Cara Merekrut Orang Menjadi Mitra Allianz

Cara prospek orang memang sangat beragam dan berbeda antara orang yang satu dengan yang lain. Memprospek orang bukan hal mudah, karena ketika kita salah menggunakan kata-kata ataupun bahasa tubuh kita tidak wajar, maka calon prospek juga pastinya akan menolak.

Berapa kali Anda sudah memprospek orang mengenai peluang bisnis Asuransi Allianz dan kemudian ditolak? 10 kali, 20 kali, atau bahkan ratusan kali? Apakah Anda merasa galau dan down ketika orang lain menolak ajakan Anda untuk bergabung di bisnis Asuransi Allianz ?

Ketika Anda sudah memprospek orang berulang-ulang kali namun hasilnya nol, Anda perlu melakukan evaluasi terhadap diri sendiri. Jangan-jangan cara bicara Anda salah, atau jangan-jangan bahasa tubuh Anda salah, atau jangan-jangan cara berpikir atau mindset Anda yang salah. Dari situ Anda dapat belajar dari kesalahan dan memperbaiki apa yang salah saat Anda memprospek orang lain.

Pada artikel kali ini saya akan membagikan 10 tips bagaimana cara prospek orang, baik itu melalui telepon, email, ataupun chatting.

1. Jangan Berfokus Pada Hasil

Banyak orang yang menilai sesuatu pada hasil akhirnya, namun saya pribadi menilai sesuatu dari prosesnya. Ketika saya mencapai suatu target, yang saya nilai adalah bagaimana cara saya mencapai target tersebut. Demikian juga ketika Anda mencari prospek. Jangan berfokus pada hasil, apakah dia nanti menerima penawaran Anda atau tidak.

Yang terpenting adalah Anda membangun hubungan dulu dengan calon prospek Anda. Karena ketika Anda berfokus pada hasil, maka ketika Anda ditolak, Anda akan menjadi galau dan down, dan akibatnya Anda akan menjadi canggung ketika melanjutkan percakapan dengan calon prospek Anda.

Juga ketika Anda hanya fokus pada hasil, maka Anda akan terkesan pushy atau memaksa calon prospek Anda untuk bisa bergabung di bisnis asuransi Allianz yang sedang Anda geluti Anda. Ketika Anda terlihat pushy, maka biasanya itu akan membuat dia membangun tameng penolakan.

Cara prospek orang yang baik adalah go with the flow, mengalir saja dan santai saja. Jika dia menerima, that’s good! Namun bila dia menolak, it’s okay, no problem.

2. Jangan Jadi Pemburu Prospek

Kalau setiap keluar rumah Anda berpikir hanya untuk berburu prospek baru dan fokus Anda adalah agar calon prospek bisa bergabung di bisnis asuransi Anda saat itu juga, itu berarti mindset Anda sudah salah. Ketika Anda hanya berpikir untuk memburu prospek, maka Anda beneran bakal jadi pemburu, Anda haus prospek, yang terjadi adalah Anda akan menjadi needy, dan pushy.

Anda akan cenderung memaksa orang lain untuk bergabung, dan cara prospek orang seperti ini tidaklah bagus. Sebenarnya oke oke saja untuk berburu prospek! Tapi bukan itu yang penting, ada yang lebih penting lagi yang perlu Anda tanamkan di pikiran Anda, yaitu memberikan solusi.

Entah itu solusi dari produk asuransi Anda, atau solusi dari peluang bisnis asuransi Anda. Rubah pikiran Anda ketika keluar rumah menjadi, “Saya ingin berbagi sesuatu kepada orang lain.” Jangan jadi seorang Salesperson, tapi jadilah Shareperson.

3. Less is More

Cara prospek orang yang baik adalah dengan menahan diri memberikan informasi berlebihan. Jangan terlalu mengumbar informasi. Jangan terlalu hiperbola terhadap peluang bisnis Asuransi yang Anda tawarkan. Ketika Anda terlalu mengumbar informasi entah itu mengenai kualitas produk asuransi ataupun tentang keuntungan-keuntungan bisnis Asuransi Anda bisa jadi hal itu malah membuat calon prospek menolak Anda.

Karena secara psikologi, pada dasarnya kita sebagai manusia tidak suka bila orang lain menjual sesuatu pada kita secara langsung. Karena kita bakal merasa dimanfaatkan atau merasa orang lain mengambil untung dari kita. Namun anehnya kita itu cenderung konsumtif dan malah suka sekali membeli sesuatu.

People don’t like to be sold, but they love to buy.

Sehingga lebih baik menahan diri dan membuat orang lain malahan menjadi penasaran terhadap bisnis asuransi yang akan kita tawarkan.

4. Just Be Yourself, Be Your Best Self

Ketika Anda melihat mentor Anda melakukan prospecting, mungkin Anda berpikir untuk menirunya, siapa tahu dengan menirunya maka keberhasilan Anda juga akan meningkat. Tidak ada yang salah dengan meniru orang lain. Namun jangan jadi 100% seperti orang lain.

Intinya tetap jadi seperti diri Anda saat ini seperti cara bicara, bahasa tubuh dan lain sebagainya. Namun tetap terus diperbaiki hal-hal yang masih kurang. Misalkan Anda merasa diri Anda masih kurang luwes ketika berinteraksi dengan orang lain, maka kembangkan kemampuan Anda dalam berinteraksi.

Ketika Anda merasa bahasa tubuh Anda terlihat kurang percaya diri, maka perbaiki hal tersebut. Intinya be Your-Best-Self. Terus improve dirimu, namun tetap jadi dirimu sendiri.

