lain yaitu toko-toko. Toko-toko kemudian memasarkan produknya langsung ke konsumen. Barang yang paling banyak terjual milik siapa? Ya tentu pabrik.

Sekarang pertanyaannya sama, Bisa nggak konsumen/customer menjadi distributor? Jawabannya, Bisa banget, masalahnya tinggal punya modal atau tidak. Bisa ngga customer menjadi boss pemilik pabrik? Jawabannya, Bisa saja. Kan tinggal bangun atau beli pabrik! Tapi masalahnya, Anda punya modal tidak? Karena membuat pabrik nggak murah, dan jika gagal maka kerugian Anda juga bakal sangat amat banyak.

Jadi sekarang Anda sudah tahu bahwa hampir semua skema bisnis itu menggunakan skema piramida. Lalu apa yang salah dengan bisnis asuransi ? Saya akan tanyakan kembali pertanyaan yang sama. Bisakah downline menjadi upline, atau menduduki top performer di perusahaan asuransi tersebut?

Jawabannya, sangat bisa.

Dan apakah orang yang jauh berada diatas Anda memiliki pendapatan paling besar? Nggak juga. Mengapa? Karena ketika orang yang berada jauh di atas Anda tidak bekerja keras untuk membangun jaringannya, maka pendapatannya pun akan stagnan atau bahkan menurun, karena minim penjualan.

Malah bisa jadi Anda mengalahkannya suatu saat. Itulah uniknya bisnis asuransi seperti bisnis asuransi Allianz ini. Perlukah modal yang besar untuk memulai bisnis ini? Sama sekali tidak. Namun untuk bisa sukses dan menduduki posisi top performer, diperlukan kerja keras.

Ada banyak alasan mengapa sebagian besar orang gagal di bisnis asuransi, seperti kurangnya pengetahuan bisnis atau kurangnya pengetahuan marketing.

Namun yang paling banyak terjadi adalah karena sebagian besar downline tidak mampu menduplikasi apa yang dilakukan upline-nya. Ketika upline mampu melakukan presentasi bisnis, downline juga harus mampu melakukannya.

Ketika upline mampu berkenalan dan berinteraksi dengan orang baru, downline juga harus mampu melakukannya. Ketika upline mampu melakukan follow up pada orang lain, maka downline juga harus mampu melakukannya. Namun kebanyakan cara yang dilakukan upline adalah cara konvensional yang diajarkan di kebanyakan bisnis asuransi.

Contohnya untuk menawarkan peluang bisnis asuransi, kebanyakan dari kita diajarkan untuk mengumpulkan daftar nomor telepon teman dan keluarga kita, kemudian mulai menghubungi mereka satu persatu.

Apakah cara seperti diatas sudah nggak bisa berjalan lagi?

Bisa! Absolutely Bisa! Namun masalahnya nggak semua orang mau melakukannya. Ada banyak orang yang memiliki karakter introvert, pendiam dan sangat ngga nyaman untuk melakukan cara diatas. Akibatnya mereka stuck!

Mereka nggak kemana-mana. Mereka gak sanggup menduplikasi apa yang dilakukan upline mereka. Dan akhirnya bisnis Asuransi mereka pun berhenti. Oleh karena itu akhirnya muncul sebuah strategi yang tujuannya mengatasi kendala tersebut, yaitu strategi untuk menjalankan bisnis asuransi dengan memanfaatkan teknologi internet.

daftar menjadi agen asuransi allianz