Peluang Bisnis Asuransi Allianz di Indonesia

Melihat potensi di Indonesia, dengan rakyat yang demikian banyak, hampir 260 juta jiwa, hasil survey hingga akhir 2012, pemilik polis asuransi jiwa di Indonesia kurang dari 4%. itupun masih terkumpul di kota kota besar. Sementara di daerah masih jauh dari harapan.

Data yang lain menyebutkan, industri asuransi jiwa bertumbuh tiap tahun hampir 20%, bahkan lebih baik daripada bank.

Kita bandingakan dengan negara tetangga kita Malaysia dan Singapore, dimana pemegang polis asuransi jiwa masih berkisar 45% – 50% dari jumlah penduduk. Apalagi kalau dibanding dengan Jepang, dimana setiap penduduk rata rata mempunyai 3 polis.

Jadi dalam kurun waktu yang panjang bisnis asuransi jiwa seperti bisnis asuransi Allianz di Indonesia masih sangat cerah. Banyak yang beranggapan masyarakat Indonesia belum open minded dengan asuransi, sehingga akan susah menjual produk asuransi.

Memang benar, situasi itu yang ada di Indonesia. Tapi karena kondisi masyarakat yang belum open minded itulah yang juga membuat bisnis asuransi Allianz ini memiliki peluang yang sangat bagus untuk berkembang ke depannya.

Kompensasi yang tinggi tidak akan bisa kita nikmati bila masyarakat kita sudah sadar akan asuransi. Andaikata pada kurun waktu tertentu, ketika kita menawarkan produk asuransi dan orang langsung membeli karena sadar akan manfaat asuransi, maka bisa dipastikan perusahaan asuransi juga tidak memerlukan jasa penjual asuransi seperti hari ini, yang harus dibayar dengan kompensasi yang tinggi.

Perusahaan asuransi cukup membuka counter di tempat keramaian atau pertokoan, mall, maka orang kan datang dengan sendirinya dan membeli. Dan mereka cukup mempekerjakan seorang sales counter berpenampilan menarik, dan cukup dibayar dengan upah minimum.

Jadi justru dalam kondisi saat ini, dimana kesadaran berasuransi masih minim maka peluang yang besar ada di depan kita. Komisi penjualan yang tinggi, bonus tahunan , bonus bonus lainnya, bahkan perjalanan ke luar negeri secara gratis dengan fasilitas yang mewah.

Berbicara tentang bisnis di industri asuransi, tentunya yang kita bahas adalah yang menganut agency sistem. Skema Bisnis di bisnis asuransi bukanlah sebagai karyawan. Para agen statusnya adalah sebagai partner bisnis dari perusahaan asuransi. Jadi tidak ada istilah Bos atau atasan. Pekerjaan/Usaha/Bisnis itu adalah milik kita sendiri, sehingga kita sendiri yang menjaganya, merawat, dan mengembangkannya.

Dibandingkan dengan jenjang karier pada perusahaan konvensional tentunya sangat berbeda. Ambil contoh, misal dalam sebuah bank, seorang marketing yang selalu mencapai target tiap bulan, bahkan selalu over target, apakah otomatis menjadi seorang supervisor?

Tentu tidak. Dia bisa menjadi supervisor hanya bila supervisornya mendapat promosi, atau pindah tugas, atau mengundurkan diri. Itupun dia harus bersaing dengan orang lain yang berprestasi, atau orang kesayangan Bos atau Pemimpin Cabang.

Jadi di sebuah perusahaan konvensional, untuk naik jenjang, bukan hanya prestasi yang dibutuhkan, namun banyak aspek lain yang bisa menentukan. Dan untuk mengejar menjadi seorang pemimpin, harus menunggu pemimpin lama keluar. Selain itu juga harus bersaing dengan rekan kerjanya untuk memperebutkan satu posisi.

Sedangkan di bisnis asuransi seperti bisnis asuransi Allianz, untuk naik jenjang tidak tergantung dengan orang lain. Anda juga tidak perlu memperebutkan satu posisi dan harus berkompetisi dengan orang lain. Dalam hal ini semua punya kesempatan yang sama.

Jenjang karier yang diraih adalah hasil prestasi dan pencapaian pribadi, tanpa harus mengorbankan orang lain. Jadi kenaikan jenjang tanpa harus didasari like and dislike. Tidak ada alasan suka atau tidak suka dalam melakukan promosi dan demosi. Semua bisa dikejar dengan pencapaian prestasi dan terukur.

Dan dengan aturan tertentu sesorang bisa dan punya peluang untuk memiliki kantor mandiri. Dan dengan sistem juga memungkinkan seseorang untuk mempunyai beberapa kantor di beberapa kota.

Bagaimana seseorang bisa menjalani bisnis ini tanpa punya latar belakang keuangan?

