Bagaimana Jika Perusahaan Asuransi Tutup

Mungkin artikel kali ini agak kontroversial, tapi saya hanya ingin share apa yang ada di benak saya. Pagi tadi saya baru saja membaca artikel, dan lagi-lagi dikabarkan bahwa beberapa perusahaan ritel kembali gulung tikar, tepatnya ada 12 perusahaan ritel yang bakal menutup usahanya.

Sebagian besar penyebab perusahaan-perusahaan tersebut gulung tikar adalah karena mereka sulit beradaptasi terhadap perubahan dunia. Saat ini bisnis bergerak dengan sangat amat cepat, karena sudah didukung oleh teknologi dan internet. Oleh karena itu, setiap individu dan perusahaan harus terus mau belajar, dan harus mampu beradaptasi dengan cepat.

Bagaimana bila kenyataanya perusahaan Asuransi tempat Anda bergabung menjadi mitra/agen tidak dapat bertahan cukup lama menghadapi perubahan dunia? Bagaimana bila suatu saat perusahaan Asuransi tempat Anda bernaung gulung tikar? Pernah gak Anda memikirkan hal tersebut? Bukannya berpikiran negatif ya, tapi hal itu bisa saja terjadi.

Dan faktanya memang terjadi, ada beberapa perusahaan Asuransiyang memang tutup, entah karena legalitas, penipuan, ataupun karena faktor-faktor lainnya. Lalu bagaimana bila hal itu terjadi?

Bisnis Asuransi adalah bisnis yang sangat oke bagi orang-orang yang ingin memiliki bisnis sendiri tanpa pusing-pusing memikirkan tetek bengek bisnis, seperti proses produksi, research & development, stock barang, distribusi barang, finansial dan lain sebagainya.

Bahkan Robert T Kiyosaki pun menyarankan untuk menjalankan bisnis sejenis ini (bisnis pemasaran jaringan) agar kita bisa berpindah dari kuadran Employee (E) ataupun Self-Employee (S) ke kuadran Business (B) dengan mudah tanpa harus mengeluarkan modal uang yang besar.

Bisnis asuransi seperti bisnis asuransi Allianz juga dapat memberikan kita kebebasan finansial dan kebebasan waktu. Tentunya hal itu bisa terjadi apabila kita bekerja keras dan berhasil membangun jaringan yang sukses.

Namun dibalik kenyamanan dan keunggulan bisnis Asuransi, terdapat beberapa kekurangan dari bisnis ini.

1. Produk Asuransi bukanlah produk Anda sendiri

Produk yang dijual oleh perusahaan Asuransi bukanlah produk Anda sendiri. Jadi Anda hanya bisa pasrah terhadap apapun yang terdapat di dalam produknya. Anda tidak dapat memodifikasinya, ataupun menambahkan produk baru lagi di dalamnya.

Dan apabila produk asuransi yang dijual akhirnya ditarik dari pasaran, atau jelek-jeleknya perusahaan Asuransi nya gulung tikar, maka otomatis Anda tidak memiliki produk lain lagi untuk dijual. Lalu Anda harus menjual apa? Darimana pendapatan Anda ?

2. Anda harus menaati aturan perusahaan

Yang kedua adalah, Anda tidak punya kontrol terhadap perusahaan Asuransi. Setiap kebijakan yang ada harus Anda taati, dan jika tidak, maka otomatis Anda akan mendapatkan sanksi.

Hal ini juga saya alami ketika ingin memasarkan produk Asuransi. Saya tidak dapat dengan bebas memasarkan produk ataupun peluang usahanya, karena adanya aturan-aturan yang harus di taati. Dan jujur aturan-aturan tersebut menghambat saya dalam memasarkan produk atau peluang bisnisnya. Still you have to follow the rule. Titik.

3. Mitra/Agen di bawah Anda bukanlah milik Anda

Mitra/agen itu bagaikan jaringan distribusi produk. Semakin banyak mitra/agen Anda yang aktif berjualan, maka komisi yang Anda dapatkan juga akan semakin tinggi. Namun mereka seluruhnya berada di bawah perusahaan Asuransi atau menjadi milik perusahaan Asuransi.

Bila Anda keluar dari perusahaan Asuransi tersebut, maka Anda nggak bisa serta merta menarik seluruh mereka semua untuk ikut dengan Anda. Banyak perusahaan Asuransi yang memiliki aturan hukum yang akan memberatkan Anda jika Anda menarik mitra/agen Anda untuk keluar dari perusahaan dan berpindah ke perusahaan Asuransi lainnya.

