Support System di Bisnis Asuransi Allianz

Apakah bisnis asuransi Allianz  membutuhkan support system ?

Tentu saja butuh. Karena dengan sistem kompensasi royalti 5 generasi, penghasilan terbesar di dapat dari generasi yang ke lima. Makin jauh generasi, makin banyak teamnya. Tanpa support sistem, maka seorang leader tidak akan bisa menjangkau ke generasi yang jauh di bawah nya.

Mungkin kita bisa menjangkau generasi satu dan dua. Namun untuk generasi ke 3 dan seterusnya, Anda tidak mudah untuk menjangkaunya. Bahkan banyak yang tidak Anda kenal. Pengajaran yang diberikan pada generasi satu akan sama dengan yang diterima pada generasi lima. Apabila terjadi bias tidak akan menghilangkan prinsip prinsip utama. Bias bisa terjadi pada ranting ranting.

Dengan sistem ini, maka tidak ada lagi pemimpin yang menghambat promosi team di bawahnya. Pemimpin justru menginginkan team di bawahnya bisa segera promosi. Oleh karena itu support system adalah bagian yang sangat penting dalam bisnis asuransi Allianz.

Sistem juga mengakomodasi Anda bisa merekrut level apapun di semua kota di Indonesia. Agen atau leader yang direkrut bisa melakukan aktifitasnya melalui kantor jaringan yang sudah ada.

Di sinilah peran support system. Karena bila tanpa adanya support system, apa yang Anda ajarkan sebagai Leader bisa berbeda dengan apa yang diajarkan oleh kantor tempat dia bernaung.

Dengan adanya support system maka semua bisa mempunyai pandangan dan tindakan yang sama, dimanapun agen/mitra tersebut berada. Support system memberi tujuan, yang dibagi tujuan jangka pendek dan tujuan jangka panjang.

Dengan demikian dibuatlah kurikulum yang harus dilakukan mencapai tujuan tersebut berupa seperangkat tools atau alat kerja yang memudahkan kontrol atas bisnis asuransi yang kita jalani.

Bagaimana cara mendapatkan Support System tersebut? Beli atau gratis ?

Pada dasarnya setiap orang lebih suka semuanya gratis. Namun pengajaran awal dalam bisnis asuransi Allianz adalah mencetak enterpreuner yaitu seorang wirausaha pemilik bisnis. Oleh karena itu haruslah mereka bermental pengusaha yang berani mengeluarkan modal untuk pengembangan bisnisnya. Bukan orang bermental tempe yang pas disuruh keluar uang untuk modal terakhir jadi memble.

Maka di awal bisnisnya mereka sudah dikenalkan bahwa tidak ada yang gratis dalam pengelolaan bisnis. Saya pernah melihat seorang leader yang memberi gratis tools pendukung awal yang dipaket di dalam sebuah CD (Compact Disc) yang seharusnya dibeli oleh seorang agen.

Ketika sekelompok Agen keluar dari kantor, tiba tiba hujan turun. Agen yang membeli tools mengamankan tools tersebut ke dalam tasny dan ada  juga yang melindungi nya dengan tubuhnya agar toolsnya tidak kehujanan.

Tapi Agen yang mendapatkan gratis tools tersebut, malah tools itu dipakai untuk menutupi kepalanya agar tidak terkena hujan. Agen yang membeli tools tersebut lebih mengamankan apa yang dia beli bahkan lebih daripada tubuhnya sendiri.

Karena mereka tahu, bahwa tools itu adalah kunci sukses mereka. Hal di atas bukan mengartikan tools lebih berharga dari tubuh. Namun memberi kita pandangan, bahwa sesuatu yang gratis tidak akan dihargai.

Itulah juga alasan mengapa bagi calon mitra/agen yang ingin bergabung di bisnis asuransi Allianz di situs ini akan dikenakan sejumlah biaya yang kami sebut dengan komitmen fee. Toh komitmen fee ini juga akan kami kembalikan apabila Anda telah mencapai prestasi tertentu minimal menjadi seorang Business Partner (BP) tanpa batasan waktu (misal sebelum 1 tahun, setahun, 2 tahun atau bahkan lebih).

Karena pada dasarnya kami tidak mengambil keuntungan dari komitmen fee yang Anda bayarkan di awal pada saat Anda bergabung menjadi agen/mitra. Kewajiban untuk membayar komitmen fee kami buat agar Anda lebih menghargai dan serius dalam menjalankan bisnis ini.

Kami tidak ingin menerima orang yang hanya sekedar iseng mau bergabung. Setidaknya Anda akan berpikir dua kali untuk bergabung jika Anda harus membayar komitmen fee bukan ?

Kalau begitu apakah pengelola support system akan diuntungkan dari hasil penjualan tools?

Support sistem dikelola oleh beberapa orang key leaders yang memikirkan bagaimana support system bisa tepat guna, dan makin hari akan terbukti kehandalannya. Dan semua hal yang dilakukan tersebut pastilah membutuhkan dana. Dan dana pengembangan support system tersebut biasanya diperoleh dari hasil penjualan tools tersebut.

Dan bukan dinikmati keuntungan untuk segelintir orang. Hasil penjualan dipergunakan kembali untuk kepentingan proyek supoort sistem. Karena pada dasarnya support sistem bukanlah ajang untuk mendulang keuntungan.

Support system bukanlah berwujud penjualan alat kerja dari tools seperti yang ada di dalam sebuah CD. Karena support system mengandung spirit dan Roh Bisnis. Roh Bisnis inilah yang akan selalu membakar semangat para agen/mitra untuk mencapai sukses. Roh Bisnis inilah yang membuat ‘api’ dalam diri yang selalu menyala. Karena support system memberi atmosfir positif.

Pertemuan pertemuan yang diadakan merupakan ajang tranfer semangat dan spirit. Ajang saling berbagi antara agen/mitra yang sudah sukses, menuju sukses dan yang belum sukses. Support system membuat orang kembali teringat dengan impiannya. Membangkitkan kembali semangat yang sudah sempat padam.

Untuk itu siapapun Anda, kalau menginginkan bisa menikmati pasif income secara maksimal, tidak bisa hanya dengan training system. Anda harus menduplikasinya, dan semua itu harus melalui support system.

Tentunya kalau Anda menginginkan team di jaringan Anda melakukan tindakan sesuai support system, maka hal yang pertama yang harus Anda lakukan adalah Anda bertindak sesuai dengan Support System.

Support System di Bisnis Asuransi

Di dalam dunia bisnis pemasaran jaringan, kata Support System adalah merupakan kata yang penting. Karena support sistem merupakan bagian yang menghantar kesuksesan para pelaku bisnis pemasaran jarinan tersebut.

Support system dibuat sebagai arahan untuk menuju sukses dan dibuat sedemikian rupa agar semua kesuksesan memiliki blue print yang mudah untuk diikuti. Sehingga akan tercipta duplikasi dari atas ke bawah. Semua yang dijalankan memiliki satu bahasa. Sehingga jaringan yang direkrut dimanapun berada akan mempunyai cara dan visi yang sama.

Di dalam dunia rekruting agen/mitra dalam Bisnis Asuransi sering perekrut mengucapkan kata Support System. Satu sama lain mengedepankan tentang support system yang dimiliki. Namun sejalan dengan pengalaman saya, pengertian atas penggunaan kata support system dalam industri asuransi sebenarnya agak rancu. Mengapa demikian ?

Karena di dalam bisnis asuransi yang skema kompensasinya tidak bagus (selain Allianz pastinya), pada umumnya mereka tidak membuat sebuah support system. Mereka hanya mempunyai Training System. Di bisnis asuransi yang skema kompensasi nya tidak bagus, biasanya tidak memerlukan seutuhnya yang dinamakan support system.

Karena di sana, pada dasarnya banyak Leader yang tidak ingin orang orang yang berada di bawahnya naik posisi menyamai dirinya. Para Leader dalam benaknya tidak ingin orang yang di bawahnya promosi. Mengapa ? Karena sistem kompensasi di bisnis asuransi tersebut tidak memberikan royalti bisnis pada posisi kesejajaran.

Kalaupun ada perusahaan asuransi yang memberikan, itu pun hanya pada level terbatas saja. Berbeda dengan di bisnis asuransi Allianz yang memberikan fee royalti pada leader sampai kedalaman 5 generasi leader di bawah nya sehingga fenomena yang terjadi di Allianz berbanding terbalik dengan di perusahaan asuransi lainnya.

Di Allianz malah para leader bersemangat agar para team di bawah nya cepat cepat mencapai level untuk menyamai posisi seperti dirinya yaitu menjadi seorang Business Partner (BP). Syukurlah di Allianz, hal ini sangat mudah dicapai karena di Allianz hanya terdapat 2 jenjang karir saja yaitu dimulai dari Business Executive (BE) dan kemudian dilanjutkan menjadi Business Partner (BP).