Sebetulnya tidak perlu dikuatirkan, karena perusahaan asuransi dan agency biasanya memberikan training dasar. Trainingnya tentang pengetahuan produk dan aturan aturan dasar. Dan tentu saja tidak ketinggalan training tentang cara menjual, dan sharing tentang kondisi lapangan.

Yang membedakan adalah bila kita membuka usaha bisnis konvensional, seperti membuka warung bakso. Saat kita ingin pengusaha bakso lain yang sukses untuk menjadi mentor/pembimbing kita, banyak dari mereka yang bahkan menganggap kita sebagai pesaing mereka.

Di bisnis asuransi yang terjadi justru sebaliknya. Para leader yang sukses siap menjadi mentor, dan mentranferkan pengalaman dan ilmunya kepada kita. Yang tentunya semuanya mempercepat seseorang menjadi sukses.

Bagaimana dengan ‘keamanan’ pekerjaan  di bisnis asuransi Allianz ini ?

Dalam bisnis asuransi, awal masuk nya pasti dari jenjang terbawah dan posisinya jika di cashflow quadrant nya Robert Kiyosaki adalah di kuadran kiri sebagai self employee. Bekerja dengan sistem komisi dan bonus yang diperoleh dari hasil penjualan produk langsung kepada customer.

Dengan kenaikan jenjang menjadi seorang leader, seseorang boleh dikatakan telah berpindah ke kuadran kanan sebagai seorang business owner. Perolehan penghasilan sudah bukan lagi dari hasil penjualan oroduk asuransi langsung kepada customer melainkan sudah melalui overiding dan bonus royalti.

Sampai di posisi inilah seorang pemilik bisnis membutuhkan keamanan pekerjaan. Mengapa ini penting? Karena di bisnis konvensional usia 55 tahun adalah usia pensiun. Dan pada usia tersebut sesorang sudah tidak memiliki value. Perusahaan konvensional biasanya akan mengganti nya dengan pegawai baru, pegawai muda yang masih fresh dan tentunya dengan gaji yang lebih murah.

Namun di bisnis asuransi Allianz tidak ada usia yang bisa menghambat. Selama masih mau bekerja, perusahaan asuransi tidak bisa meminta mitra/agen nya untuk pensiun. Namun hal ini bukan berarti pebisnis asuransi harus bekerja hingga usia lanjut. Namun ini menunjukkan bahwa sepanjang kita mau bekerja, kita masih punya kesempatan kerja.

Bagaimana dengan bisnis kita bila suatu waktu kita termakan usia, atau bila sakit kritis, bahkan meninggal?

Sekali lagi ini adalah bagian penting dalam memilih bisnis asuransi. Banyak kejadian ketika sesorang merintis bisnisnya, karena masalah kesehatan, atau bahkan meninggal, bisnisnya harus rela dimiliki orang lain.

Di sini dengan aturan yang ada, seorang Business Partner di bisnis asuransi Allianz bisa mewariskan bisnisnya kepada anggota keluarga atau orang yang dipercaya olehnya  untuk melanjutkan bisnisnya.

Banyak pekerjaan atau bisnis yang bisa memberikan peluang dan penghasilan yang bagus, namun tidak semua bisnis bisa memberikan kepuasan dalam pekerjaan. Di bisnis asuransi Allianz, secara tidak langsung kita membantu orang lain untuk menata masa depan keuangannya. Pada waktu kita menawarkan, seakan banyak orang yang tidak suka atau bahkan menghindar.

Namun sebagai mitra/agen asuransi Allianz, jasa Anda tidak akan pernah dilupakan oleh janda mendiang nasabah. Karena mereka yang menerima klaim, khususnya ketika klaim dibayarkan saat mereka sangat membutuhkan nya.

Tidak sedikit, para suami ketika meninggal, tidak mewariskan harta apa apa, tapi justru memberikan peninggalan hutang yang harus dibayar kepada anggota keluarga yang ditinggalkannya seperti hutang kartu kredit, hutang dagang, atau hutang pribadi.

Dengan adanya uang santunan hasil dari klaim asuransi jiwa, pastinya akan membantu keuangan anggota keluarga yang ditinggalkan (seperti istri dan anak anaknya) seperti untuk melunasi hutang hutang mendiang dan untuk melanjutkan hidup.

Sebagai mitra/agen asuransi Allianz, apa yang  Anda lakukan tentunya merupakan tugas yang mulia. Yang mana di saat para keluarga berduka cita kehilangan orang yang dicintai dan mereka juga kehilangan sumber pencari nafkah, Anda hadir sebagai penolong bagi mereka.

Sebagai agen asuransi Allianz, Anda bertindak sebagai penyambung hidup dari anggota keluarga yang ditinggalkan oleh almarhum. Dengan adanya uang klaim yang dibayarkan oleh perusahaan asuransi setidaknya akan membantu dari sisi finansial.

daftar menjadi agen asuransi allianz