Bisnis Allianz adalah Real Business

Alkisah ada 3 orang tukang batu dengan kemampuan ketrampilan yang sama, siap bekerja membangun sebuah bangunan. Pemilik bangunan memanggil tukang batu yang pertama, dan mengatakan bahwa di tanah tersebut akan di bangun rumah sederhana.

Berikutnya dia memanggil tukang batu ke 2, dan mengatakan bahwa di tanah tersebut akan dibangun rumah mewah. Dan tukang batu ke 3 diberitahu kalau tanah itu akan dibangun istana. Seluruh bahan bangunan sudah disiapkan, dan ke 3 tukang batu memulai bekerja. Tahukah Anda bagaimana hasil akhir pekerjaan mereka?

Tukang batu pertama tahu bahwa bangunan yang dikerjakannya adalah rumah sederhana, maka hasil kerjanya cenderung apa adanya. Sedangkan tukang batu ke 2, bekerja dengan lebih hati hati karena dia tahu yang dikerjakan adalah rumah mewah.

Dan tukang batu ke 3 bekerja sangat ekstra hati hati dan penuh presisi, karena dia tahu yang dikerjakan adalah sebuah istana. Sejak awal menyusun batu bata dia mencari bahan yang terbaik, mencari batu batu yang presisi, bahkan batu bata yang miring bentuknya tidak dia pergunakan.

Dari awal sampai akhir, dia selalu mengerjakan dengan hasil yang terbaik. Sebaliknya tukang batu yang pertama sejak awal melakukannya dengan kadar seadanya karena dia menganggap untuk sebuah rumah sederhana tidak dituntut sebuah pekerjaan yang rapi dan presisi.

Sering saya menemui banyak agen asuransi di bisnis asuransi ini yang melakukan pekerjaan nya dengan setengah hati. Mereka tidak mau mengikuti training. Selalu mempunyai alasan untuk tidak hadir dalam setiap pertemuan yang diadakan. Mereka tidak mau belajar, padahal kita tahu bisnis kita bukanlah bisnis yang mudah.

Dan saat melakukan prospekting hampir tidak pernah mengadakan persiapan apapun.

Mengapa demikian?

Karena mereka tidak pernah memperlakukan bisnis asuransi jiwa ini sebagai bisnis besar.

Sering saya ilustrasikan, bila suatu waktu ada seseorang dari negeri Antaberantah yang mewariskan kepada kita sebuah lahan pertambangan, yang di dalamnya mengandung unsur logam mulia yang dalam perhitungan ekonomi mampu menghasilkan ratusan milyar pertahun.

Apakah kita mau mencari tahu tentang bisnis tersebut? Apakah kita mau belajar bagaimana prosesnya? Bagaimana cara jualnya? Bagaimana prosedur perijinannya? Dan sejumlah bagaimana bagaimana nya yang lain dan bahkan kita berani mengeluarkan dana besar untuk mendapatkan informasi tersebut.

Kita berani menginvestasikan uang, waktu, tenaga, dan lainnya demi bisa tahu dan mengembangkan lahan logam mulia tersebut. Kita mau melakukan hal itu semua karena kita tahu dan beranggapan bahwa bisnis yang dihibahkan ke kita itu adalah sebuah bisnis besar, bisnis yang nantinya akan memberikan penghasilan yang luar biasa.

Ironisnya, bisnis asuransi jiwa yang dalam skema bisnis plannya juga mampu memberikan penghasilan besar, penghasilan pasif baik di masa sekarang atau mendatang serta bisa diwariskan kepada keluarga nantinya malah tidak pernah dianggap sebagai sebuah bisnis besar.

Bahkan sebagian besar malah menganggap ini bisnis sampingan. Yang dikerjakan saat ada waktu luang, dan dilupakan bila punya aktifitas lain, sekalipun yang aktivitas lain yang dikerjakan menghasilkan penghasilan yang jauh lebih kecil daripada penghasilan yang bisa diberikan oleh bisnis asuransi ini.

Yang menarik, bila ditanya mereka ini selalu tahu bahwa bisnis asuransi ini akan menghasilkan income besar, berkesinambungan, bahkan membangun bisnis pasif income. Tapi mereka tidak pernah memprioritaskan untuk melakukannya.

Meskipun mereka bergabung di bisnis asuransi ini karena mereka telah mendengar secara langsung tentang bagaimana dahsyatnya penghasilan yang bisa dihasilkan di bisnis ini, bahkan mendengar kesaksian dari orang orang yang telah lebih dahulu sukses, namun ketika mereka bergabung dan sudah berada di dalamnya, tetap saja mereka tidak memperlakukan bisnis asuransi ini sebagai bisnis besar. Mereka menganggap ini adalah sebuah bisnis instan, yang serta merta bisa membuat mereka langsung sukses.

Sekali lagi ini adalah bisnis besar yang layak diprioritaskan, yang berpotensi mendapat income yang berkelanjutan. Banyak membaca buku yang berhubungan dengan sikap mental positif. Dan karena inti dari bisnis besar kita adalah pengembangan sumber daya manusia, maka belajar komunikasi dan tentang pengenalan keunikan manusia perlu dipelajari.

Apakah Anda sudah memperlakukan bisnis asuransi Allianz yang Anda jalankan ini sebagai the real business ?

daftar menjadi agen asuransi allianz