Mudah dan simpel kan? Jadi siapapun yang bergabung menjadi agen/mitra di sini pasti bisa dengan mudah untuk menyamai posisi leadernya dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama. Mungkin kurang dari setahun, posisi agen baru sudah sama dengan posisi leadernya.

Kembali lagi ke perusahaan asuransi yang skema bisnisnya tidak bagus selain Allianz ya. Dengan kondisi ini, para pemimpin team (leader) tentunya akan merasa rugi bila team yang dibinanya sekarang dalam posisi yang sejajar dengan dirinya karena mereka secara penghasilan lebih diuntungkan dari team yang secara stuktur berada di bawahnya.

Pada situasi ini, Leader lebih suka sistem bisnis yang memiliki jenjang karir/level yang lebih panjang misal dari agen biasa kemudian jadi Associate Unit Manager. Dari Associate Unit Manager trus baru naik menjadi Senior Unit Manager. Terakhir baru menjadi Agency Manager.

Semakin panjang jenjang karir/level, maka akan semakin lama seseorang yang di bawah bisa menyamai posisi leadernya. Apalagi ditambah dengan persyaratan persyaratan tambahan yang memperumit kenaikan jenjang.

Di sini kerancuan terjadi. Mereka mengatakan support system, padahal kenyataannya mereka hanya memiliki Training Sistem. Itupun rangkaian training yang dilakukan oleh para trainer yang disediakan oleh company.

Training and Development dari company pada umumnya dibuat untuk mengakomodasi peraturan supaya di dalam pelaksanaannya para agen tidak menyimpang dalam penjualan. Setiap training yang dibuat agar seorang agen baru bisa menjual dan menjelaskan produk dengan benar.

Sehingga secara jangka pendek atau panjang, tidak ada nasabah yang menjadi korban akibat kesalahan presentasi seorang agen, yang bisa mengakibatkan tuntutan hukum pada perusahaan.

Training yang dibuat untuk leader mengutamakan seorang leader untuk mampu merekrut, membina, memonitor agen agennya agar bisa menjalankan penjualan dengan baik. Dua hal itu yang dibuat, serta dengan segala pengembangan dan variannya. Hanya sebatas itu !!

Training dari perusahaan sama sekali tidak mengajarkan apa itu duplikasi. Atau bicara mengarah cara menuju sukses. Di dalam dunia asuransi disinilah letak miss-sistemnya. Apa maksudnya?

Keterbatasan yang terjadi adalah para trainer dari company bukan pelaku bisnis. Sehingga apa yang diajarkan atau kurikulum yang dibuatnya bukanlah dari pengalaman pribadinya, melainkan hanya text-book semata yang dibacanya.

Memang pada beberapa trainer mereka punya pengalaman sebagai agen atau leader di bisnis asuransi. Namun sekali lagi, mereka bukanlah figur yang sukses dalam karier bisnisnya.

(Paragraf di atas, sama sekali tidak bermaksud mengecilkan peran seorang trainer).

Training hanya akan memberi pengetahuan dan ketrampilan yang terbatas. Yang lebih parah lagi, sering seorang leader mengartikan support system adalah support finansial. Mereka membiayai perjalanan ke luar kota.

Mereka membiayai acara acara. Para Agen tidak perlu membayar apapun. Sekali lagi itu bukan support sistem.  Hal seperti itu malah kontra sistem. Karena tidak bisa diduplikasi. Cara cara seperti itu tidak bisa dilakukan semua lapisan.

Sebuah Support System haruslah dirancang untuk tujuan duplikasi. Jadi terjadi tujuan yang sama, tindakan yang sama, sikap yang sama, dan bisa dilakukan siapa saja.

Sistem Kompensasi di Bisnis Asuransi

Sistem kompensasi di bisnis asuransi saat ini sudah berkembang sangat pesat. Karena saat ini kompensasi pada sebuah bisnis asuransi sudah mengakomodasi sistem kompensasi yang diterapkan dalam sebuah bisnis jaringan. Makanya tidak mengherankan jika Anda perhatikan rata rata seorang pebisnis asuransi yang sukses pasti memiliki penghasilan yang boleh dikatakan di atas rata rata.

Untuk seorang pebisnis asuransi yang sudah sangat sukses bahkan bisa dikategorikan sebagai orang super kaya. Misalnya memiliki penghasilan mulai dari Rp. 100 juta sampai Rp. 5 Miliar per bulan. Bukankah angka itu sangat fantastis sekali terutama bagi orang orang yang meniti karir di sebuah perusahaan?

Jika Anda meniti karir di sebuah perusahaan konvensional, mungkin untuk mencapai penghasilan segitu, minimal Anda harus menjabat sebagai seorang CEO/direktur di sana dimana tentunya hal itu tidak mudah untuk diraihkan? Tidak hanya prestasi yang menentukan Anda untuk bisa menjadi CEO di sebuah perusahaan tetapi juga ada sisi politis nya untuk menduduki jabatan tersebut misalnya Anda memiliki hubungan affiliasi dengan pemegang saham terbesar di perusahaan tersebut. Jika misalnya murni dinilai dari prestasi saja maka Anda harus bersaing dengan berapa orang untuk mencapai posisi itu? Jabatan yang kosong mungkin hanya satu tapi diperebutkan beramai ramai. Pastinya saling sikut satu sama lain.

Kalau di bisnis asuransi berbeda. Siapapun boleh menjadi leader dan mencapai puncak untuk mendapatkan penghasilan yang besar.  Malah leader di atas Anda atau istilahnya Upline Anda pasti berharap banyak leader leader baru yang terbentuk. Semakin banyak semakin baik.

Karena di sini lowongan yang tersedia bukan hanya satu seperti di perusahaan tadi yang hanya membutuhkan 1 orang direktur, lowongan nya tidak terbatas. Mau 10 orang jadi leader, boleh. Mau 100 orang jadi leader, silahkan. Mau 1.000 orang jadi leader, ayo.

Dengan kompensasi jaringan maka tidak ada lagi seorang Leader yang akan menghambat promosi teamnya.

Pengalaman yang ada di lapangan hingga saat ini, jika ada leader yang tanpa sadar telah menghambat laju promosi dari anggota tim nya, hal itu disebabkan karena kompensasi pada perusahaan asuransi tempatnya ber naung tidak memperhitungkan kompensasi untuk si leader tersebut jika lahirnya team baru di bawahnya (ada yang promosi menjadi leader dan menjadi setara dengan dirinya). Kalaupun ada kompensasi yang diperhitungkan, itu hanya sebatas nominal tertentu saja. Tidak banyak dan tidak besar. Hanya sebagai pemanis saja.

Oleh karena itu sistem kompensasi yang adil dan fair di dalam sebuah bisnis asuransi sangatlah penting. karena begitu Anda salah memutuskan untuk bergabung di perusahaan asuransi yang menerapkan sistem bisnis yang jelek maka itu akan menentukan bagaimana tindakan Anda dalam menjalankan bisnis ini ke depannya. Artinya bisa jadi tim Anda tidak akan bisa berkembang dengan maksimal.

Seorang agen asuransi hanya melihat seberapa besar kompensasi yang akan dia terima bila melakukan penjualan pribadi, namun seorang leader melihat seberapa besar kompensasi yang bisa dia terima bila mengembangkan bisnisnya.

Selain itu yang perlu diperhatikan aturan dari sistem kompensasi tersebut apakah memungkinkan seseorang bisa ‘berhenti’ bekerja dan tidak turun level ?

Jika hal itu tidak memungkinkan maka boleh dikatakan seorang pebisnis asuransi harus bekerja terus hingga masa tuanya (tidak ada masa pensiunnya). Sedangkan tidak bisa dipungkiri semakin bertambah tua, stamina dan kondisi tubuh seseorang akan semakin menurun.

Oleh karena itu jangan pernah meremehkan aturan kompensasi. Karena bisnis asuransi adalah bisnis jangka panjang.

Dan perlu diperhatikan pula apakah bisnis asuransi yang telah kita bangun, bisa diwariskan atau tidak. Sehingga bisnis yang kita kerjakan ini benar benar adalah sebuah bisnis yang bisa diteruskan oleh generasi di bawah kita.

Terlebih bila kita meninggal, oleh sebab apapun, maka bisnis yang kita rintis dengan keringat dan air mata otomatis bisa diwariskan ke keluarga seperti ke istri dan anak anak.

Demikian juga ketika akan menanda tangani perjanjian dengan perusahaan asuransi. Bacalah baik baik sehingga mengerti dengan jelas isi perjanjiannya. Karena banyak perusahaan asuransi, sekalipun menempatkan posisi kita sebagai mitra bisnis, namun ada pasal yang memuat pemutusan perjanjian secara sepihak.