5. Ngga Ada Yang Sempurna

Di dunia ini gak ada yang sempurna, yang sempurna hanya Tuhan. Jadi ketika Anda memprospek orang, jangan takut salah. Jangan takut Anda ditolak. Jangan takut dirimu diomongin di belakang. Cara prospek orang sekeren apapun pasti ada ketidaksempurnaannya, even yang melakukan adalah orang yang sudah ahli. Lebih baik Anda keluar “do something and make some failures”daripada hanya diam saja dan gak ada progress.

6. Jangan Berusaha Meyakinkan Orang

Ini yang paling sering dilakukan oleh para pebisnis asuransi. Mereka cenderung memaksa dan berusaha meyakinkan orang lain untuk membeli produk atau untuk bergabung di bisnis Asuransi mereka. Cara prospek orang seperti ini yang membuat banyak orang menjadi berpikiran negatif tentang bisnis Asuransi.

Fokus dari prospecting adalah untuk “berbagi”, bukan untuk “berburu”. Anda harus punya mindset untuk berbagi, entah itu berbagi value, berbagi cerita Anda, atau cerita orang lain. Intinya adalah berbagi.

Bagaimana Anda bisa tahu jika dirimu sedang dalam kondisi “meyakinkan orang”? Ketika Anda berusaha untuk menjadikan orang lain sebagai mitra/agen Anda saat itu juga, atau Anda berusaha untuk menjual produk asuransi Anda saat itu juga, maka Anda sedang dalam kondisi “meyakinkan orang”.

7. Be Silent, Just Listen

Kita sebagai pebisnis Asuransi cenderung suka berbicara ketika memprospek orang. Padahal lebih baik, “Talk less is better.” Lebih baik tidak terlalu banyak memberikan informasi berlebihan kepada calon prospek.

Mengapa kita harus lebih sering mendengar mereka berbicara? Agar kita lebih mengenal calon prospek kita. Agar kita mengerti problem mereka apa saja.

Tujuannya mudah, setelah mengenal dan mengetahui problem hidup mereka, kita dapat sharing mengenai solusi yang dapat diberikan oleh bisnis kita, entah itu solusi finansial, kesehatan atau yang lain. Jadi lebih banyaklah mendengarkan calon prospek Anda

8. Atur Jadwal Demi Jadwal

Kalau Anda berpikir setiap kali bertemu calon prospek langsung bisa closing, entah itu jualan produk atau mengajak mereka join bisnis, maka Anda salah besar. Yang ada malah Anda akan terkesan needy dan pushy bila Anda terus berusaha meyakinkan mereka akan produk atau peluang bisnis asuransi Anda.

Justru persentase closing paling besar itu terjadi saat kita sedang melakukan follow-up prospek. Oleh karena itu better untuk membuat jadwal pertemuan atau telepon. Bila memang hari ini calon prospek tidak dapat kita follow-up, maka langsung atur jadwal berikutnya untuk lakukan follow-up.

Tapi ingat ya, follow-up harus wajar dan tidak berlebihan. Misalkan setiap hari, setiap saat kita melakukan follow-up, itu malah bakal membuat calon prospek kita memasang benteng penolakan.  Jadi santai saja. Proses follow-up yang dilakukan dengan baik akan memunculkan “trust”.

“Trust” ini yang nanti dapat membantu kita untuk menjadikan mereka sebagai konsumen produk atau bahkan membuat mereka bergabung di bisnis Asuransi kita.

9. Jangan Gugup

Ketika kita gugup, maka orang lain akan dapat dengan mudah merasakannya. Karena secara otomatis suara kita, cara bicara kita, bahkan bahasa tubuh kita juga menjadi aneh. Ketika melakukan prospecting, jangan terlalu banyak berpikir, go with the flow aja. Fokus untuk sharing value pada calon prospek Anda. Dan santai saja ngobrol serta mendengarkan mereka.

10. Cari Problem Mereka dan Tawarkan Solusi

Sebetulnya gampang sekali cara untuk menawarkan peluang bisnis atau solusi dari produk Asuransi kita. Caranya kita harus tahu apa masalah yang mereka hadapi, kemudian kita bagikan apa yang dapat dilakukan oleh bisnis kita untuk mengatasi problem mereka.

Oleh karena itu saya sudah tuliskan sebelumnya tentang pentingnya “mendengar”. Kita perlu lebih sering mendengar mereka, tujuannya untuk lebih mengenal mereka, dan mengerti sebetulnya apa sih problem hidup mereka.

Mungkin Anda berpikir, bagaimana bila mereka tidak menceritakan problem mereka? Bagaimana kita bisa sharing tentang solusi bisnis yang kita punya? Gampang saja, kita tinggal pancing. Tanya kabar mereka, dan langsung saja tanya apa sih problem mereka. Contoh: “Gimana kabarmu? Lagi oke-oke aja atau lagi ada banyak masalah nggak nih?”

Atau mungkin kalau Anda masih kerja di kantor, Anda bisa bertanya seperti ini “Gimana kerja disini? Kedepan mau gimana nih, tetap disini atau ada rencana lain?” Itu semua hanya pancingan agar mereka bercerita tentang masalah mereka.

Dari situ kita bisa sharing tentang bisnis asuransi yang kita geluti yaitu bisnis asuransi Allianz dan solusi yang dapat diberikan kepada mereka.

daftar menjadi agen asuransi allianz