Dan bila demikian, maka otomatis ketika Anda keluar dari perusahaan Asuransi maka Anda harus memulai semuanya dari nol lagi.

4. Resiko apabila perusahaan ASURANSI bangkrut atau tutup

Bagaimana bila suatu saat perusahaan Asuransi tempat Anda bernaung selama ini tutup atau gulung tikar ? Jaringan yang sudah berhasil Anda bangun bertahun-tahun ikut hancur, dan otomatis pendapatan Anda juga ikut berhenti total. Bukannya saya menakut-nakuti, namun faktanya, hal ini bisa saja terjadi.

Melihat fakta-fakta tersebut, lalu muncullah pertanyaan di kepala saya, “Sebetulnya bisnis seperti apa sih yang seharusnya saya jalankan?” Tentunya, saya ingin bisnis yang saya jalankan, sepenuhnya ada di tangan saya dimana saya punya kontrol penuh terhadap bisnis saya.

Bila saya ingin menambahkan produk baru, maka saya dapat dengan mudah menambahkannya. Bila saya ingin memodifikasi produk yang sudah ada, maka saya dapat dengan mudah memodifikasinya. Bila saya ingin menambahkan atau merubah aturan perusahaan, maka saya dapat melakukannya tanpa terkena sanksi apapun.

Intinya, saya ingin bisnis saya sepenuhnya berada dibawah kontrol saya. Sukses, atau gagalnya bisnis saya ada di tangan saya, dan tidak bergantung pada faktor eksternal lainnya.

Ketika Anda hanya memasarkan peluang bisnis perusahaan Asuransi, dan produk asuransi dibawah perusahaaan Asuransi, maka secara tidak langsung Anda hanya pasrah terhadap apa yang dilakukan oleh perusahaan Asuransi tersebut.

Anda tidak memiliki kontrol penuh terhadap bisnis Anda. Dan apabila suatu saat perusahaan Asuransi tersebut gulung tikar, Anda pun secara otomatis juga ikut gulung tikar.

Menjalankan bisnis Asuransi sepenuhnya bukanlah hal yang salah. Karena bila berhasil membangun jaringan yang sukses, maka bisnis Asuransi dapat memberikan Anda kebebasan finansial dan waktu.

Bila jelek-jeleknya suatu saat perusahaan Asuransi tempat Anda bergabung tutup atau gulung tikar, maka otomatis penghasilan Anda juga ikut terhenti. Jaringan yang sudah Anda bangun bertahun-tahun juga akan ikut hancur.

Karena itu sebelum memutuskan untuk bergabung ke dalam sebuah bisnis asuransi, Anda harus jeli untuk menyelidiki tentang perusahaan Asuransi nya seperti sudah berapa lama perusahaan nya berdiri, seberapa kuat kondisi keuangan nya, seberapa besar perusahaan nya, seberapa kuat brand dan merek nya dan bagaimana pengelolaannya selama ini.

Sebelum saya bergabung di bisnis asuransi Allianz, saya juga pasti mencari tahu dengan benar benar mengenai perusahaan Allianz ini. Dengan majunya teknologi internet saat ini saya yakin bukanlah hal yang sulit bagi Anda untuk mencari tahu tentang Allianz.

Anda bahkan dapat dengan mudah melakukan crosschek tentang informasi yang Anda dapatkan di situs ini mengenai perusahaan Allianz dengan informasi pihak ketiga di luaran sana yang sifatnya lebih independen misal nya dari Forbes dan sebagai nya untuk mengetahui apakah informasi yang diberikan di sini benar atau tidak.

Saya juga menyarankan Anda untuk mencari tahu tentang Allianz bukan hanya dari situs situs lokal yang berbahasa Indonesia saja namun juga cari tahu lah tentang Allianz di situs situs luar negeri karena Allianz ini sudah terkenal di seantero dunia.

Selain itu, jika Anda telah memutuskan untuk menjadi mitra/agen di grup saya, saya juga menyarankan kepada Anda untuk membangun bisnis Asuransi Allianz Anda dengan strategi yang berbeda dari yang lain. Di grup saya, saya sangat menghargai kreativitas asalkan masih dalam batasan yang tidak melanggar aturan pastinya.

daftar menjadi agen asuransi allianz