Jangan sampai kita membangun bisnis dan sewaktu waktu dapat diputus secara sepihak. Banyak yang meremehkan hal ini. Hukum dipandang tidak perlu selama tidak ada masalah. Namun sangat berarti bila suatu waktu terjadi masalah.

Oleh sebab itu jangan sampai menyesal di kemudian hari. Teliti dan pelajari sebelum bergabung menjadi Agen/Mitra di Bisnis Asuransi. Speed System dari Allianz Star Network dari Bisnis Asuransi Allianz merupakan sistem bisnis asuransi terbaik yang ada di Indonesia saat ini. Jangan sampai salah pilih karena waktu Anda sangatlah berharga.

Prospek Bisnis Asuransi Allianz

Di era saat ini perkembangan bisnis di sektor keuangan demikian pesat. Karena apapun yang terjadi, bisnis ini tidak akan pernah mati selama umat manusia masih mempergunakan dan membutuhkan uang, dan berpikir bagaimana mengembangkan uangnya. Di antara banyak bisnis keuangan, sektor asuransi khususnya di negara berkembang dan berpenduduk banyak seperti di Indonesia bertumbuh sangat pesat.

Di Indonesia yang berpenduduk berkisar 250 juta jiwa, catatan sampai 2012 yang memiliki polis asuransi jiwa individu hanya sekitar 11 juta, berarti hanya 4 % lebih (Kompas, 2 Juli 2013). Dan  dari tahun ke tahun bertumbuh antara 15 – 20 %. Itupun kalau disimak lebih detil pertumbuhan tersebut banyak dari nasabah yang sudah memiliki polis asuransi yang kemudian membeli polis asuransi baru untuk dirinya dan keluarganya.

Melihat data tersebut peluang bisnis asuransi di Indonesia layak untuk dilirik. Karena bisnis ini merupakan transisi pola bekerja dari kuadran kiri menuju kuadran kanan (sesuai dengan Buku Cashflow Quadrant karangan Robert T Kiyosaki).  Pekerjaan yang menghantar menuju dunia wirausaha tanpa membutuhkan modal yang besar.

Dengan mengetahui sistem dasar bisnis dari perusahaan asuransi jiwa di Indonesia, tentunya membantu Anda untuk memutuskan mana bisnis asuransi yang sesuai dengan karakter bisnis Anda. Karena bila berada pada sistem yang tidak sesuai atau tepat, maka seseorang bisa saja tidak berkembang sesuai dengan potensi dan kapasitas nya.

Ibarat quote “the right person in the wrong place”. Bukan Anda yang salah tapi sistem di bisnis asuransi di mana Anda bergabung yang salah. Jadi jangan sampai salah memilih tempat dimana Anda akan bergabung untuk merintis dan menjalankan bisnis asuransi ya.

Karena jika salah maka artinya Anda hanya membuang buang waktu saja. Padahal semakin banyak waktu terbuang itu artinya usia juga semakin bertambah.

Usia mempengaruhi semangat dan energi seseorang ketika melakukan sesuatu. Saat usia masih muda, semangat dan tenang juga masih menggebu gebu. Jika usia semakin bertambah, bisa jadi spirit dan stamina juga sudah jauh berkurang.

Banyak orang yang terlanjur berada pada sistem yang sebenarnya tidak sesuai dengan dirinya dan hal ini membuat dirinya sampai saat ini belum mencapai puncak perfomanya dibanding potensi yang dimilikinya. Sebaliknya banyak orang dengan potensi yang standar namun sistem bisnis dari perusahaan asuransi tempatnya bergabung sangat mendorong dia untuk mendapat hasil di atas potensi yang dimilikinya.

Sekali lagi, sistem/skema bisnis asuransi sangat berpengaruh pada perekembangan bisnis dan penghasilan Anda. Teliti dan Pelajari dengan seksama sebelum bergabung. Speed System di Allianz Star Network merupakan sistem bisnis asuransi yang terdepan dan paling mudah untuk dijalankan bagi orang orang yang memang ingin mencoba terjun di industri asuransi ini.

Kasarnya jika Anda bergabung di perusahaan asuransi lain dengan sistem bisnis nya dan Anda gagal di sana. Kemungkinan besar Anda bisa berhasil jika bergabung di bisnis asuransi Allianz karena dukungan sistem bisnis yang kami miliki berbeda dengan yang pernah Anda jumpai di luaran sana.

Namun jika Anda gagal di bisnis asuransi Allianz maka besar kemungkinan Anda juga mungkin akan gagal di perusahaan asuransi lain yang menerapkan sistem bisnis yang berbeda. Artinya Anda mungkin memang tidak cocok untuk menjalankan bisnis asuransi ini sehingga Anda harus mencoba peruntungan Anda di industri lain nya di luar bisnis asuransi.

Bukannya mau meremehkan kemampuan Anda. Tapi coba Anda pikirkan secara logika. Jika menjalankan sistem bisnis yang bagus dan mudah seperti di Allianz (hanya 2 level saja di Allianz yaitu level BE dan level BP.

Sedangkan di tempat lain berapa banyak level kepangkatan yang harus Anda lewati baru Anda bisa mencapai di posisi puncak/leader) saja, Anda tidak bisa maju, masa Anda masih mau mencoba bisnis asuransi di perusahaan lain yang notabene sistem bisnisnya lebih sulit dan njelimet ?

Kan lebih baik kalau Anda tidak perlu buang buang waktu lagi mencoba di industri asuransi ini dengan berpindah pindah perusahaan. Daripada waktu Anda terbuang banyak dengan menjadi kutu loncat ke sana kemari. Benar tidak?

Jika Anda gagal di tempat lain silahkan Anda kemari. Karena jika Anda fokus dan ulet, Speed System dari Allianz Star Network akan membantu Anda untuk sukses (sudah banyak orang yang membuktikannya).

Sedangkan jika sampai Anda gagal di sini maka yang salah bukan sistemnya tetapi memang dari diri Anda sendiri yang mungkin kurang motivasi, tidak mau belajar, mudah menyerah, mental tempe, kurang usaha, tidak ada niat, tidak ada jiwa usaha, dan lain sebagainya.

Perkembangan Sistem Bisnis Asuransi Indonesia

Bagaimana perkembangan sistem bisnis asuransi di Indonesia? Pada awalnya bisnis asuransi lahir dengan model Branch System. Dimana perusahaan asuransi membuka dan membiayai kantor beserta seluruh fasilitasnya. Pemimpin Cabang dan managernya menerima gaji dan insentif.

Branch Manager/Kepala Cabang menerima fasilitas kendaraan dan tunjangan lainnya layaknya mereka sebagai karyawan. Sebuah kantor hanya mempunyai seorang branch manager.

Sementara yang lainnya adalah manager menengah dan level agen. Pada level Agen, beberapa perusahaan memberi allowance tiap bulan dan komisi dari hasil penjualannya. Branch System seakan akan memberi rasa aman kepada pekerjanya karena menerima ‘gaji bulanan’.

Seorang Branch Manager ditunjuk oleh perusahaan dengan kriteria tertentu. Dan promosi jenjang masih berdasar atas kebijaksanaan perusahaan. Orang yang menjadi agen saat masuk tanpa menerima gaji, dikondisikan sebagai tenaga freelance dimana waktu kerjanya bebas dan fleksibel. Mereka bersaing untuk mendapat kenaikan jenjang.

Saat mereka berprestasi bagus, maka mereka bisa menjadi Branch Manager dan mendapat gaji tetap, insentif, dan fasilitas lainnya. Mereka bersaing untuk mendapat posisi tersebut.

Untuk menjadi branch manager, bukan hanya prestasi (seperti berhasil mencapai target penjualan atau berhasil melampaui target penjualan) yang dinilai namun juga harus sesuai dengan kriteria yang diharapkan perusahaan (misalnya minimal harus memiliki jenjang pendidikan tertentu seperti tamatan S1, D3 dsb nya).

Peran para direktur/CEO dari perusahaan asuransi sangat berpengaruh untuk menentukan hal ini. Inilah yang diharapkan oleh para agen. Mereka mempunyai pekerjaan tetap.

Pada era berikutnya, Branch System perlahan beralih ke Tied Agency System. Pada sistem ini, perusahaan asuransi menyediakan kantor cabangnya termasuk menyediakan staf administrasi dan support. Pemimpin cabang saja yang mungkin menikmati fasilitas allowance, atau di beberapa perusahaan asuransi malah tidak menerima fasilitas apapun.

