Just Do It

Kali ini saya tidak akan membahas mengenai bisnis Asuransi, tapi saya ingin share tentang mindset. Dan saya pikir, hal ini akan menjadi penting bagi Anda dalam menjalankan bisnis Asuransi Allianz nanti nya.

Sebelumnya, saya ingin tanya?

Anda punya Goal atau tujuan pribadi nggak yang ingin Anda capai? Saya pribadi sih punya Goal yang harus saya capai. Dan saya yakin Anda juga pasti punya goal atau impian yang ingin Anda wujudkan..

Namun faktanya, goal bisa bikin Anda tertekan, bahkan stress.

Dan ini yang saya alami beberapa bulan yang lalu karena memikirkan goal yang nggak pernah kunjung tercapai kemudian saya menemukan pengetahuan baru yang merubah mindset saya tentang goal. Semenjak itu, stress yang sering datang, pelan-pelan mulai bisa saya atasi. Perubahan di hidup juga mulai bisa saya rasakan.

Oleh karena itu, artikel ini saya ingin share pada Anda semua tentang mindset goal yang benar. Dan apabila Anda juga mengalami hal yang sama seperti yang saya alami yaitu stress berlarut-larut karena memikirkan goal yang belum juga tercapai maka saya berharap artikel ini dapat merubah cara pandang Anda tentang goal, dan ini juga akan merubah hidup Anda.

Goal itu penting!

Yes, hal itu benar! Karena tanpa goal, Anda seperti gak punya arahan dalam hidup. Masing-masing orang punya goal yang berbeda-beda.

Ada yang punya goal ingin turun berat badan hingga 40 kilogram.

Ada yang punya goal ingin resign dari kantor dan sukses menjalankan bisnis Asuransi.

Ada pula yang punya goal ingin memulai bisnis sendiri, dan lain sebagainya.

Intinya, tiap-tiap orang pasti punya goal yang berlainan, dan bahkan ada beberapa orang yang punya multiple goal sekaligus. Memiliki goal itu sangatlah wajar, dan saya pikir hal itu adalah sebuah keharusan. Tanpa goal, kita seperti tidak tahu harus kemana, dan seperti membuang-buang waktu saja dalam menjalani kehidupan.

Keluar sebentar dari topik Goal. Sekarang saya ingin membahas sedikit mengenai “rasa kecewa”.

Apakah Anda tahu darimana rasa kecewa itu muncul? Apakah ada yang tahu rumus kecewa? Jadi kecewa itu muncul bila ekspektasi kita terhadap suatu hal itu lebih tinggi dari realitas yang terjadi.

Rasa Kecewa = Ekspektasi > Realitas

Sebagai contoh :

Ketika Si C ingin membuat logo baru untuk kemasan snack yang akan dia jual, maka dia iseng-iseng memilih vendor lain. Dari porfolionya sih meyakinkan, dan akhirnya setelah dia memberikan gambaran logo yang dia inginkan, kemudian dia deal untuk dibuatkan logo oleh vendor tersebut.

Sebelum logo jadi, dia sudah memiliki ekspektasi logonya nanti seperti apa nanti, warnanya seperti apa, bentuknya seperti apa, dan lain sebagainya. Namun setelah seminggu berlalu dan logo itu dikirim, ternyata hasilnya jauh dibawah ekspektasi nya, dan itulah yang membuat dia kecewa.

Rasa kecewa dia muncul karena ekspektasi nya lebih besar dari kenyataan atau realitanya.

Sehingga rasa kecewa ini juga akan Anda rasakan bila Anda “hanya” berfokus pada Goalmu. Goal itu biasanya memiliki porsi yang BESAR.

Contohnya, bila sekarang berat Anda 100 kilogram, dan Anda memiliki goal untuk menurunkan berat badanmu menjadi 60 kilogram, maka Anda harus bisa memangkas berat badanmu sekitar 40 kilogram.

Itu adalah goal yang punya porsi besar, dan perlu waktu untuk mewujudkannya. Menurunkan berat badan 40 kilogram itu sudah jelas nggak mungkin dilakukan dalam waktu singkat, dan sudah pasti perlu waktu, dan usaha keras.

Contoh lainnya bila Anda memiliki goal untuk resign dari kantor dan sukses menjalankan bisnis Asuransi Allianz. Porsi goal ini juga besar, karena melihat kondisi saat ini dimana Anda hanya punya satu income stream, yaitu gaji dari kantor saja, dan juga gaji Anda saat ini masih kecil, apalagi waktu Anda banyak habis untuk mengerjakan pekerjaan kantor.

Dengan kondisi seperti itu, Anda harus tahu bahwa untuk sukses di bisnis Asuransi Allianz, Anda harus menyisihkan waktu, pikiran, dan juga uang. Dan Anda harus menyadari untuk sukses di bisnis Allianz dengan kondisi seperti itu, Anda bakal butuh waktu yang nggak singkat.

Kebanyakan dari kita ini punya mentalitas instan, apalagi terhadap goal kita. Saya yakin ada diantara Anda yang pernah berpikir, “Kok goalku ngga tercapai-capai ya, padahal sudah sekian bulan menjalankan bisnis Asuransi Allianz, tapi nggak sukses-sukses.”

