Bisnis Allianz, Modal Kecil, Income Besar

Mau usaha modal kecil untung besar? Sebetulnya ada beberapa usaha yang bisa Anda jalankan. Mungkin Anda sudah capek dan merasa nggak aman lagi bekerja di kantor, bisa jadi karena kebutuhan Anda yang sudah lumayan banyak sedangkan pendapatan Anda tak kunjung meningkat.

Masih ingatkah Anda pada kutipan “Besar Pasak Daripada Tiang?” Artinya “Lebih besar pengeluaran daripada pendapatan“. Dan inilah yang sebagian dari kita alami, terutama di daerah ibukota. Kebanyakan dari kita memiliki banyak beban tagihan bulanan, dan biasanya berasal dari kartu kredit, cicilan rumah, cicilan mobil, cicilan HP, dan lain sebagainya.

Sedangkan pendapatan yang kita peroleh hanya pas-pasan saja dan tidak naik secara signifikan. Apa yang biasa kita lakukan adalah dengan memangkas pengeluaran atau berhemat. Ini adalah pemikiran yang ngga salah, karena menurut saya, sekaya apapun kita nanti, lebih baik tetap hidup sederhana.

Tapi, pertanyaanya bagaimana bisa kaya bila hanya memangkas atau memperkecil “pasak-nya (pengeluarannya)” saja? Bukankah lebih baik yang diperbesar adalah tiang-nya? Atau pendapatannya.

Dan untuk memperbesar pendapatan, yang harus kita lakukan adalah dengan berpindah ke perusahaan lain yang bisa memberi gaji lebih besar, atau mencari pendapatan lainnya. Istilahnya kita mencari income stream lain. Lalu apa yang harus kita lakukan untuk mendapatkan income lainnya?

Di artikel ini saya akan bahas sebetulnya apa sih yang “Paling Pas” dikerjakan oleh orang kantoran, ibu rumah tangga, ataupun pengusaha untuk lebih memperbesar pendapatannya.

Robert kiyosaki mengatakan, apabila kita memiliki kebebasan finansial dan waktu, kita sebaiknya berpindah kuadran dari employee, maupun self-employee ke kuadran business, atau dengan kata lain membuka bisnis.

Bila Anda ingin mendapatkan income stream lainnya selain dari kantor Anda maka satu-satunya jalan adalah dengan memiliki pekerjaan sampingan. Dulu saya sembari bekerja di kantor, saya juga mengerjakan freelance. Saya pikir itu bisa memberikan income stream lainnya. Memang sih pendapatan saya bertambah, tapi “waktu” yang saya miliki semakin berkurang.

Karena setelah selesai bekerja di kantor, saya langsung lanjut mengerjakan pekerjaan freelance saya. Lama-kelamaan mulai merasa capek sendiri, baik fisik maupun mental, karena faktanya pada waktu itu saya nggak berusaha berpindah ke kuadran pebisnis (B), melainkan saya menambahkan kuadran baru yaitu kuadran Self-Employee (S).

Jadi jangan ikuti apa yang pernah saya lakukan ya! Bila Anda ingin membuka usaha, lebih baik membuka usaha yang tersistem atau sudah memiliki sistem, sehingga ketika sudah berjalan, Anda bisa meninggalkan bisnis ini, dan bisnis ini tetap akan berjalan tanpa Anda.

Memang sih, ketika awal merintis usaha, kita sendiri masih perlu turun tangan langsung, tapi kan itu ngga berlangsung selamanya. Bila usaha kita sudah berjalan berdasarkan sistem, maka kita ngga perlu turun tangan lagi. Serahkan semua pada sistem yang ada.

Nah untuk bisa membuka usaha, ada tiga hal yang perlu Anda siapkan, yaitu modal, ilmu, dan mentor. Ketiganya adalah syarat penting demi suksesnya bisnis Anda.

1. Modal

Ini adalah syarat pasti dari sebuah bisnis. Semua bisnis itu perlu modal, dan besarnya bervariasi. Ada bisnis yang bisa dimulai dengan modal ratusan ribu, ada yang jutaan, bahkan ada yang miliaran. Sekarang pertanyaannya, bila Anda sudah mengeluarkan modal yang cukup besar untuk bisnis Anda, dan kemudian bisnis Anda nggak berjalan, apa yang terjadi dengan semua modal Anda?

