Cara Membangun Trust dalam Sekejap

Bagi yang orangnya pendiam  biasanya akan merasa sulit untuk pendekatan ke orang baru. Follow-up teman sendiri ada susah banget rasanya, apalagi ngobrol dan follow-up orang baru. Pernah nggak sih Anda ngalamin seperti ini?

Anda sudah ketemu orang baru (prospek), kemudian Anda pasang muka ramah, Anda ceritain ini itu, bahkan sampai traktir dia minum dan makan di Starbucks. Sampai situasinya jadi enak banget buat kalian ngobrol, seperti teman akrab yang udah lama nggak ketemu.

Terus endingnya Anda nawarin peluang bisnis atau produk Asuransi yang Anda geluti. Dan tiba-tiba respon prospek Anda jadi berubah 180 derajat. Dia langsung nolak, dan kemudian kelihatan bete banget. Terus keesokan harinya Anda follow-up dia lagi, dan dia-nya ngga bales WhatsApp atau Chattingan Anda.

Miris banget nggak sih ?

Di artikel ini saya mau bahas apa yang salah dan apa yang seharusnya dilakukan untuk membangun kepercayaan dalam waktu super singkat. Sebetulnya dari cerita diatas dapat dipetik kesimpulan bahwa apa yang kita lakukan, sebaik apa kita terhadap calon prospek kita, nggak akan mempengaruhi keputusannya.

Anda sudah repot-repot bermacet-macet ria di jalan, kemudian rela traktir di restoran atau kafe, dan juga memberikan waktu Anda berjam-jam untuk ngobrol dan pendekatan, namun yang didapat hanya penolakan.

Sakitnya tuh disini loh.. ? Kenapa sih bisa begitu? Sebetulnya jawabannya hanya satu “Belum ada trust diantara kalian berdua.” Semakin Anda dipercaya oleh orang lain, maka orang lain tak segan-segan mempercayakan hal-hal lain, termasuk keputusannya sendiri.

Coba bila Anda sudah mendapatkan trust dari prospek Anda, kemudian nggak perlu basa basi lagi, langsung aja tawarin peluang bisnis Asuransi Anda, atau produk-produknya, dijamin deh dia gak akan berpikir negatif terhadap Anda.

Paling-paling cuma perlu menunggu beberapa hari untuk berikan keputusan. Dan bila memang bisnis Anda atau produk-produknya cocok dengan keinginannya, maka dijamin dia akan langsung mengiyakan tawaran Anda.

Terus gimana dong cara membangun trust? Bukankah membangun trust itu perlu waktu yang lama? Ya, betul sekali. Trust memang tidak dapat dibangun dalam waktu singkat. Namun ada yang saya sebut dengan quick trust, yaitu pandangan orang terhadapmu pada saat itu juga. Dan kabar baiknya, quick trust ini bisa dibangun dalam waktu singkat loh.

Kesamaan

Cara pertama untuk membangun quick trust adalah kesamaan. Misal Anda orang asli Solo, jadi memang logatnya masih agak-agak medok. Trus saat ini Anda tinggal di Jakarta. Meskipun dituntut untuk bisa bahasa gue eloh begituh, tapi tetap saja logat-logat jawanya pasti muncul.

Nah, sering banget ketika naik taxi online kemudian drivernya orang jawa, Anda dan drivernya tuh jadi langsung akrab banget. Seperti langsung terbentuk trust gituu. Dia kasih rekomen tempat-tempat bagus di sana sini, dan Anda pun nurut saja, karena merasa ada kesamaan, yaitu sama-sama orang jawa dengan logat medok.

Contoh lain misalnya Anda suka banget ngegym, dan bila ketemu orang baru yang sama-sama suka ngegym, rasanya tuh ada bonding saat itu juga. Karena lagi-lagi ada kesamaan. Sama-sama punya hobi yang sama, dan suka gaya hidup sehat. Hal ini yang bisa Anda manfaatkan untuk membangun quick trust, yaitu dengan mencari kesamaan.

