Fokus pada Bisnis Asuransi Anda Sendiri

Saya pernah menjalankan beberapa macam bisnis, beberapa bisa berjalan, namun justru banyak yang gagal. Bisnis pertama saya adalah Bisnis MLM, namun saya gagal disitu karena memang saya gabung karena terpaksa.

Setelah itu saya bekerja sebagai karyawan kantoran. Meskipun saya sudah mendapatkan pendapatan tetap dari perusahaan, namun dalam diri saya selalu muncul keinginan untuk menambah income stream lain lewat berbisnis.

Setelah membaca artikel-artikel bahwa kita bisa mendapatkan banyak uang lewat internet, lalu saya memutuskan untuk belajar internet marketing. Dan nggak sengaja saya menemukan sebuah forum internet marketing. Disana ada seseorang yang bercerita kisah suksesnya membangun blog dan mendapatkan pendapatan fantastis lewat Google Adsense.

Spontan dong, emosi saya meluap kegirangan. Saya kemudian mulai menjalankan beberapa blog sekaligus. Pengennya sih bisa sukses di bisnis ini. Beberapa bulan saya lalui, dan saya hanya mendapat $1 atau $2 dari blog saya. Bila dihitung-hitung sih, saya tetap rugi.

Selanjutnya saya melihat teman saya yang berhasil menjalankan Affiliate Marketing, dan kemudian tanpa basa-basi saya langsung ikut-ikutan menjalankannya. Lalu apakah saya berhasil di Affiliate Marketing?

Nggak juga. Karena seperti yang bisa Anda tebak, beberapa bulan kemudian saya pindah lagi ke bisnis yang lain. Siklus seperti ini terus berlangsung selama beberapa tahun.

Kadang saya pindah ke bisnis baru, kadang saya kembali menjalankan bisnis lama. Namun siklusnya tetap sama, saya terus berpindah-pindah mengejar peluang emas, atau istilahnya “Shiny Object”.

Kondisi diatas membuat saya terjangkit sebuah penyakit yang terkenal dengan sebutan, “Shiny Object Sindrome” yaitu Sindrom yang dapat dengan mudah mengalihkan perhatian Anda kepada hal-hal lain yang lebih menguntungkan atau istilahnya Shiny Object.

Intinya, ketika terjangkiti sindrom ini, Anda dapat dengan mudah teralihkan dari satu peluang, ke peluang emas yang lain, meskipun Anda belum berhasil di hal yang sedang Anda jalankan sekarang. Sebetulnya sindrom ini bukan hanya ada di bisnis saja loh, tapi juga pada hal-hal lain.

Contohnya, bila Anda sedang ingin menguruskan badan, dan kebetulan Anda menemukan buku OCD Diets. Lalu, beberapa minggu Anda menjalankan diet tersebut, dan memang sih berat badan turun sedikit.

Di sela-sela waktu Anda, kemudian Anda iseng-iseng browsing di internet, dan menemukan artikel tentang Ketogenic Diet, beserta beberapa testimoni orang-orang yang sudah berhasil menjalankan diet tersebut. Kemudian Anda berpikir, “Hmm, boleh nih, siapa tau berat badan gue bisa turun cepet dengan diet ini!” Dan besoknya Anda langsung stop diet OCD dan kemudian menjalankan diet ketogenic.

Cerita diatas sepertinya terkesan biasa, namun justru akan membentuk mental kita menjadi tidak baik. Karena dengan membiasakan hal tersebut, lama kelamaan kita nggak sadar bahwa kita ternyata sudah terjangkiti shiny object syndrome. Apa saja sih bahaya dari sindrom ini ?

1. Sulit berhasil dalam bidang apapun

Inilah yang saya alami sebelumnya. Bisa dikatakan saya nggak pernah berhasil. Karena apa? Karena saya terus berpindah dari satu peluang ke peluang yang lain, meskipun apa yang saya kerjakan saat ini belum berhasil.

Bagaimana bisa berhasil, lha wong belum berhasil saja saya sudah berpindah ke peluang yang lain. Gampang beralih ke peluang yang lain juga membuat Anda tidak fokus mengerjakan sesuatu.

Dengan kurangnya fokus, maka hasil yang Anda dapatkan juga tidak banyak, bahkan bisa jadi gak ada hasil sama sekali.

2. Tidak pernah belajar dan ditempa

Ketika menjalankan sesuatu dan Anda rasa belum mendapatkan hasil, yang harus Anda lakukan adalah “Keep Going.” Jangan berhenti, dan terus jalani, dan cari strategi lain sampai Anda berhasil. Sedangkan bila Anda terjangkiti sindrom ini, sudah pasti Anda akan langsung mencari peluang lain, karena Anda merasa belum mendapatkan hasil apapun.

Ini yang membuat Anda gak pernah belajar sesuatu. Belum mendapatkan hasil, bukan berarti Anda gagal. Gagal itu bila Anda stop menjalankan usaha Anda. Ketika Anda terus keep going dan gak menyerah menjalankan usaha Anda, maka sudah pasti Anda akan belajar banyak hal.