Tentu saja semuanya menghilang lenyap ditelan bumi alias duit Anda amblass.

Saya akan memberi sebuah contoh. Si A membuka sebuah pabrik makanan ringan. Awalnya beliau bekerja kantoran di Singapura selama beberapa tahun. Kemudian ayahnya memanggil dia pulang ke Indonesia dan dibukakan sebuah pabrik makanan ringan beserta alat-alatnya.

Modal yang digelontorkan sekitar 2 Milyar. Setahun berjalan, produknya minim peminat, tahun berikutnya berjalan dan kondisinya masih sama, sedangkan biaya yang dikeluarkan sudah cukup besar. Singkat cerita, tutuplah pabrik tersebut. Lalu kemana uang 2 Milyar tersebut? Ya sudah pasti amblas.

Saya ada contoh lain lagi. Si B membuka sebuah restoran yang memang bagus. Modal yang dikeluarkan sekitar 800 juta. Tahun pertama dilalui dengan minus, alias masih rugi. Di tahun kedua, pendapatan yang diperoleh sudah menutup biaya operasional, alias nggak rugi dan nggak untung, tapi belum break even atau balik modal.

Tahun berikutnya juga sama, nggak rugi dan nggak untung. aDan di akhir tahun ketiga, akhirnya dia memutuskan untuk menutup restoran tersebut. Dibalik modal yang Anda keluarkan pasti ada resikonya.

Bila Anda mengeluarkan modal besar, maka persiapkan mental Anda akan apapun yang terjadi nanti. Bisa jadi Anda sukses, namun bisa juga Anda rugi bahkan bangkrut.

2. Ilmu

Hal kedua yang nggak kalah pentingnya adalah ilmu. Ini yang kebanyakan kita abaikan. Padahal ilmu itu penting banget. Sekarang bayangkan, bila Anda ingin membuka restoran pecel lele, namun Anda nggak ngerti sama sekali tentang seluk beluk pecel lele. Apa jadinya? Ya sudah pasti bisnis Anda akan tersendat-sendat, karena mau gak mau Anda harus test trial sendiri.

Pasti banyak gagalnya. aBukankah lebih baik Anda belajar dari orang yang sudah berpengalaman di bidang tersebut, sehingga ketika bisnism Anda dimulai, Anda sudah memiliki ilmunya.

Ilmu disini bukan sekedar pengetahuan di bidang bisnis yang Anda jalankan. Namun juga pengetahuan mengenai “bisnis” itu sendiri. Bagaimana seorang pengusaha berpikir. Bagaimana seorang pengusaha bertindak dan berbicara. Bagaimana seorang pengusaha memimpin, dan lain sebagainya.

Itu semua harus Anda pelajari!

3. Mentor

Tahu tidak, faktanya semua orang sukses di dunia ini pasti mempunyai seorang mentor. Mentor itu penting banget demi berhasilnya bisnis Anda. Bila di tengah jalan Anda menemukan masalah yang gak bisa Anda selesaikan, maka mentor And lah yang dapat membantu Anda.

Atau bila ditengah jalan Anda punya mindset yang salah, maka mentor Anda yang bisa membetulkannya. Mentor juga berperan dalam memberikan semangat, pemikiran-pemikiran yang positif, dan solusi untuk bisnis Anda Oleh karenanya, mentor sangatlah penting.

Ribet banget ya? Ya memang, itulah dunia pengusaha. Sekarang saya mau tanya? Maukah Anda membuka bisnis Anda sendiri?

Pertanyaannya simpel.

1. Bisnis seperti apa yang ingin Anda buka, dan berapa modalnya? Lalu sudahkah Anda menyiapkan modalnya?

2. Sudahkah Anda memiliki ilmunya? Apakah Anda sudah belajar atau tahu tempat dimana Anda bisa belajar tentang bisnis tersebut?