Dan kemudian Anda desperate sendiri, akhirnya keras hati dan meninggalkan bisnis ini. Hal itu biasanya muncul, karena Anda masih memiliki mentalitas instan, artinya Anda nggak ingin kerja keras. Anda nggak ingin spend waktu yang lama untuk sukses.

Anda hanya ingin bisa sukses dalam waktu singkat dan bisa dapat uang tanpa kerja. Jadi lupakan untuk menjalankan bisnis apapun ya, bila Anda masih memiliki mindset seperti itu.

Mentalitas instan ini yang kemudian membuat Anda melihat Goalm Anda terlalu susah dicapai, karena jarak antara goal dan realita saat ini terlalu jauh.

Coba bayangkan saja, menurunkan berat badan 40 kilo itu susahnya seperti apa, dan butuh waktu berapa lama. Membayangkan goal ini saja rasanya udah lemas, dan terlihat mustahil. Dan inilah yang biasanya membuat Anda stress dan tertekan.

“Tapi justru itu adalah pemikiran yang salah!”

Goal itu boleh diciptakan, tapi kemudian harus dilupakan segera setelah target-target tercipta. Jadi setelah Anda tetapkan goalmu, misalnya turun berat badan 40 kilogram. Maka yang harus Anda lakukan selanjutnya adalah menetapkan target-target kecil agar goal besarmu ini nanti bisa tercapai.

Contohnya:

  1. Setiap pagi harus lari minimal sejauh 3 kilometer.
  2. Setiap hari porsi nasi putih dikurangi setengahnya.
  3. Angkat beban paling tidak minimal 1 jam setiap malam.
  4. Bulan pertama berat badan berkurang 2 kilogram, dan bulan berikutnya harus konsisten turun.
  5. dan lain sebagainya.

langkah diatas itu adalah contoh target-target kecil yang seharusnya menjadi fokus utama Anda, BUKAN Goalnya, melainkan target-target kecilnya. Setelah Anda menetapkan target-target tersebut, maka saat itu juga LUPAKAN GOAL Anda, dan fokus lah di target-target tersebut. Lakukan target-target tersebut secara konsisten dan terus menerus.

Ketika Anda menjalankan target-target tersebut secara konsisten dan terus menerus, saya yakin sekali nanti suatu saat akan terasa hasilnya, entah itu hasil kecil atau besar, tapi pasti akan ada hasilnya.

Misalkan pada contoh diatas, setelah melakukan hal-hal kecil tersebut secara konsisten, ternyata dalam sebulan berat badan turun 2 kilogram. Itu bukanlah hasil yang besar, namun ketika Anda tahu bahwa tindakan-tindakan kecil yang Anda kerjakan memberikan hasil, maka hal itu pasti akan memberikan dorongan lebih kepada Anda untuk mengerjakan hal-hal tersebut lebih dan lebih baik lagi dari sebelumnya.

Contoh lain adalah dalam bisnis Asuransi Allianz. Misalkan goal Anda adalah untuk mencapai level Business Partner (BP).

Maka Anda harus membuat target-target kecil, seperti menjual 2 produk asuransi Allianz secara konsisten setiap minggu. Dari situ Anda tahu apa yang harus Anda kerjakan setiap hari, misalkan memprospek 10 orang tiap hari; mendapatkan 20 prospek setiap hari lewat sosial media, dan lain sebagainya.

Dan ketika Anda melakukan hal tersebut setiap hari secara konsisten, ternyata dalam seminggu Anda berhasil mendapatkan 6 calon klien yang serius. Dari 6 orang tersebut ternyata 2 orang yang akhirnya menjadi klien Anda dan membeli produk asuransi Allianz yang Anda tawarkan.

Hasil tersebut mungkin masih dibawah goal Anda, namun akan memberi Anda semangat untuk terus mencari prospek setiap hari. Tindakan konstan yang terus menerus Anda lakukan ini akan membawa Anda perlahan-lahan pada goal Anda. Suatu saat, Anda akan menyadari bahwa goalmu ternyata sudah tercapai.

Jadi inti dari sharing saya di artikel ini adalah, kita semua memiliki goal yang berbeda-beda. Goal yang kita punyai ini cenderung bersifat massive, atau besar, dan biasanya sulit dicapai dalam waktu singkat.

Yang perlu kita sadari adalah, kita ngga boleh berfokus pada goalnya, karena ketika kita menyadari jarak antara goal dan realitas saat ini terlalu jauh, maka kita akan cenderung merasa tertekan karena goal kita nggak kunjung tercapai.

Sebaliknya, fokuslah pada target-target kecil yang dibuat untuk mencapai goal tersebut. Setelah target-target kecil dibuat, saat itu juga lupakan goalnya, dan mulai kerjakan hal-hal kecil yang bisa dikerjakan secara konsisten.

Ketika Anda sungguh-sungguh mengerjakan hal-hal tersebut secara konsisten, maka suatu saat akan ada hasil-hasilnya. Inilah yang akan memacu Anda untuk terus mengerjakan target-target kecil tersebut. Lama-kelamaan Anda akan menyadari bahwa goal Anda ternyata sudah tercapai.

daftar menjadi agen asuransi allianz