Mengapa Banyak Orang Gagal Menjalankan Bisnis

Mengapa banyak yang gagal menjalankan bisnis asuransi termasuk bisnis asuransi Allianz padahal cukup mudah untuk memulai bisnis ini. Saya yakin ada beberapa dari antara Anda yang mengalami hal yang serupa dimana Anda mencoba model bisnis ini namun tidak kunjung berhasil. Setelah berjalan beberapa saat, hasilnya sama saja, tetap nol besar.

Sebetulnya apa yang membuat sebagian besar dari Anda gagal dalam menjalankan bisnis asuransi ini? Well, percaya atau tidak, tapi sebagian besar penyebab gagal tersebut ada di masalah mindset dan attitude.

Saya mendapat beberapa insight tentang kegagalan yang dialami oleh beberapa orang dalam menjalankan bisnis asuransi ini yaitu :

1. Tidak Mau Diajar

Bisnis asuransi Allianz adalah bisnis yang perlu banyak pembelajaran atau training, dan kebanyakan training yang diberikan adalah mengenai self-development. Karena memang pada dasarnya kunci dari bisnis ini terletak pada diri kita sendiri.

Semakin kita bisa improve diri kita, maka semakin berhasil bisnis ini. Ketika Anda tidak mau diajar, maka otomatis bisnis ini juga gak bakal bisa berjalan. Mengapa?

Karena masing-masing dari kita memiliki boundaries, atau keterbatasan, dan biasanya keterbatasan dalam mindset dan pengalaman. Jika Anda kurang pengalaman, maka dengan rajin melakukan sesuatu yang jarang Anda lakukan dapat menambah pengalamanmu dan skillmu.

Namun bila yang bermasalah adalah cara berpikir Anda, perlu proses yang agak untuk merubahnya. Merubah mindset tidak semudah menambah skill. Karena biasanya mindset itu terbentuk sejak kita kecil, dan untuk merubahnya butuh proses lebih lama.

Handling objection atau mengatasi penolakan adalah salah satu contoh perubahan mindset. Jika semula Anda merasa galau gak karuan ketika mengalami penolakan, dalam bisnis ini diajarkan untuk mengelola penolakan itu dengan cara yang benar.

Anda yang pernah ikut training mengenai handling objection pasti tahu dan merasakan jika penolakan itu justru yang membuat Anda tetap maju dan bermental baja. Semakin sering ditolak, maka semakin kuat diri kita.

Itulah salah satu contoh merubah mindset dan attitude.

Ketika kita membuka diri untuk “mau diajar”, itu berarti kita benar-benar mau menerima semua resikonya dan rasa tidak nyaman yang ditimbulkannya.

Bila mentor Anda berkata, “Keluar dan temui 20 orang baru kemudian minta nomor teleponnya!” Maka Anda harus benar-benar melakukannya. Itu yang dinamakan “Mau diajar”.

2. Menganggap Bisnis Asuransi bukan sebagai Real Bisnis

Sebagian besar orang menganggap bisnis asuransi hanya sebagai pekerjaan sampingan. Bila mendapatkan uang tambahan ya syukur, bila tidak mendapat apa-apa ya tidak mengapa.

Berbeda dengan mereka yang sudah menduduki level Top di industri ini. Ketika masuk ke bisnis ini, mereka sudah memikirkan segalanya sebagai bisnis.

Bagaimana cara promosinya, bagaimana membangun teamnya, bagaimana cara distribusi produknya, dan lain sebagainya.

Mereka fokus menjalankan bisnis asuransi seperti bisnis mereka sendiri. Tidak heran jika pada akhirnya orang-orang seperti ini mencapai Top position di perusahaan asuransi mereka masing masing.

Bila kamu memperlakukan bisnis asuransi Allianz ini seperti layaknya bisnis yang sebenarnya, maka bisnis ini akan berkembang luar biasa dahsyatnya. Namun bila Anda memperlakukannya seperti hobi, maka bisnis  asuransi Allianz ini juga akan menjadi layaknya hobi.

Nah bagi Andayang masih bekerja di kantor namun ingin mengembangkan bisnis asuransi Allianz ini maka Anda harus menyediakan waktu setiap harinya untuk fokus di bisnis ini.

Biarkan 8-9 jam menjadi milik kantor Anda, namun setelah lewat waktu kerja, Anda harus komitmen untuk memberikan beberapa jam, entah itu 2-3 jam, untuk fokus mengerjakan bisnis ini.

Progressnya bakal lebih lama, namun konsisten. Percayalah. Saya telah membuktikannya. Dari yang dulunya hanya part time di bisnis ini karena masih nyambi sambil kerja kantoran, sekarang sudah full time di bisnis asuransi Allianz ini.

