Mendapatkan Prospek dari Blog

Lima tahun yang lalu, saya pernah membuat dua blog, dan semuanya ZONK! Ketiga blog tersebut sengaja saya buat untuk membahas tentang perusahaan Asuransi Allianz, dan produk-produknya.

Awalnya sih, saya sangat berharap website tersebut dapat mendatangkan prospek, namun kenyataannya. Nggak ada satupun yang join ? Sudah susah-susah bikin blog, pusing nulis konten, masih nggak dapet hasil juga!

Hal tersebut membuat saya terus mencari-cari strategi lain yang memang dapat diterapkan di bisnis ini. Dan akhirnya saya menemukan satu strategi yang kemudian saya gunakan hingga saat ini.

Dari strategi tersebut, saya belajar banyak hal, dan salah satunya adalah “Mengapa beberapa website yang pernah saya buat, tidak dapat mendatangkan prospek.”

Di artikel ini saya akan bahas apa-apa saja sih yang menyebabkan blog saya menjadi tidak efektif, dan tidak dapat mendatangkan prospek untuk bisnis ASURANSI.

  1. Jualan Jualan Jualan

Ingin mendapatkan income stream lain adalah keinginan semua orang, apalagi passive income. Ketika uang menjadi prioritas di hidup Anda, maka tidak heran, ketika menjalankan bisnis Asuransi Allianz, fokus Anda hanya di jualan jualan dan jualan.

“Apakah hal itu salah?”

Nggak salah, karena memang fokus untuk berbisnis adalah menghasilkan lebih banyak uang. Namun ketika fokus utama Anda hanya berjualan, itulah yang salah. Beberapa blog yang pernah saya buat sebelumnya, fokusnya hanya untuk jualan.

Saya nggak pernah memberikan value apapun kepada pengunjung blog saya. Fokus saya adalah untuk memamerkan barang dagangan, atau peluang bisnis, dengan harapan orang lain akan tertarik untuk membelinya.

“Apakah ada yang salah dengan strategi ini?”

“Nope, nggak ada yang salah!”

Yang salah adalah, karena produk ataupun peluang bisnis yang saya tawarkan, adalah produk atau peluang bisnis Asuransi.

“Loh emang ada yang salah dengan Asuransi?”

Tidak ada yang salah dengan bisnis AsuransiI, namun, hanya saja, image bisnis ini mungkin kurang bagus di sini. Jadi ketika Anda menawarkan produk atau bisnis Asuransi melalui blog Anda, gunakan cara yang cerdik! Jangan asal hanya jualan, jualan, dan jualan.

Berikan Value

Nah yang perlu Anda lakukan adalah merubah fokus Anda dari jualan, ke “providing value.”

“Value seperti apa sih yang dimaksud?”

Value disini bisa berupa artikel-artikel yang bermanfaat bagi pengunjung blog Anda. Sebagai contoh, jika perusahaan Asuransi dimana Anda bergabung tersebut, menjual produk asuransi penyakit kritis, maka sediakan artikel-artikel yang berhubungan dengan berbagai penyakit kritis.

Contoh, Anda bisa memberikan artikel tentang, cara terhindari dari penyakit stroke yang dapat dilakukan sendiri di rumah.

Contoh lain, Anda bisa memberikan artikel tentang resep-resep makanan untuk diet, yang bisa dibuat sendiri dalam waktu kurang dari 10 menit.

Ketika fokus Anda adalah memberikan value buat pengunjung blog Anda, maka mereka akan lebih menerima diri Anda. Mereka jadinya akan lebih terbuka terhadap produk dan peluang bisnis yang Anda tawarkan. Dan ketika suatu saat Anda menawarkan produk asuransi Anda, maka mereka akan lebih bisa menerima produk tersebut, meskipun itu adalah produk-produk dari perusahaan Asuransi.

  1. Tidak Menyebutkan Nama Perusahaan ASURANSI

Kesalahan kedua yang pernah saya lakukan adalah, tidak menampilkan secara terang-terangan perusahaan Asuransi saya di blog. Ketika Anda ingin menawarkan produk Asuransi Anda, maka Anda harus yakin terhadap produknya, dan juga harus mencintai produknya, sehingga Anda punya rasa percaya diri untuk menawarkannya pada orang lain.

Namun ketika menawarkan pada orang lain, sebisa mungkin Anda harus secara terang-terangan menyebutkan nama perusahaan Asuransi nya misal asuransi Allianz. Kebanyakan orang jarang melakukan hal ini. Mereka tidak secara terang-terangan menampilkan nama perusahaan asuransi nya di blog mereka.

