Faktor Penyebab Agen Asuransi Gagal

Dalam menjalani profesi/pekerjaan apapun, kadangkala kegagalan bisa saja terjadi. Tidak ada dalam kamus manapun misalnya jika 10 orang menjalani profesi tertentu maka semuanya akan berhasil.

Contoh dari 10 orang yang belajar menjadi seorang programmer, mungkin saja pada akhirnya yang benar benar berhasil menjalani profesi sebagai programmer yang sukses hanya segelintir saja katakanlah 2 orang sedangkan yang 4 orang lagi hanya menjadi programmer yang biasa biasa saja sedangkan sisanya akan berakhir dengan menjalani profesi lain di luar itu.

Contoh lainnya, misal dari 20 orang pengusaha/pebisnis yang merintis usaha dari 0, mungkin hanya 3 orang yang benar benar menjadi seorang pengusaha sukses, sedangkan sisanya ada yang hanya menjadi pengusaha yang biasa biasa saa dan bahkan mungkin ada yang akhirnya banting stir menjadi karyawan. Apakah Anda merasa familiar dengan fenomena seperti ini ?

Hukum kayak begini sepertinya berlaku untuk semua profesi dan pekerjaan termasuk juga bagi yang menjalani profesi sebagai agen asuransi. Pasti Anda merasa penasaran, sebenarnya apa sih yang menjadi faktor utama penyebab agen asuransi gagal dalam menjalankan profesi nya? Apakah menjadi seorang agen asuransi itu susah? Mari kita simak penjelasan di bawah ini mengenai faktor penyebab agen asuransi gagal.

Agen asuransi tidak / kurang mempunyai ketrampilan menjual.

Pada umumnya di beberapa perusahaan asuransi terjadi hal yang ironis. Para agen asuransi diajar ketrampilan penjualan oleh para trainer yang notabene bukan pelaku bisnis.

Tanpa bermaksud mengecilkan arti peranan trainer, tentunya akan lebih efektif bila peran pengajar yang berhubungan dengan skill penjualan dilakukan oleh para leader yang secara fakta mereka sudah terbukti adalah pelaku di lapangan. Sehingga apa yang diajarkan adalah merupakan pengalaman nyata, aktual, dan bukan sekedar teori belaka

Agen asuransi tidak mempunyai pengetahuan seputar bisnisnya.

Banyak team yang tidak mempunyai meeting berkala yang rutin. Dalih kesulitan mengumpulkan agen karena waktu yang tidak sesuai merupakan salah satu alasan utama nya. Padahal sesungguhnya team leader tidak mempunyai kompetensi untuk menyiapkan materi dan bahan yang akan disampaikan.

Kondisi demikian membuat agen tidak mempunyai wawasan dan pengetahuan yang cukup seputar bisnis yang digelutinya. Hal demikian membuat agen tidak percaya diri ketika masuk dalam proses memasarkan dan menangani keberatan nasabah.

Agen asuransi tidak mempunyai keinginan belajar.

Dengan tidak mempunyai sistematika pengajaran yang baik, membuat agen tidak mempunyai keinginan untuk belajar. Mereka tidak melihat manfaat dari belajar. Yang mereka rasakan adalah belajar itu membosankan. Bahkan ruang training adalah tempat yang paling dihindari.

Agen asuransi tidak berada pada atmosfir kompetitif.

Bila Anda berada dalam lintasan orang yang berjalan lambat, dan gerakan Anda sedikit lebih cepat dari lingkungan Anda, kadang membuat Anda merasa sudah lebih baik. Lain halnya bila lingkungan di sekeliling Anda berlari cepat. Maka mau tidak mau, juga akan berusaha lebih cepat karena Anda tidak ingin berada di barisan paling belakang.

Demikian juga dengan seorang Agen, bila berada di dalam team dan kantornya, teman teman yang lain melakukan aktivitas yang rendah, maka akan jadi kelihatan aneh bila dia sendiri beraktivitas tinggi.

Sebaliknya, bila suasana kantor dan team nya sudah terbiasa melakukan aktivitas dan pencapaian premi yang tinggi, maka secara otomatis hal itu akan melecut semangat si agen tersebut untuk bisa mengimbangi atau bahkan melampaui prestasi dari rekan rekan seperjuangannya.

Agen asuransi tidak disiplin.

Kata disiplin adalah kata yang tidak disukai oleh hampir banyak orang. Sehingga banyak leader takut melakukan atau mengajarkan kedisiplinan kepada para Agennya. Menciptakan kebiasaan disiplin banyak ragamnya. Dengan tidak disiplinnya Agen, otomatis sikap dan perilakunya akan menghambat kesuksesannya.

Agen asuransi tidak mempunyai track success.

Dengan tidak adanya track yang menuntun mereka, membuat Agen tidak mempunyai arah dan tujuan. Rutinitas melakukan prospek setiap saat, hanya mengejar komisi semata yang pada akhirnya akan membuat mereka cepat jenuh. Ketika mengalami hambatan di lapangan, hal itu akan membuat mereka cepat putus asa.

Itulah beberapa faktor penyebab agen asuransi gagal. Jika Anda ingin menjadi seorang agen asuransi yang berhasil maka Anda harus menghindari faktor penyebab kegagalan di atas. Anda bisa bergabung untuk menjadi agen asuransi Allianz di sini apabila Anda ingin diajar dan dibimbing hingga menjadi seorang agen asuransi yang handal dan sukses.

daftar menjadi agen asuransi allianz