3. Tidak Mau Keluar Dari Zona Nyaman

Sebagian besar dari antara kita pasti sudah terbiasa tinggal di zona nyaman. Memang sih rasanya enak banget, gak ada ketakutan, gak ada perasaan deg-degan, gak ada stress. Pokoknya nyaman banget deh. Tapi tahu gak sih kamu, jika zona nyaman itu tidak bakal bikin Anda berkembang.

Dalam bisnis asuransi Allianz, Anda diharuskan untuk membangun jaringan/network, dan mencari downline sebanyak mungkin agar bisnis ini dapat menguntungkan.

Nah bila Anda masih senang berada di zona nyaman (Anda tidak mau ditolak oleh orang lain, Anda tidak mau belajar mengembangkan diri, Anda tidak mau repot mencari cara kreatif untuk merekrut downline, dan lain sebagainya), bisa dipastikan bisnis Asuransi Allianz Anda tidak akan berjalan sukses.

Intinya Anda harus terus bertumbuh, harus terus improve diri, rasanya memang tidak nyaman banget, namun itu justru baik buat Anda ke depannya.

Contoh orang yang suka sekali gym. Setiap kali gym pasti otot mereka terasa sakit hampir di seluruh tubuh. Rasanya gak enak dan gak nyaman, tapi terus mereka lakukan dan berusaha dinikmati, tujuannya agar otot mereka terus bertumbuh menjadi besar dan kuat.

Sama seperti di bisnis asuransi Allianz ini. Anda harus belajar menikmati rasa tidak nyaman itu. Rasanya memang gak enak sih, tapi itu baik bagi diri dan bisnis Anda.

4. Tidak Punya Motivasi Kuat

Salah satu hal yang membuat semangat Anda tetap berkobar dalam menjalankan bisnis asuransi Allianz ini adalah “Motivasi”.  Setiap orang pasti punya alasan kuat mengapa mereka mau menjalankan bisnis  ini.

Entah itu ingin kaya, ingin keluar dari kantor, ingin bisa bebas bekerja tanpa terikat waktu, dan lain sebagainya. Namun ada alasan yang mendasari semua itu. Dan saya menyebut alasan ini sebagai “deep and selfish reason”.

Bila Anda bisa mendapatkan your deep and selfish reason, maka saya jamin semangan Anda tidak akan pernah padam. Anda akan tetap semangat mengejar sukses dan ketika semangat Anda turun, Anda bakal bisa bangkit lagi dengan mudah.

Bagaimana Cara Mencari “Deep and Selfish Reason”?

Caranya mudah saja, Anda harus bongkar terus alasan Anda sampai ke dalam. Saya akan berikan satu contoh.

Ada seseorang yang ingin menguruskan berat badannya, kemudian saya tanyakan mengapa dia ingin kurus. Dia menjawab, supaya dapat memakai baju-baju kesukaannya.

Kemudian saya tanya lagi, mengapa kamu ingin memakai baju kesukaanmu? Sambil tertawa kemudian dia menjawab, “Supaya dapat terlihat paling oke ketika jalan-jalan di mall.”

Kemudian saya tanya lagi, “Mengapa kamu ingin terlihat oke di mall?” “Supaya suami saya ngga melirik cewek-cewek lain.”, jawabnya.

Kemudian saya tanya lagi, “Mengapa kamu ingin supaya suamimu ngga melirik cewek lain?”

Dan dengan suara meninggi dia menjawab dan menceritakan masalah yang dialami, ternyata dia hanya ingin pengakuan, dia hanya ingin disayangi oleh suaminya yang memang ternyata pernah selingkuh.

“Pengakuan dan ingin disayangi oleh suami” inilah yang menjadi deep and selfish reasonnya.

Ketika dia sedang down atau kecapean menjalani diet dan workout, maka alasan itu yang akan menjadi energi baginya untuk bangkit lagi.

Demikian juga dengan kita. Deep and Selfish Reason ini harus kita gali terlebih dahulu agar kita memiliki alasan kuat untuk menjalankan bisnis asuransi Allianz ini dengan sukses.

Membangun bisnis asuransi Allianz memang tidak gampang. Saya akui itu. Perlu kemauan dan kerja keras agar supaya bisa sukses. Banyak orang yang gagal menjalankan bisnis ini karena dia tidak mau mengembangkan dirinya dan keluar dari zona nyamannya.

Tidak sedikit yang harus diupayakan untuk membangun bisnis asuransi Allianz ini, diantaranya seperti :

1. Anda harus terbuka dan mau untuk diajar, serta mau menerima pemikiran atau mindset baru.

2.  Anda harus memperlakukan bisnis asuransi Allianz seperti bisnis pada umumnya.

3.  Anda harus mau keluar dari zona nyaman.

4. Anda harus mempunyai motivasi kuat untuk bisa tetap semangat menjalankan bisnis asuransi Allianz ini. (Find your Deep & Selfish Reason)

daftar menjadi agen asuransi allianz