Contoh lain. Bila Anda menawarkan produk penurun berat badan misalnya. Anda bisa menceritakan apa yang Anda percayai, seakan-akan Anda benar-benar mengalaminya. Istilahnya menaruh empati pada prospek Anda. Maka Anda bicara seperti ini :

Yah, Anda tau sendiri lah kita ingin badan yang six pack tapi gak pengen olahraga keras.

Yah, Anda tau sendiri lah kita seperti punya alergi kalau disuruh olahraga.

Kerasa ngga?

Ketika Anda ngomong seperti itu, prospek akan merasa, “iya betul betul betul, saya juga merasakan hal yang sama.” Istilahnya kita membuat prospek mengangguk-angguk dalam pikiran mereka. Dan ini sangat ampuh loh. Oh iya, tapi jangan terlalu banyak ngomong ya.. Lebih baik “lebih banyak dengerin” prospek Anda dulu.

Tujuannya adalah supaya Anda dapat data lebih tentang prospek Anda, baru setelah itu Anda bisa cerita tentang kesamaan Anda dengannya. Selain cari kesamaan, Anda juga harus lihat seperti apa prospek Anda.

Misalkan prospek Anda adalah tipe yang berbicara lambat, maka Anda juga harus sesuaikan cara Anda berbicara. Demikian sebaliknya. Istilah psikologisnya “Mirroring”, Anda menyesuaikan diri dengan kondisi prospek Anda.

Berikan Fakta

Fakta itu hal yang mendasari keputusan seseorang. Sebetulnya, kita ini memutuskan sesuatu dengan menggunakan emosi kita, namun didukung oleh data-data riil, seperti fakta-fakta. Fakta yang memang dialami oleh banyak orang bisa memberikan kita keyakinan untuk memutuskan sesuatu.

Menceritakan fakta adalah salah satu senjata ampuh untuk membangun quick trust, kata kuncinya disini adalah “Kebanyakan orang”.

Mengapa?

Karena prospek akan merasa banyak orang yang sepenanggungan yang mengalami hal yang sama dan ingin solusi yang sama. Ini seperti prospek mendapatkan afirmasi dari orang lain melalui cerita kita.

Contoh nya seperti ini :

Kebanyakan orang tidak punya waktu untuk olahraga.. bla bla bla..

Kebanyakan nggak punya waktu untuk diet.. bla bla bla..

Kebanyakan orang nggak suka bila merasa lapar.. bla bla bla..

Kebanyakan orang diet nggak pernah berhasil.. bla bla bla..

Sekarang mari kita gabungkan.

Dengan memposisikan diri kita seperti mengalami hal yang sama yang dialami prospek kita, istilahnya mencari kesamaan, maka hal itu akan secara otomatis membangun trust. Apalagi bila kemudian disambung dengan fakta-fakta yang memang dialami oleh kebanyakan orang. Itu akan membuat kekuatan trust jadi double.

Oke, sekarang coba kita gabungkan kedua kalimat tersebut menjadi satu kalimat ajaib yang dapat membuat kita dapat membangun trust dengan cepat.

Yah Anda tahu sendiri lah kita ingin punya perut six pack tapi gak mau olahraga, kebanyakan orang gak punya waktu untuk olahraga karena sibuk banget sehari-harinya, yah tahu sendiri Jakarta seperti apa dan semacet apa. Dan saya yakin semua orang ingin punya minuman magic yang hanya minum saja langsung six pack.

Senyum

Cara terakhir untuk membangun quick trust adalah “Senyum”. Ini yang mungkin paling gampang kita lakukan, tapi ampuh banget. Coba saja kalau gak percaya, ketemu orang baru kemudian senyum saja, otomatis orang tersebut akan merasa disambut dengan ramah, dan trust secara otomatis akan terbangun.

Jadi mulai sekarang perbanyak senyum dengan orang lain ya, tapi ingat! Jangan senyum-senyum sendiri. Nanti malah disangka gak waras.

Jadi kesimpulannya trust itu bisa dibangun dalam waktu singkat, yang disebut quick trust, yaitu kesan pertama ketika kita bertemu dengan orang. Dan cara membangunnya dapat menggunakan kata-kata, yaitu dengan mencari kesamaan, kemudian menambahkan fakta-fakta, dan yang terakhir tersenyumlah.

daftar menjadi agen asuransi allianz