Semua level termasuk kepala cabang hanya menerima komisi dan bonus dari hasil penjualan saja. Tentu saja skema kompensasi seperti ini lebih baik dari pada branch sistem. Karena perusahaan asuransi dengan meniadakan gaji dan fasilitas tertentu, maka beban biaya tersebut dapat dialihkan menjadi komisi dan bonus lebih baik bagi agen dan kepala cabang.

Sehingga agen yang berprestasi akan lebih suka di sistem ini. Karena penghasilan mereka pasti lebih besar, sekalipun tanpa menerima allowance atau fasilitas lainnya. Untuk menuju jenjang tertinggi pada struktur karier seperti menjadi kepala cabang sudah bisa dicapai dengan hanya bermodalkan prestasi saja tanpa campur tangan dari Direktur/CEO perusahaan asuransi sama sekali.

Persaingan juga menjadi lebih sehat. Di dalam sebuah kantor bisa memiliki beberapa pucuk pimpinan. Pola perekrutan sudah melangkah ke arah wirausaha. Orang orang dengan branch sistem yang berjiwa karyawan pastinya memiliki ketakutan di tied agency system ini karena tanpa closing maka tidak ada penghasilan.

Tied Agency System pada perusahaan tertentu mengikat agennya dengan memberi dana untuk hari tua, sekalipun dana tersebut sebenarnya dari komisi dan bonus yang ‘ditahan’ perusahaan asuransi yang pada akhirnya diberikan dalam bentuk dana pensiun.

Sistem Tied Agency tidak bisa agresif. Pengembangan agency ke kota kota lain belum tentu bisa difasilitasi oleh perusahaan asuransi. Karena hak membuka kantor ada di tangan perusahaan.

Yang menarik dari sistem ini adalah ketika seseorang beranjak menjadi Leader tertinggi di agency nya maka tidak ada lagi kompensasi pengembangan agency. Sehingga banyak yang ‘terjebak’ masuk dunia employee (karyawan) yaitu menjadi orang management dengan level Manager atau Director Area. Mereka punya kebanggaan untuk mewakili perusahaan dalam memonitor  kinerja pimpinan agency.

Mereka yang dulunya masuk dunia agency sebagai pemilik bisnis, di ujung kariernya justru menjadi karyawan (bergabung di manajemen perusahaan asuransi). Dalam banyak kasus, banyak agen yang dulu berprestasi di agency, diberi penawaran menjadi orang manajemen dengan menerima sejumlah gaji dan fasilitas akhirnya hingga saat ini mereka masih berada di jalur karyawan. Di saat usia bertambah mereka justru takut kembali ke dunia wirausaha.

Di periode berikutnya, sistem berkembang menjadi General Agency. Sebuah sistem dimana setiap orang berpeluang memiliki kantor sendiri. Perusahaan asuransi tidak menyediakan kantor. Semua kantor, staf administrasi, support disediakan dan dibiayai sendiri oleh agency sebagai mitra perusahaan asuransi dalam mengembangkan bisnis.

Perusahaan Asuransi tinggal menyeleksi track record seorang calon pemilik kantor. Karena bukan setiap orang yang memiliki modal bisa mendapat persetujuan. Karena dibutuhkan pengalaman di industri asuransi dan mempunyai jiwa kepemimpinan serta mempunyai visi dalam mengembangkan bisnis asuransi ke depannya. Karena Perusahaan Asuransi tidak berharap kantor tersebut tutup bila pemilik kantor tidak cakap dalam mengelola.

Dalam hal ini masyarakat umum banyak yang salah persepsi tentang sistem General Agency. Banyak yang beranggapan ini seperti bisnis franchise. Sehingga diartikan yang dibutuhkan hanya modal. Seorang pebisnis franchise kan yang diperlukan hanya modal, tanpa perlu tampil. Perusahaan yang menyediakan sumber daya manusia dan standar operasionalnya.

Sedangkan kalau di bisnis asuransi, seorang pemilik kantor harus tampil. Karena dalam bisnis asuransi, kepemimpinan (leadership) itu dibutuhkan. Yaitu sesosok figur yang selalu mampu memberi contoh dan mempunyai kompentensi dalam bisnis asuransi yang digelutinya.

Dengan membuka kantor sendiri memang semua biaya harus ditanggung pemilik kantor. Namun perusahaan juga memberikan allowance kepada pemlik kantor sesuai produksi yang dicapai, yang bisa dipergunakan untuk pembiayaan operasional kantor dan biaya support lainnya.

Sekalipun ini merupakan peluang bisnis, namun tidak semua orang yang di Tied Agency menyukai hal ini. Karena banyak yang beranggapan dengan membuka kantor sendiri ada resiko yang harus ditanggung. Orang orang yang bergabung di sistem General Agency  ini benar benar harus bermental wirausaha.

Mereka mempunyai kebebasan untuk mengembangkan bisnis asuransi dengan membuka kantor di daerah daerah baru. Dengan sistem ini pertumbuhan bisnis asuransi di Indonesia melonjak drastis. Perusahaan Asuransi menyediakan produk dan pengembangan. Departemen training yang memberi dukungan pembelajaran sehingga pemahaman tentang produk dan cara jual masih terkontrol.

Kekuatan sistem ini ada pada jiwa wirausaha para Leader. Mereka memikirkan bisnis mereka. Pengembangan yang dilakukan menggunakan dana pribadi mereka, otomatis setiap tindakan mereka pasti dengan perhitungan yang matang. Mereka sangat aktif dalam merekrut, karena sebagai pebisnis mereka tahu bahwa kekuatan bisnis ini ada pada kekuatan kualitas dan kuantitas manpower nya.

Aktifitas ini tidak perlu didorong oleh perusahaan. Mereka tahu dan sadar betul, bahwa bisnis ini harus terus memperbanyak manpower. Sekalipun training periodik selalu diadakan oleh perusahaan asuransi, namun para pemilik bisnis akan menambah training training untuk menambah pengetahuan dan ketrampilan para agen.

Kalau pada Tied Agency System, kontes hanya dibuat oleh perusahaan, namun sekarang kontes juga ditambah dan dibuat secara internal oleh setiap pemilik kantor agar meningkatkan penjualan. Inisiatif selalu dilakukan sendiri tanpa harus menunggu kebijaksanaan perusahaan asuransi.

Manfaatkan Website di Bisnis Asuransi

Website replika sudah mulai sering digunakan sebagai strategi untuk memudahkan promosi online. Beberapa bisnis jaringan termasuk bisnis asuransi sudah mulai melirik cara online untuk memasarkan bisnis mereka.  Mereka memberikan fasilitas agar para member dapat melakukan promosi online mereka sendiri tanpa susah-susah membuat website.

Biasanya perusahaan agency ada yang menyediakan bonus fasilitas yaitu berupa website replika. Website ini kemudian dapat digunakan secara gratis oleh para member untuk mempromosikan produk asuransi atau bahkan bisnis asuransi mereka menggunakan internet.

Bagi yang gaptek sih nggak masalah agar bisa langsung memulai bisnisnya, namun bagi yang sudah cukup lama berbisnis Asuransi, dan juga sudah cukup mengerti dengan teknologi, saya sarankan untuk mulai menggunakan blog pribadi.

Pada artikel ini saya akan bagikan mengenai apa itu website replika (bagi Anda yang belum tahu), dan juga saya akan bagikan alasan-alasan saya kurang setuju untuk menggunakan website replika dalam menjalankan bisnis Asuransi.

Website replika itu pada dasarnya adalah duplikasi dari sebuah website, atau gampangnya adalah hasil copian dari sebuah website. Beberapa agency memiliki website sendiri untuk mempromosikan bisnis mereka, dan website ini memiliki kemampuan untuk menduplikasi diri menjadi beberapa website replika atau website copian.

Sebagai contoh, saya mendaftarkan diri saya di sebuah agency Asuransi, misalkan nama agency nya adalah “The Star”. Username yang saya daftarkan adalah “Pak Ganteng”. Nah saya akan diberikan website replika oleh Agency The Star tersebut.

Misalnya agency The Star memiliki website promosi dengan url www.the staragency.com/promosi, maka saya akan mendapatkan web replika dengan url www.thestaragency.com/promosi?id=pakganteng.

Di bagian belakang url web replika biasanya akan ada username atau ID member Anda. Biasanya web replika memiliki desain tampilan yang sama persis dengan website aslinya. Yang membedakan hanya url-nya saja. Nah Anda tinggal mempromosikan url (www.thestaragency.com/promosi?id=pakganteng tersebut secara online

Jika ada visitor yang mengunjungi url Anda, maka sistem website agency akan langsung mengetahui bahwa orang tersebut membeli produk atau join bisnis lewat web replika Anda. Ini berarti Anda akan mendapatkan komisi dari penjualan produk.

