Perlakukan Bisnis Allianz sebagai Bisnis Besar

Apa tandanya kalau seseorang memperlakukan bisnis asuransi ini sebagai bisnis besar?

Biasanya mereka tahu benar akan sistem bisnisnya, sehingga tahu berapa potensi penghasilan yang bisa dicapai. Sebagai bisnis tentu saja kita akan bicara tentang waktu yang panjang. Bukan menghasilkan income dalam jangka waktu pendek pada periode tertentu saja. Tahu benar kalau bisnis ini nantinya akan menghasilkan pasif income. Pasif income artinya bisnis yang menghasilkan royalty, dan bisa diwariskan kepada keluarga.

Mereka juga tahu benar bagaimana cara dan mekanisme naik jenjangnya, apa saja persyaratannya. Karena dengan tahu persyaratanya dan aturan kerjanya, baru mereka bisa menetapkan strateginya mau bagaimana.

Mereka juga tahu tentang hukum dari bisnisnya. Seringkali banyak orang yang menanda tangani perjanjian tanpa tahu dengan jelas isi kontraknya. Karena itu jangan pernah meremehkan kontrak kerjasama yang ditanda tangani, karena itu layaknya seperti sertifikat properti yang dibeli.

Mereka juga dalam kehidupannya selalu melakukan tindakan yang berkaitan dengan pengembangan bisnisnya.

Mereka selalu berusaha menjadi pribadi yang menyenangkan, suka membantu, sehingga orang suka berteman dengan dia.

Mereka bergabung di organisasi dan komunitas hobby yang yang tepat secara finansial dan profesi. Karena bila dalam bisnis kita mempunyai impian untuk menghasilkan penghasilan besar, tentunya akan lebih baik kalau kita membidik calon klien dengan premi besar. Termasuk suka mencari teman baru dan masuk dalam lingkungan pertemanan baru.

Sehingga semakin hari akan mempunyai teman yang makin banyak. Berteman juga bukan berarti LANGSUNG memprospek atau LANGSUNG merekrut. Kalau itu yang dilakukan, bukan teman yang didapat, tapi malah orang orang pada menjauhi mereka dan mereka malah akan menjadi bahan gunjingan orang orang nantinya. Namun pada¬†saat yang tepat, akan dengan sendirinya terjadi ‘penjualan’ atau ‘perekrutan’ yang semua terjadi secara alamiah dan menguntungkan ke dua belah pihak.

Mereka juga selalu ingin tahu tentang bisnis asuransi jiwa yang mereka geluti, mulai dari mempelajari produk produk unggulan nya apa saja, variatifnya, dan proses dari underwriting, klaim, dan after sales service nya. Dari mana mereka bisa mendapatkan pengetahuan itu semua?

Mereka selalu meluangkan waktu untuk mengikuti setiap training baik yang diselenggarakan oleh perusahaan asuransi maupun agency. Intinya harus banyak menggali informasi dari banyak sumber.

Karena industri ini berkembang signifikan, maka kadang mereka juga  belajar sebagai seorang Perencana Keuangan yang handal dengan mengambil sertifikasi internasional (seperti CFP, CHFC) yang pastinya akan menambah pengetahuan. Dan tentu saja dengan gelar yang ada akan membangun kepercayaan dari calon klien kepada mereka nanti nya.

Ini juga sekaligus menambah banyak teman di industri yang sama namun berbeda perusahaan. Dengan banyak teman tersebut mereka juga akan mudah untuk mendapatkan informasi tentng produk unggulan dari perusahaan asuransi yang berbeda.

Mereka juga beelajar dari orang orang yang lebih dahulu sukses, dan mencari tahu mengapa dia bisa sukses? Belajar bagaimana cara menjual, bagaimana cara merekrut, bagaimana caranya menduplikasi. Karena ini merupakan bagian yang penting dalam membangun bisnis asuransi.

Mereka membangun bisnis asuransi ini bukan dari memperoleh penghasilan dari penjualan pribadi saja, tapi harus membangun team dan membentuk jaringannya. Oleh karena itu dibutuhkan duplikasi. Ikuti cara orang yang sudah lebih dulu sukses tersebut. Bahkan Anda bisa copy paste apa yang dilakukannya. Dalam NLP (Neuro Linguistic Programing) metode ini disebut Modelling.

Mereka menginvestasikan dirinya, dengan mengubah penampilannya sebagai seorang pebisnis keuangan. Gunakan busana dan perlengkapan tubuh yang sepadan dengan citra diri yang diinginkan. Sehingga semuanya nampak selaras. Karena penampilan adalah awal dari building trust.

Mereka mempunyai catatan pribadi para calon prospek layaknya catatan seorang dokter terhadap pasiennya. Punya data khusus, tentang pekerjaannya, posisi pekerjaannya, keluarga, anak anak, hobby, bahkan hal hal lain tentang calon kliennya.

Sehingga saat prospek mempunyai ‘bahan’ komunikasi yang spesial. Dan mempresentasikan sesuai kebutuhan dan problemnya. Dalam kondisi seperti ini rasio closing bisa menjadi sangat tinggi, karena presentasi yang dibawakan menjadi sangat pribadi dan khusus.

Mereka belajar proses underwrite, sehingga saat sebagai penjual bisa memahami cara berpikir dan mengambil tindakan layaknya seorang Underwriter. Mengetahui langkah medis sehingga memudahkan proses dan mempermudah calon klien.

Demikian juga pengetahuan tentang proses klaim. Mereka tahu apa yang harus dilakukan pada kondisi tertentu saat klaim. Baik klaim sehubungan dengan rawat inap Rumah Sakit, Critical Illness, bahkan klaim meninggal. Semakin banyak pengetahuan yang dimiliki akan menambah kepercayaan diri dalam bisnis asuransi ini.

Menguasai semua proses penjualan, yang meliputi Persiapkan daftar nama, benar benar memahami bahwa memiliki database calon prospek adalah sangat penting. Sehingga Anda harus selalu punya data tentang hal tersebut.

Mereka mengerjakan sendiri semua proses administrasi. Menguasai pengisian semua dokumen, sehingga mempercepat proses baik pengajuan polis asuransi baru maupun pengajuan klaim asuransi.

Mereka akan memperlakukan bisnis besar sudah dimulai sejak bergabung dan selalu belajar menjadi seorang Leader. Belajar prinsip prinsip Leadership akan membuat kematangan dan kedewasaan berpikir. Siap mandiri dan tidak tergantung kepada Leadernya karena ketergantungan akan memperlambat kemampuan.

Untuk melakukan semua hal seperti yang di atas tentunya membutuhkan kesiapan mental dan waktu yang tidak sedikit. Oleh karena itu janganlah membuang waktu untuk hal yang tidak perlu, apalagi menggunakan waktu yang tidak seiring dengan arah bisnis besar kita.

daftar menjadi agen asuransi allianz