Saya yakin sekali, Anda pasti juga sudah sering melakukannya, atau bahkan saat ini pun masih melakukannya bukan?  Ini adalah kesalahan yang mungkin tidak disadari banyak orang, termasuk saya dulu.

Setelah saya test dan trial dengan menampilkan segala hal yang berbau perusahaan Asuransi Allianz, ajaibnya, orang-orang menjadi tertarik untuk membeli produk asuransi Allianz tersebut dan bahkan menjadi tertarik untuk bergabung menjadi mitra/agen di bisnis Asuransi nya.

jadi mulai sekarang, sebisa mungkin wajib menampilkan nama perusahaan asuransi Allianz di blog Anda, bahkan di postingan-postingan Facebook atau Instagram Anda

“Catet ya! Penting ini!” Anda tidak perlu malu untuk menampilkannya karena toh Anda kan memang sudaah menjadi mitra/agen asuransi Allianz sekarang. Mengenai hal ini, Bisa saya ajarkan teknik teknik nya lebih dalam lagi jika Anda bergabung menjadi mitra/agen di grup ini.

  1. Design Website/Blog Yang Berantakan

Kesalahan ketiga adalah design blog/website yang jelek.

“Wooow.. memang ngaruh ya”

“Ngaruh banget tau!”

Website atau blog Anda itu adalah perwakilan diri Anda secara online. Jadi seperti apa bentuk blog Anda, itu mewakili seperti apa diri Anda di dunia nyata. Plus, design blog Anda itu akan menjadi personal branding Anda. Pemilihan warna, pemilihan font, penggunaan foto, dll, itu akan jadi ciri khas Anda nanti nya. Jadi jangan ngasal juga dalam memilih design website.

“Tapi saya kan bukan designer!”

Itu bukan alesan sih! Soalnya sekarang ini banyak banget jasa design berbayar yang bertebaran di dunia maya.

Yang perlu Anda lakukan adalah memilih mana penjual jasa design website yang cocok dari sisi design dan kantong Anda kemudian Anda tinggal bayar dan minta dia untuk membuatkannya untuk Anda.

  1. Konten nya Tidak Bermanfaat

Seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya. Ketika blog Anda isinya hanya jualan, jualan, dan jualan, maka orang juga akan menjadi malas mengunjungi blog Anda.

Ingat: “People don’t like to be sold, but they love to buy!”

Jadi Anda boleh langsung hard selling pada orang yang memang sudah benar-benar tertarik pada produk asuransi atau peluang bisnis asuransi yang Anda tawarkan, namun jangan pernah lakukan hal tersebut pada orang yang belum tahu sama sekali tentang produk ataupun peluang bisnis yang Anda tawarkan.

Daripada fokus menjual terus, mendingan fokuslah memberikan value atau manfaat di blog Anda. Manfaat yang dimaksud disini bisa bermacam-macam, bisa berupa artikel, video, podcast, ataupun apapun yang memberikan manfaat bagi pengunjung blog Anda.

Sehingga ketika pengunjung blog Anda merasakan manfaat dari blog Anda, maka mereka akan lebih terbuka terhadap produk ataupun peluang bisnis apapun yang Anda akan tawarkan kelak.

  1. Tidak Memiliki Opt-In

“Kesalahan terakhir ini, nggak akan pernah saya ulangi lagi!”

Sebelum saya lanjutkan, apakah Anda sudah tahu apa itu opt-in? Opt-in adalah tempat dimana orang-orang bisa memasukkan email atau nomor telepon mereka, entah itu untuk subscribe artikel di blog-Anda ataupun untuk men-download sesuatu, entah itu e-book, video, dll.

Di blog-blog saya yang sebelumnya, saya nggak pernah menyediakan Opt-in, dan kesalahan ini yang membuat saya kehilangan sebagian besar prospek saya. Ketika blog Anda tidak memiliki opt-in, itu sama saja membiarkan prospek lewat begitu saja dari blog Anda. Beda, ketika Anda memiliki opt-in.

Jika pengunjung blog Anda merasa tertarik untuk mengenal Anda lebih lagi, atau tertarik untuk mendapatkan artikel-artikel dari Anda, maka mereka pasti akan memasukkan email atau nomor telepon mereka di opt-in.

Email-email atau nomor-nomor telepon ini nantinya dapat Anda follow up lebih lanjut, sehingga Anda nggak akan kehilangan pengunjung blog Anda begitu saja.

Jadi membangun blog untuk bisnis Asuransi itu ada seni-nya. Nggak asal bikin dan langsung bisa mendatangkan prospek. Tidak boleh asal tempel juga, karena design blog yang bagus itu ternyata sangat berpengaruh terhadap persepsi orang terhadap Anda.

daftar menjadi agen asuransi allianz