Untuk mempromosikan produk atau bisnis secara online, syarat utamanya adalah Anda harus memiliki sebuah website. Inilah fungsi utama website replika yaitu untuk mempromosikan produk atau bisnis secara online.

Sebetulnya agency asuransi yang menyediakan website replika memiliki maksud yang sangat baik, yaitu memberikan kemudahan bagi Anda untuk mempromosikan produk dan bisnis asuransi secara online tanpa perlu repot-repot membuat website.

Namun bagi saya pribadi, website seperti ini tidak sesuai dengan prinsip bisnis Asuransi yang saya terapkan. Ada beberapa alasan saya tidak menggunakan website replika, meskipun agency ataupun upline saya mungkin menyediakannya.

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan Website replika. It’s okay to have it! It’s okay to use it! Tapi ada banyak kekurangan pada website replika. Seperti yang saya jelaskan sebelumnya, ada banyak hal yang harus dapat kita lakukan di website kita untuk memaksimalkan promosi secara online.

Diantaranya dan yang paling penting adalah Personal Branding. Kita harus dapat membuat artikel terbaik kita sendiri, kita juga harus dapat merubah tampilan atau desain website sesuai branding kita, kita juga harus memiliki nama domain atau url sendiri untuk branding kita.

Dan biasanya website replika tidak menyediakan fasilitas-fasilitas tersebut. Oleh karena itu jujur saya tidak pernah menggunakannya, saya mendingan membuat website sendiri dan memaksimalkannya untuk bisnis Asuransi yang sedang saya jalankan.

Oleh karena itulah mengapa di grup ini, saya tidak menyediakan website replika bagi Mitra Bisnis yang bergabung di sini namun saya memberikan kesempatan kepada mereka untuk berpromosi di situs www.agen-asuransi.net ini secara bersama sama dengan menempatkan nomor kontak masing masing di sejumlah titik seperti di widget sebelah kanan (di bagian hubungi kami), di halaman hubungi kami, di halaman cari agen asuransi Allianz di kota Anda dan bahkan Anda diberi kesempatan untuk memposting 1 halaman yang berisi profil Anda secara lengkap sehingga calon agen/mitra yang ingin bergabung nantinya bisa membaca profil Anda.

Anda bahkan boleh menautkan halaman profil Anda itu ke website/blog pribadi Anda jika ada maupun ke laman media sosial Anda seperti instagram, facebook, linkedin, youtube dll. Dan seluruh fasilitas ini tidak dikenakan biaya bulanan sama sekali.

Saya yang bekerja keras untuk memaksimalkan kinerja dari website www.agen-asuransi.net agar bisa maksimal dalam mempromosikan bisnis asuransi Allianz baik dari sisi SEO (Search Engine Optimization) seperti menulis konten yang berkualitas maupun dari sisi SEM (Search Engine Marketing) seperti memasang iklan dan lain lain.

Yang perlu Anda lakukan hanya perkuat product dan business knowledge tentang bisnis asuransi Allianz ini agar di saat ada orang yang tiba tiba menghubungi Anda untuk bertanya tanya tentang produk asuransi Allianz maupun bisnis asuransi Allianz, maka Anda sudah siap untuk menghadapinya.

Jangan sampai saat Anda dihubungi oleh calon prospek, Anda malah tergagap gagap dan tidak tahu mau menjawab apa atau yang lebih parahnya lagi sembarangan memberikan jawaban yang malah dapat menyesatkan calon klien Anda nantinya.

Soal pengetahuan tentang produk dan bisnis bisa Anda pelajari sendiri nantinya dengan rajin membaca atau bisa juga dipelajari dengan cara rajin mengikuti kelas  traini g maupun seminar yang diadakan oleh perusahaan maupun agency baik yang dilakuka secara offline (tatap muka langsung) maupun online (via internet).

Bahkan jika Anda saat ini Anda sedang menjalankan bisnis/usaha pribadi lainnya, Anda juga berkesempatan untuk mempromosikan bisnis Anda di sini (selain bisnis Asuransi lain pasti nya dan wajib seizin saya sebagai pemilik website) kepada agen/mitra lainnya manatahu mereka tertarik sehingga dapat terjalin kolaborasi antar anggota di sini.

Logo dari bisnis/usaha Anda itu juga akan dipasang di widget sebelah kanan dari situs www.agen-asuransi.net ini di bagian Sponsor. Anda bahkan tidak dikenakan biaya bulanan sama sekali untuk itu.

Anda hanya wajib memberikan promosi berupa value yang eksklusif bagi agen/mitra yang bergabung di sini seperti yang saya lakukan yaitu memberikan sewa Web Hosting Server Gratis selama 1 tahun bagi Anda yang ingin membuat website/blog pribadi. Selain memiliki nama Domain, menyewa Web hosting merupakan salah satu persyaratan yang harus dimiliki jika Anda ingin memiliki sebuah blog/website pribadi.

Alasan Jangan Memakai Website Replika

Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa saya tidak setuju dengan penggunaan website replika untuk menjalankan bisnis asuransi yang saya jalankan saat ini.

Terlalu Dibatasi

Alasan lain mengapa saya tidak menggunakan website replika adalah karena akses yang terlalu terbatas. Biasanya kita hanya dapat menggunakan website seperti ini tanpa bisa merubah konten atau tulisan di website tersebut, atau bahkan tidak dapat merubah desain websitenya.

Apalagi url-nya. Biasanya web replika akan memiliki url dengan nama agency, seperti www.thestaragencycom/promosi?id=pakganteng (contoh Agency nya bernama The Star dan pakganteng itu adalah username unik yang berbeda beda untuk setiap agen/mitra).

Padahal menurut saya pribadi, untuk dapat mempromosikan produk atau bisnis dengan baik, maka kita perlu branding yang bagus, desain yang oke, dan konten yang bagus.

Agar konten website kita dapat engage visitors, maka kita harus membuat konten artikel yang bagus, dengan desain yang menarik pula, oleh karena itu website replika seharusnya dapat memfasilitasi hal tersebut. Kita harus dapat mengedit konten, bahkan menambahkan konten di website kita. Namun biasanya web replika tidak dapat melakukannya.

Saya nggak tahu ya, mungkin sudah ada website replika yang memiliki fasilitas tersebut, tapi yang saya ketahui sih selama ini website replika seperti itu tidak memiliki fasilitas tersebut. Itulah concern saya mengapa website replika tidak saya gunakan, karena jujur, saya tidak dapat memaksimalkan website saya sendiri untuk promosi online. Akses yang saya miliki sangat amat terbatas.

SEO (Search Engine Optimization)

Ini memang sangat teknis jika ngomongin tentang SEO. Tapi dalam promosi online, SEO sangat penting, apalagi jika Anda mengandalkan mesin pencarian Google sebagai media promosi online.

SEO adalah berbagai hal yang harus kita kerjakan baik di website kita (on-site SEO), maupun di luar website kita (off-site SEO), yang tujuannya agar website kita dapat menduduki halaman pertama atau bahkan menduduki peringkat pertama di mesin pencarian Google.

Setiap kita membuat website untuk promosi, maka kita harus memaksimalkan SEO website tersebut. Bila Anda hanya memiliki website replika, maka pada dasarnya Anda hanya bisa pasrah dengan kondisi SEO di website tersebut. Satu satutnya ang dapat Anda maksimalkan hanya dari sisi off-site SEO nya saja seperti link building tadi.

Saya akan bahas bagaimana memaksimalkan SEO di artikel lainnya nanti. Intinya mendingan membuat website sendiri agar SEO nya dapat kita maksimalkan.

Saturated/Jenuh

Anda mendaftar di perusahaan asuransi dan agency Anda kemudian memberikan website replika, dan sekarang Anda siap untuk mempromosikannya secara online. Pernah nggak Anda berpikir, berapa jumlah agen/mitra dari agency asuransi tersebut?

Sepuluh.. Seratus.. Seribu.. atau Ratusan Ribu orang?

Saya yakin agency tempat Anda bergabung pasti sudah memiliki ribuan bahkan puluhan bahkan mungkin ratusan ribu agen/mitra. Jika semua anggota memiliki website replika yang sama, dan mereka mempromosikan website dengan desain dan konten yang sama pula maka bisa jadi website replika dari agency asuransi tersebut sudah terlalu saturated.

Orang jadi jenuh banget ketika mencari informasi di internet, yang muncul adalah website yang sama, baik secara tampilan maupun konten. Ini juga berarti, Anda memiliki ribuan bahkan ratusan ribu saingan dengan cara promosi yang sama.

Sekarang tergantung pintar-pintarnya Anda membuat website replika Anda menjadi nomor satu diantara website replika sejenis yang lain.