3. Sudahkah Anda menemukan mentor?

Bila ketiga pertanyaan tersebut sudah bisa Anda jawab dengan yakin, maka monggo saja bila ingin membuka bisnis sendiri. Namun ingat, pasti ada resikonya. Modal besar, maka siap rugi besar.

Apabila Anda tidak memiliki modal yang cukup, bingung belajar bisnis dari siapa, dan belum tahu harus belajar pada siapa alias belum punya mentor..

Maka Robert Kiyosaki menyarankan satu sistem bisnis yang bisa Anda jalankan, yaitu Network Marketing atau istilah kerennya bisnis pemasaran jaringan seperti bisnis asuransi Allianz ini. Mengapa?

1.  Bisnis ini tidak memerlukan modal yang besar alias low risk.

Modal yang perlu Anda keluarkan sangat kecil. Bila dibandingkan dengan bisnis lain, modal bisnis ini jauh lebih kecil. Oleh karenanya disebut minim resiko.

2. Ada Sistem Pendidikannya

Biasanya bisnis asuransi yang benar itu ada sistem pendidikannya. Jadi Anda bisa belajar seluk beluk bisnis ini, dari bagaimana cara memulainya; Apa yang harus disiapkan; Bagaimana cara membangun bisnis ini; Hingga product knowledgenya.

Semuanya disediakan oleh perusahaan atau agency, sehingga Anda nggak perlu repot-repot mencari tahu sendiri. Bila Anda ingin menjalankan bisnis asuransi ini, maka pilihlah bisnis asuransi yang menyediakan sistem pendidikan dan pelatihan yang bagus.

3. Mentor Yang Supportive

Setiap Anda gabung di bisnis asuransi ini, pasti Anda memiliki upline alias mentor sendiri. Anda bisa belajar dari mereka-mereka yang sudah berhasil terlebih dahulu. Apa tips mereka; Apa yang mereka lakukan, dan lain sebagainya.

Intinya Anda akan disupport habis-habisan oleh mentor Anda agar sukses di bisnis asuransi ini. Mengapa kok bisa begitu? Karena pada dasarnya bila Anda sukses, maka mentor Anda juga akan menikmati kesuksesan Anda bersama dengan Anda.

4. Keuntungan Besar

Bisnis asuransi Allianz bukanlah bisnis yang memberikan pendapatan begitu-begitu saja. Tahu tidak, Ada banyak orang-orang profesional, bahkan pengusaha dan dokter yang menjalankan bisnis ini. Mengapa? Karena mereka sudah melek akan potensi finansial yang bisa dihasilkan oleh bisnis asuransi Allianz ini.

Awalnya memang sulit, karena kita harus membangun jaringan kita, namun ketika jaringan sudah terbentuk, maka pendapatan pun akan mengalir dengan sendirinya. Pendapatannya beragam, dan itu semua tergantung kita yang menjalankannya.

Ada yang mulai dari 5 juta per bulan, ada yang 15 juta per bulan, ada yang ratusan juta per bulan, dan bahkan ada yang sudah mencapai milyaran per bulan. Semua tergantung kemauan kita dalam menjalankannya.

Oh ya, jangan berpikir bila Anda bergabung sekarang maka pendapatan Anda akan jauh lebih kecil dibandingkan dengan orang yang sudah bergabung duluan. Di bisnis Asuransi tidak ada namanya orang yang pertama gabung yang bakal diuntungkan. Itu hanya ada di money game! Ingat ya!

Jadi nggak perlu khawatir, karena meskipun Anda bergabung terakhir, Anda tetap bisa menjadi top performer di bisnis asuransi Allianz ini. Sekali lagi, semua tergantung Anda nya.

Bila Anda mencari usaha modal kecil dengan untung besar, maka bisnis asuransi Allianz lah jawabanny. Apalagi bila Anda belum punya modal yang cukup, belum memiliki ilmu yang cukup, dan belum memiliki mentor. Karena biasanya di bisnis asuransi Allianz ini Anda akan mendapatkan ketiganya sekaligus.

Jadi jangan ulur-ulur waktu Anda lagi, karena semakin Anda mengulurnya, maka semakin Anda tertekan karena kebutuhan dan situasi. Mulailah Sekarang. Jangan tunda lagi.

daftar menjadi agen asuransi allianz