Memilih Perusahaan yang Bagus sebagai Partner

Memilih perusahaan asuransi yang solid di zaman sekarang tidaklah sulit. Cukup Anda cari tahu melalui internet, dan Anda akan temukan data tentang perusahaan asuransi tersebut. Biasanya saya pribadi tidak pernah mencari data perusahaan dengan membuka web perusahaan tersebut.

Karena website perusahaan tentu akan ditulis menurut kepentingan dari perusahaan tersebut. Oleh karena itu carilah data melalui situs situs independen yang biasa melakukan pemeringkatan sebuah perusahaan yang bagus.

Akan lebih baik bila perusahaan tersebut merupakan perusahaan go public, sehingga setiap data yang dikeluarkan pasti sudah melalui auditor terpercaya. Bila perusahaan lokal, cobalah cari data tentang berapa lama didirikan dan siapa pemiliknya. Karena perusahaan asuransi adalah jenis perusahaan yang membutuhkan waktu lama untuk mendapatkan laba.

Sehingga bila pemilik mengharapkan keuntungan besar dalam waktu yang singkat maka hal ini sulit untuk diwujudkan. Sering kita melihat banyak perusahaan asuransi yang dijual karena pemilik merasa tidak sanggup untuk menyuntik modal.

Semakin besar perusahaan bertumbuh maka dibutuhkan dana segar untuk menopang operasional dan persyaratan Risk Based Capital (RBC) yang diberlakukan pemerintah dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Bila perusahaan asuransi asing, coba masuk ke situs Fortune Global 500, Forbes Global 2000, dan Peringkat Rating Internasional.

Dengan melihat peringkat di situs tersebut, Anda bisa melihat berapa besar perusahaan tersebut berkiprah secara internasional. Semakin tua usia perusahaan tersebut akan sangat menentukan. Karena bila sudah berdiri di atas 100 tahun tentunya sudah melewati tahun tahun masa perang dunia satu maupun dua, yang saat itu perekonomian dunia hancur.

Dengan melewati masa itu setidaknya menunjukkan ketahanan finansial perusahaan tersebut. Dan sebagaimana perusahaan internasional, berapa banyak perusahaan tersebut beroperasi di belahan dunia. Dan cari data bagaimana komitmen perusahaan tersebut bila sudah berada di sebuah negara.

Sebagai gambaran di Indonesia, cukup banyak perusahaan besar yang masuk dengan melihat pangsa pasar di negara ini. Dan dalam jangka tertentu bila tidak bisa berkembang, atau dengan alasan yang lain, dengan mudahnya mereka meninggalkan Indonesia. Dengan menjual perusahaan ke perusahaan yang lain.

Memang dalam hal ini nasabah tidak dirugikan, karena polis yang dibeli tetap akan berlanjut dengan ketentuan yang sama, dan perusahaan yang baru mempunyai kewajiban sesuai yang tercantum di polis. Namun kita sebagai pebisnis akan mengalami perubahan sistem dengan mengikuti sistem kompensasi perusahaan yang baru.

Memang tidak selalu merugikan, karena bila diakuisisi oleh perusahaan asuransi yang lebih bagus maka tentunya akan lebih menguntungkan. Namun bila mendapatkan perusahaan yang tidak lebih bagus sistemnya, maka akan merugikan kita sebagai pebisnis, baik kepada kita pribadi maupun seluruh team yang sudah kita kembangkan.

Tidak jarang banyak pengalaman yang terjadi seakan kita memulai bisnis baru, dan semuanya seakan memulai dari awal. Tentu saja hal ini merugikan waktu kita sebagai pebisnis. Karena membangun bisnis tentu ada waktunya panen.

Dengan situasi ini kita dipaksa untuk menabur ulang. Nama besar perusahaan asuransi cukup penting. Karena menjual dengan nama besar akan lebih mudah bila dibanding dengan nama yang belum dikenal atau baru berdiri. Bila nama besar tersebut sudah eksis lama di dunia, namun baru lahir di Indonesia, tidak perlu ditakutkan.

Karena kalau Anda menunggu perusahaan tersebut hadir lebih lama di Indonesia, maka Anda akan kehilangan momentum. Kecuali Anda hanya berpikir sebagai penjual saja. Kalau Anda berpikir sebagai pembangun bisnis, maka diperlukan sesuatu yang baru dan Anda akan menikmati momentumnya.

Karena sebagai perusahaan dunia yang besar dan baru di Indonesia, maka perusahaan asuransi tersebut biasanya akan melakukan banyak hal untuk memajukan perusahaannya. Yang perlu diperhatikan adalah sejarah perusahaan tersebut apakah mempunyai rekam jejak sering keluar masuk dalam sebuah negara.

Dimana hal ini menunjukkan perusahaan ini tidak mempunyai komitmen dalam membangun bisnis. Mereka hanya mau menikmati keuntungan. Dan bila dalam kurun waktu tertentu tidak menghasilkan keuntungan yang diharapkan, dengan mudahnya mereka menjual perusahaan asuransi nya ke perusahaan lain.

Karena sudah banyak pengalaman  ini terjadi di Indonesia. Bahkan beberapa perusahaan yang sudah keluar tetapi masuk lagi ke Indonesia begitu ada kesempatan. Sebagai Pilar Pertama, sebuah perusahaan adalah merupakan bagian yang penting, yang akan menghantar Anda menuju pilar selanjutnya.

daftar menjadi agen asuransi allianz