Jika memang Anda tidak bisa merubah tampilan atau bahkan menambah konten website replika Anda, maka saya sarankan agar Anda memaksimalkan link building Anda, atau mulai mempromosikan website Anda  dengan cara memasang iklan baik di google, bing, ataupun facebook.

Link building adalah salah satu strategi off page SEO untuk menambahkan tautan atau url website Anda di beberapa website. Google sendiri memberlakukan penilaian berdasarkan jumlah tautan yang dipunyai website Anda dan juga kualitas tautan/link nya.

Semakin bagus dan semakin banyak website yang memiliki tautan ke website Anda, maka semakin bagus ranking Anda di Google. Dengan link building, diharapkan apabila ada orang yang mencari produk atau bisnis Anda di Google, maka website replika Anda yang akan muncul di halaman pertama Google.

Tidak Dapat Menerapkan Personal Branding

Saya belajar bahwa personal branding itu sangat penting untuk kesuksesan bisnis Asuransi. Ada segelintir orang yang mau bergabung menjadi agen/mitra ke bisnis Asuransi kita bukan karena perusahaannya, bukan pula karena produknya, namun karena mereka menaruh kepercayaan kepada kita. Kitalah sebetulnya alasan orang mau join ke bisnis Asuransi yang sedang kita jalankan sekarang.

Coba Anda berkenalan dengan orang-orang baru di jalan, kemudian langsung menawarkan kepada mereka untuk join bisnis Asuransi Anda. Saya jamin mereka pasti akan langsung menolak Anda mentah-mentah.

Mengapa? Karena belum ada trust. Apalagi di negara kita, orang-orang sudah sangat berpikiran negatif dengan yang namanya Asuransi. Kalau kita nggak membangun trust dulu, maka bakal sulit bagi orang lain untuk bisa join di bisnis kita.

Jadi both Trust and Personal Branding is very Important.

Kita perlu membangun personal branding, tujuannya apa? Agar kita mendapatkan trust bukan hanya dari keluarga, dan teman, namun juga dari orang-orang baru. Untuk membangun personal branding secara online, kita perlu media online, salah satunya website. Dan website kita harus yang benar-benar bisa dicustomize.

Artinya, kita memiliki desain website sendiri, kita memiliki konten-konten terbaik milik kita sendiri, dan lain sebagainya. Sekarang coba bayangkan saja bila url website kita terdapat nama agency, seperti yang saya contohkan sebelumnya.

Atau bahkan desain website kita terlalu pasaran. Juga konten di website kita yang tidak memiliki karakter dan sama seperti website replika lainnya. Bisa dipastikan kita nggak bakal bisa membangun personal branding kita. Yang ada ya kita hanya jualan produk dan tidak membangun bisnis.

Persiapan Membuat Blog

Mungkin saat ini Anda sudah nggak sabar ingin membuat blog untuk mendukung bisnis asuransi Allianz yang sedang Anda jalankan. Lalu apa saja yang harus disiapkan untuk membuat blog/website?

1. Hosting

Yang pertama harus Anda siapkan adalah hosting. Hosting adalah tempat dimana Anda menyimpan file-file website atau file-file blog Anda. Saya nggak akan jelaskan hal-hal teknikal-nya, namun ketika memilih hosting sebaiknya Anda sesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan Anda, dan juga review dari orang lain. Jangan sampai salah memilih hosting yang jelek kualitasnya.

Bagi Anda yang bergabung menjadi Mitra/Agen di grup ini, maka kami menyediakan paket hosting dengan harga diskon tetapi dengan kualitas yang bagus sehingga tentunya bisa menghemat pengeluaran Anda apabila Anda memang serius ingin membangun blog untuk mendukung bisnis asuransi Anda.

2. Nama Domain

Nama domain adalah url website Anda atau url blog Anda. Contoh domain name adalah: www.google.com, www.agen-asuransi.net, dll Sekarang hal yang harus Anda perhatikan adalah, nama domain seperti apa yang harus Anda pilih?

Saya selalu menyarankan untuk menggunakan nama domain yang mengandung nama bisnis Anda (tidak boleh mengandung nama merek/brand dari perusahaan Asuransi Anda karena brand/merek itu memiliki Trademark dan Copyright), atau jika Anda ingin nama lain, gunakan nama yang simpel yang nanti bakal jadi branding Anda.

Bagi Anda yang bergabung menjadi mitra/agen di grup ini, Anda juga tidak perlu kuatir karena kami juga dapat membantu memberikan saran kira kira nama domain apa yang sesuai untuk mendukung bisnis asuransi Allianz yang akan Anda jalankan. Kami juga dapat membantu Anda untuk membelikan nama domain sesuai dengan yang Anda inginkan.

3. WordPress

WordPress adalah Content Management System (CMS) yang biasa digunakan untuk blogging ataupun membuat website. Content Management System atau disingkat CMS adalah tempat kita mengelola konten kita, tempat kita menulis konten, mengupload gambar, mengatur opt-in, dan lain sebagainya. Saya mengarankan untuk menggunakan WordPress karena mudah sekali digunakan serta banyak sekali plugin yang tersedia dan supportnya bagus.

Bagi Anda yang masih pemula di dunia blogging maka Anda tidak perlu kuatir apabila Anda merasa skill untuk membuat blog ini sangat sulit bahkan menggunakan CMS sekalipun. Bagi Anda yang menjadi mitra/agen di grup ini maka kami dapat membantu merekomendasikan web desainer profesional yang dapat membantu untuk membuatkan sebuah blog untuk Anda dengan harga yang terjangkau.

4. Themes

Sebetulnya themes tidak terlalu penting, tapi kalau dipikir-pikir lagi, themes juga memegang peranan penting dalam branding. Semakin bagus dan clean tampilan website Anda, maka semakin orang merasa nyaman dan percaya kepada Anda.

Bagi Anda yang bergabung menjadi mitra/agen di grup ini maka kami dapat memberikan beberapa masukan mengenai tampilan desain dan theme yang mungkin cocok untuk mendukung bisnis asuransi Allianz yang akan Anda jalankan. Jika Anda bingung bagaimana membuat sebuah blog yang elegan secara desain maka kami dapat merekomendasikan web desainer profesional yang dapat membantu Anda membuatkan nya dengan harga yang terjangkau.

Berapa Lama Sampai Blog yang telah dibuat itu Menghasilkan? Pertanyaan ini sering banget saya dapatkan di email saya. Saya yakin, pertanyaan ini muncul karena Anda nggak sabar menunggu hasilnya.

“Kok, sudah sebulan ngga ada hasil? Kok udah tiga bulan ngga ada hasil? Kok udah enam bulan ngga ada hasil?”

Sabar. Semuanya perlu waktu. Buang jauh-jauh “mindset mie instan” tersebut. Saya sendiri nggak bisa berikan jawaban pasti untuk pertanyaan yang ini. Tapi, semakin Anda fokus memberikan konten-konten yang bagus, dan menjalankan strategi blogging yang tepat, maka Anda akan semakin cepat melihat hasilnya.

Kalau saya pribadi baru melihat hasil di bulan ketiga. Saat itu saya mendapatkan satu orang yangmembeli produk asuransi saya melalui blog. “Small progress is still a progress”. Dan progress kecil itulah yang membuat saya nggak pernah berhenti sampai sekarang.

Mungkin sebelumnya banyak diantara Anda yang sebelumnya ngga ngerti fungsi dari blog itu apa. Tapi saya yakin, sekarang Anda sudah lebih ngerti fungsi dari blog dalam menjalankan bisnis Asuransi. Ketika Anda membangun bisnis secara online, itu artinya Anda “menampakkan” diri Anda pada banyak orang. Banyak orang jadi tahu siapa diri Anda, apa bisnis Anda, apa produk Anda, dan lain sebagainya.

Dengan blog, Anda bisa memasarkan konten, dan tentunya konten-konten yang Anda berikan adalah konten yang menarik bagi prospek Anda, sehingga prospek Anda otomatis tertarik dan mampir ke blog Anda. Selama mereka asyik membaca artikel Anda, maka secepatnya dapatkan email atau nomor telepon mereka.

Setelah itu bangun relationship secara konsisten hingga terbentuk trust. Dari situlah Anda mulai bisa menawarkan produk Anda atau bahan mengajak mereka untuk menjadi partner bisnis Anda. Sebetulnya, alurnya mudah sekali, pertama bangun audience, setelah audience terbentuk, maka jalin relationship, dan setelah terbentuk trust, maka tawarkan produk asuransi atau peluang bisnis Asuransi Anda.

Build Audience -> Build Relationship -> Closing

Simple bukan ?

Menjalankan Bisnis Asuransi Allianz lewat Blog

Anda nggak akan pernah menyangka! Blogging ternyata dapat menjadi strategi “jitu” dalam membangun bisnis Asuransi secara online.