Anda akan belajar strategi lain. Anda akan belajar pantang menyerah. Anda akan belajar fokus. Anda akan belajar mindset yang benar. Dan lain sebagainya.

3. Mental instan

Inilah jenis mentalitas yang paling gak disukai, yaitu mentalitas instan. Mentalitas ini menurut saya paling bahaya, karena segala sesuatu harus didapatkan dengan instan. Dan mentalitas seperti ini lama kelamaan akan terbentuk ketika kita membiarkan shiny object sindrome menjangkiti pikiran kita.

Mau kurus, harus bisa instan. Mau hilang jerawat, harus bisa instan. Mau bisa bahasa inggris, harus bisa instan. Mau sukses bisnis, harus bisa instan. Padahal kenyatannya tidak demikian. Semuanya perlu proses.

Ketika menjalankan sebuah bisnis selama beberapa waktu dan belum berhasil, orang-orang yang terjangkiti shiny object syndrome akan berpikir bahwa bisnis mereka telah gagal. Dan ketika menemukan peluang baru, maka bisnis yang sekarang akan langsung ditinggalkan, dan kemudian mereka akan langsung mengejar peluang yang baru.

Dan siklus yang sama akan berlanjut di bisnis-bisnis berikutnya. Mengapa bisa demikian? Karena mereka ngga sabaran! Mereka berpikir bahwa membangun bisnis itu bisa dilakukan dengan instan dan tanpa usaha keras. Dan mental seperti itu sangat berbahaya, karena bakal membuat kita tidak akan pernah berhasil.

Lalu bagaimana untuk mengobati sindrom ini..

1. Hilangkan mentalitas instan

Seperti yang pernah disebutkan sebelumnya, bahwa “Mental instan” adalah mentalitas yang berbahaya. Oleh karena itu, mental inilah yang pertama kali harus dibenahi. Yang perlu Anda tanamkan di pikiran Anda adalah, bahwa untuk mendapatkan apapun itu, semuanya perlu proses, dan tidak bisa instan.

Bisnis itu seperti bayi, yang harus dijaga, dan dipelihara. Kita perlu mengeluarkan uang untuk membeli keperluan bayi kita, merawat nya dengan hati-hati, sehingga bayi kita ini bisa bertumbuh dan menjadi dewasa.

Demikian juga dengan bisnis. Bisnis  pun perlu perhatian dan perlakuan khusus. Kadang kita perlu mengeluarkan uang untuk memelihara dan memenuhi kebutuhan bisnis kita. Itu adalah hal yang wajar, karena kita ingin melihat bisnis kita terus bertumbuh menjadi bisnis yang dewasa.

Kadang kita merasa bahwa bisnis kita belum memberikan hasil apapun, namun terus tanamkan di pikiran kita bahwa, agar bisnis kita bisa bertumbuh, maka kita perlu waktu untuk memelihara dan menjaga pertumbuhannya.

2. Mulai dari apa yang ada

Shiny object syndrome biasanya membuat kita lupa dengan apa yang ada sekarang. Ketika ada peluang bisnis lainnya yang lebih menggiurkan, kita cenderung akan teralihkan dan meninggalkan apa yang sedang kita kerjakan saat ini.

Meskipun apa yang sedang kita jalankan belum memberikan hasil. Yang perlu Anda lakukan adalah terus fokus pada apa yang Anda kerjakan saat ini. Fokus dan “Keep Going”, sampai usaha Anda berhasil.

3. Lupakan segera

Bila ada peluang bisnis lain yang lebih menggiurkan menghampiri Anda, maka Anda perlu ingat kembali apa yang sudah Anda kerjakan di bisnism Anda saat ini. Berapa effort yang sudah Anda keluarkan untuk membesarkan “bayi Anda.” Bila memang peluang baru tersebut mengganggu Anda, maka “Segera lupakan.”

Mengejar peluang bisnis baru tidaklah salah. Tidak ada salahnya kita menambah income stream lainnya. Namun yang perlu diwaspadai adalah ketika kita “gampang sekali” teralihkan kepada peluang bisnis lain yang lebih menggiurkan, padahal kita belum berhasil mengerjakan apa yang ada di tangan kita saat ini.

Sindrom seperti ini akan membuat kita sulit berhasil dalam hal apapun, membuat kita tidak pernah belajar hal-hal baru, dan membentuk mentalitas kita menjadi mentalitas instan yang sangat berbahaya.

Yang perlu kita lakukan untuk mengatasi sindrom ini adalah dengan menghilangkan mental instan, dan mulai berpikir bahwa usaha yang kita kerjakan sekarang ini seperti usaha kita membesarkan bayi. Perlu waktu, perlu pengorbanan, perlu biaya, dan perlu perhatian ekstra.

daftar menjadi agen asuransi allianz