Saya sering sekali menyarankan untuk mulai dengan membuat blog, ketika seseorang ingin membangun bisnis Asuransi secara online. Dan saya menyarankan seperti itu bukan tanpa alasan namun saya sendiri telah membuktikannya.

Buat Anda yang sulit untuk mendapatkan nasabah atau mitra/agen, atau belum pernah sama sekali “pecah telor” mendapatkan nasabah atau mitra/agen. Lewat strategi blogging, Anda akan merasakan mudahnya mendapatkan prospek. Dan prospek yang Anda dapatkan bukanlah prospek abal-abal, namun betul-betul prospek yang berkualitas dan memang siap untuk bergabung di bisnis Anda.

Lebih dari itu, ketika Anda konsisten membangun blog, maka suatu saat blog Anda akan berubah wujud menjadi sebuah “bisnis”. Tujuan utama membangun bisnis secara online adalah memperluas jangkauan, artinya dengan jangkauan lebih luas, maka prospek Anda juga akan semakin banyak, bahkan bisa jadi tak terbatas.

Sebetulnya ada banyak sarana untuk memasarkan bisnis Anda, contohnya menggunakan YouTube, Facebook, Twitter, Instagram, dll. Namun saya selalu menyarankan untuk membuat website atau blog sendiri. Tujuannya adalah agar seluruh asset/prospek, menjadi milik Anda seutuhnya.

Saya akan berikan contoh sederhana. Anda ingin memulai mempromosikan bisnis Anda dengan menggunakan media Facebook. Yang Anda lakukan berikutnya adalah membuat satu Facebook Page dan kemudian mempromosikan peluang bisnis Anda di Facebook Page tersebut.

Dalam beberapa bulan, Anda konsisten memberikan konten-konten menarik di Page tersebut, dan setelah beberapa saat, follower Anda menjadi 10.000 orang. Senangnya bukan main bukan, ketika mengetahui bahwa Anda memiliki banyak follower/prospek?

Namun keesokan harinya, Facebook mengumumkan adanya perubahaan algoritma, dan hal itu membuat follower Anda turun drastis menjadi 7000 orang. Itu berarti, dalam sehari Anda bisa kehilangan 3000 follower/prospek. Sepertinya kok mustahil ya, tapi perlu Anda ketahui, hal itu sering terjadi loh ?

Ketika Anda membangun asset bisnis Anda yaitu customer/prospek diatas platform milik orang lain, seperti Facebook, YouTube, Twitter, dll, maka bersiap-siaplah menghadapi resiko kehilangan asset Anda. Itulah mengapa saya selalu menyarankan untuk membuat blog atau website sendiri, tujuannya adalah untuk mengarahkan prospek ke blog kita, dan kemudian mendapatkan email atau nomor telepon mereka.

Ketika kita membangun bisnis diatas platform orang lain, itu seperti membangun rumah diatas tanah sewaan. Ketika suatu saat yang empunya tanah ingin menjual tanahnya, maka habislah juga rumah kita.

Membangun bisnis diatas platform milik orang lain itu seperti membangun rumah diatas tanah sewaan. Apakah Itu Berarti Kita Tidak Boleh Menggunakan Platform Lain? Jawabannya adalah “Boleh”, tapi tidak untuk menyimpan seluruh data asset kita — yaitu customer/prospek.

Anda boleh kok mendapatkan follower sebanyak mungkin, tapi Anda juga harus menyimpan data follower Anda di tempat penyimpanan Anda sendiri. Selama data prospek aman di tangan kita, maka silahkan menggunakan platform lain.

Bagi saya sendiri, saya menggunakan platform lain hanya untuk meningkatkan engagement, dan berinteraksi dengan prospek saya, seperti memposting artikel yang menarik, mengomentari postingan mereka, ataupun chatting.

Sama seperti strategi lainnya, blogging juga tujuannya satu, yaitu menjangkau orang sebanyak-banyaknya, lalu menjadikan mereka audience atau fans kita. Setelah audience terkumpul dan mengetahui kehadiran kita di dunia maya, maka langkah selanjutnya adalah bagaimana menjadikan mereka customer atau mitra bisnis.

Dalam dunia nyata, proses dari bisnis asuransi memiliki tiga tahapan. Tahapan pertama adalah mendapatkan prospek atau berkenalan dengan prospek, tahap kedua adalah networking, artinya menjalin relationship dengan prospek, dan tahap ketiga adalah closing, artinya kita merubah prospek menjadi customer atau mitra bisnis kita.

Di dunia online pun, prosesnya juga sama, dan semuanya dapat dilakukan lewat blog. Lewat blog Anda dapat :

1. Memperoleh Prospek Baru Secara Otomatis

Ketika Anda mampu membuat artikel-artikel menarik, maka otomatis akan ada banyak orang/prospek yang mampir ke blog Anda Disaat orang sedang asik membaca artikel Anda, maka Anda harus cepat-cepat mendapatkan email atau nomor telepon mereka.

Anda dapat melakukannya dengan memasang “form opt-in” di halaman blog Anda. Semakin banyak orang yang mampir ke blog Anda, maka semakin besar pula peluang Anda untuk mendapatkan lebih banyak prospek.

2. Menjalin Relationship Dengan Prospek Anda

Prospek yang sudah Anda dapatkan harus Anda perlakukan dengan baik. Anda harus rajin berkomunikasi dengan mereka, baik lewat saling komentar di blog, melalui email, ataupun sosial media. Mendapatkan prospek itu mudah, yang paling sulit adalah secara konsisten menjalin relationship dengan mereka.

Jadi pastikan Anda selalu menyediakan waktu untuk berinteraksi dengan prospek Anda. Semakin sering Anda berinteraksi, maka semakin cepat “trust” itu terbangun.

3. Merubah Prospek Menjadi Customer atau Rekan Bisnis

Ketika trust sudah terbentuk, maka Anda dapat dengan mudah mengkonversi prospek ANdamenjadi customer, atau untuk gabung ke dalam team Anda sebagai mitra/agen.

Lebih baik membuat Blog Sendiri atau menggunakan Web Replika?

Saya nggak menyarankan Anda untuk menggunakan web replika, meskipun perusahaan Asuransi atau agency Anda menyediakannya. Saran saya sih, lebih baik membuat blog sendiri. Anda bisa baca lebih lanjut tentang mengapa saya ngga k merekomendasikan Anda menggunakan web replika di artikel saya yang lain.

Membuat blog, tentu nggak lepas dari topik apa yang akan dibahas di blog tersebut. Blog yang bagus adalah blog yang spesifik dan menyasar pasar tertentu. Lalu untuk bisnis Asuransi, topik apa yang paling cocok dipilih?

Jawabannya, “Tergantung!”

Ada dua hal yang dapat menjadi pertimbangan, yang pertama “Apa minat Anda?”, dan yang kedua “Bergerak di jenis bisnis Asuransi apa, bisnis Asuransi yang Anda jalankan saat ini ?”

Saya selalu menyarankan untuk membuat blog berdasarkan minat. Karena untuk menulis artikel itu nggak mudah. Ketika topik yang Anda bawakan tidak Anda sukai, maka menulis itu berasa berat sekali. Namun beda ketika Anda menyukai topik-nya, rasanya satu jam, dua jam, tiga jam-pun nggak akan berasa.

Jadi penting untuk memilih topik berdasarkan minat. Tetapi tentunya minat Anda harus mendukung bisnis Asuransi yang Anda jalankan ya. Sebagai contoh, bila bisnis Asuransi Anda menawarkan produk asuransi jiwa dan kesehatan, dan kebetulan Anda suka hidup sehat, maka Anda bisa memilih topik “Bagaimana Pola Hidup Sehat”.

Contoh lain lagi, misalkan perusahaan Asuransi Anda menjual produk asuransi penyakit kritis dan kebetulan Anda menyukai dunia kedokteran, maka Anda bisa memilih topik di bidang “jenis penyakit kritis dan penanganan medis nya”

Jangan memilih topik yang nggak nyambung. Contoh, perusahaan Asuransi Anda menjual produk asuransi jiwa, lalu Anda memilih topik “mewarnai buku gambar”.

Mendapatkan Prospek dari Blog

Lima tahun yang lalu, saya pernah membuat dua blog, dan semuanya ZONK! Ketiga blog tersebut sengaja saya buat untuk membahas tentang perusahaan Asuransi Allianz, dan produk-produknya.

Awalnya sih, saya sangat berharap website tersebut dapat mendatangkan prospek, namun kenyataannya. Nggak ada satupun yang join ? Sudah susah-susah bikin blog, pusing nulis konten, masih nggak dapet hasil juga!

Hal tersebut membuat saya terus mencari-cari strategi lain yang memang dapat diterapkan di bisnis ini. Dan akhirnya saya menemukan satu strategi yang kemudian saya gunakan hingga saat ini.

Dari strategi tersebut, saya belajar banyak hal, dan salah satunya adalah “Mengapa beberapa website yang pernah saya buat, tidak dapat mendatangkan prospek.”

Di artikel ini saya akan bahas apa-apa saja sih yang menyebabkan blog saya menjadi tidak efektif, dan tidak dapat mendatangkan prospek untuk bisnis ASURANSI.

  1. Jualan Jualan Jualan

Ingin mendapatkan income stream lain adalah keinginan semua orang, apalagi passive income. Ketika uang menjadi prioritas di hidup Anda, maka tidak heran, ketika menjalankan bisnis Asuransi Allianz, fokus Anda hanya di jualan jualan dan jualan.

“Apakah hal itu salah?”

Nggak salah, karena memang fokus untuk berbisnis adalah menghasilkan lebih banyak uang. Namun ketika fokus utama Anda hanya berjualan, itulah yang salah. Beberapa blog yang pernah saya buat sebelumnya, fokusnya hanya untuk jualan.

Saya nggak pernah memberikan value apapun kepada pengunjung blog saya. Fokus saya adalah untuk memamerkan barang dagangan, atau peluang bisnis, dengan harapan orang lain akan tertarik untuk membelinya.

“Apakah ada yang salah dengan strategi ini?”

“Nope, nggak ada yang salah!”

Yang salah adalah, karena produk ataupun peluang bisnis yang saya tawarkan, adalah produk atau peluang bisnis Asuransi.

“Loh emang ada yang salah dengan Asuransi?”

Tidak ada yang salah dengan bisnis AsuransiI, namun, hanya saja, image bisnis ini mungkin kurang bagus di sini. Jadi ketika Anda menawarkan produk atau bisnis Asuransi melalui blog Anda, gunakan cara yang cerdik! Jangan asal hanya jualan, jualan, dan jualan.

Berikan Value

Nah yang perlu Anda lakukan adalah merubah fokus Anda dari jualan, ke “providing value.”

“Value seperti apa sih yang dimaksud?”

Value disini bisa berupa artikel-artikel yang bermanfaat bagi pengunjung blog Anda. Sebagai contoh, jika perusahaan Asuransi dimana Anda bergabung tersebut, menjual produk asuransi penyakit kritis, maka sediakan artikel-artikel yang berhubungan dengan berbagai penyakit kritis.

Contoh, Anda bisa memberikan artikel tentang, cara terhindari dari penyakit stroke yang dapat dilakukan sendiri di rumah.

Contoh lain, Anda bisa memberikan artikel tentang resep-resep makanan untuk diet, yang bisa dibuat sendiri dalam waktu kurang dari 10 menit.

Ketika fokus Anda adalah memberikan value buat pengunjung blog Anda, maka mereka akan lebih menerima diri Anda. Mereka jadinya akan lebih terbuka terhadap produk dan peluang bisnis yang Anda tawarkan. Dan ketika suatu saat Anda menawarkan produk asuransi Anda, maka mereka akan lebih bisa menerima produk tersebut, meskipun itu adalah produk-produk dari perusahaan Asuransi.

  1. Tidak Menyebutkan Nama Perusahaan ASURANSI

Kesalahan kedua yang pernah saya lakukan adalah, tidak menampilkan secara terang-terangan perusahaan Asuransi saya di blog. Ketika Anda ingin menawarkan produk Asuransi Anda, maka Anda harus yakin terhadap produknya, dan juga harus mencintai produknya, sehingga Anda punya rasa percaya diri untuk menawarkannya pada orang lain.

Namun ketika menawarkan pada orang lain, sebisa mungkin Anda harus secara terang-terangan menyebutkan nama perusahaan Asuransi nya misal asuransi Allianz. Kebanyakan orang jarang melakukan hal ini. Mereka tidak secara terang-terangan menampilkan nama perusahaan asuransi nya di blog mereka.

Saya yakin sekali, Anda pasti juga sudah sering melakukannya, atau bahkan saat ini pun masih melakukannya bukan?  Ini adalah kesalahan yang mungkin tidak disadari banyak orang, termasuk saya dulu.

Setelah saya test dan trial dengan menampilkan segala hal yang berbau perusahaan Asuransi Allianz, ajaibnya, orang-orang menjadi tertarik untuk membeli produk asuransi Allianz tersebut dan bahkan menjadi tertarik untuk bergabung menjadi mitra/agen di bisnis Asuransi nya.

jadi mulai sekarang, sebisa mungkin wajib menampilkan nama perusahaan asuransi Allianz di blog Anda, bahkan di postingan-postingan Facebook atau Instagram Anda

“Catet ya! Penting ini!” Anda tidak perlu malu untuk menampilkannya karena toh Anda kan memang sudaah menjadi mitra/agen asuransi Allianz sekarang. Mengenai hal ini, Bisa saya ajarkan teknik teknik nya lebih dalam lagi jika Anda bergabung menjadi mitra/agen di grup ini.

  1. Design Website/Blog Yang Berantakan

Kesalahan ketiga adalah design blog/website yang jelek.

“Wooow.. memang ngaruh ya”

“Ngaruh banget tau!”

Website atau blog Anda itu adalah perwakilan diri Anda secara online. Jadi seperti apa bentuk blog Anda, itu mewakili seperti apa diri Anda di dunia nyata. Plus, design blog Anda itu akan menjadi personal branding Anda. Pemilihan warna, pemilihan font, penggunaan foto, dll, itu akan jadi ciri khas Anda nanti nya. Jadi jangan ngasal juga dalam memilih design website.

“Tapi saya kan bukan designer!”

Itu bukan alesan sih! Soalnya sekarang ini banyak banget jasa design berbayar yang bertebaran di dunia maya.

Yang perlu Anda lakukan adalah memilih mana penjual jasa design website yang cocok dari sisi design dan kantong Anda kemudian Anda tinggal bayar dan minta dia untuk membuatkannya untuk Anda.

  1. Konten nya Tidak Bermanfaat

Seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya. Ketika blog Anda isinya hanya jualan, jualan, dan jualan, maka orang juga akan menjadi malas mengunjungi blog Anda.

Ingat: “People don’t like to be sold, but they love to buy!”

Jadi Anda boleh langsung hard selling pada orang yang memang sudah benar-benar tertarik pada produk asuransi atau peluang bisnis asuransi yang Anda tawarkan, namun jangan pernah lakukan hal tersebut pada orang yang belum tahu sama sekali tentang produk ataupun peluang bisnis yang Anda tawarkan.

Daripada fokus menjual terus, mendingan fokuslah memberikan value atau manfaat di blog Anda. Manfaat yang dimaksud disini bisa bermacam-macam, bisa berupa artikel, video, podcast, ataupun apapun yang memberikan manfaat bagi pengunjung blog Anda.

Sehingga ketika pengunjung blog Anda merasakan manfaat dari blog Anda, maka mereka akan lebih terbuka terhadap produk ataupun peluang bisnis apapun yang Anda akan tawarkan kelak.

  1. Tidak Memiliki Opt-In

“Kesalahan terakhir ini, nggak akan pernah saya ulangi lagi!”

Sebelum saya lanjutkan, apakah Anda sudah tahu apa itu opt-in? Opt-in adalah tempat dimana orang-orang bisa memasukkan email atau nomor telepon mereka, entah itu untuk subscribe artikel di blog-Anda ataupun untuk men-download sesuatu, entah itu e-book, video, dll.

Di blog-blog saya yang sebelumnya, saya nggak pernah menyediakan Opt-in, dan kesalahan ini yang membuat saya kehilangan sebagian besar prospek saya. Ketika blog Anda tidak memiliki opt-in, itu sama saja membiarkan prospek lewat begitu saja dari blog Anda. Beda, ketika Anda memiliki opt-in.

Jika pengunjung blog Anda merasa tertarik untuk mengenal Anda lebih lagi, atau tertarik untuk mendapatkan artikel-artikel dari Anda, maka mereka pasti akan memasukkan email atau nomor telepon mereka di opt-in.

Email-email atau nomor-nomor telepon ini nantinya dapat Anda follow up lebih lanjut, sehingga Anda nggak akan kehilangan pengunjung blog Anda begitu saja.

Jadi membangun blog untuk bisnis Asuransi itu ada seni-nya. Nggak asal bikin dan langsung bisa mendatangkan prospek. Tidak boleh asal tempel juga, karena design blog yang bagus itu ternyata sangat berpengaruh terhadap persepsi orang terhadap Anda.

daftar menjadi agen asuransi allianz