Anda Sendiri yang Menentukan Keberhasilan Anda

Sering dalam obrolan warung kopi antara agen satu dengan agen yang lain yang dibicarakan bukan gosip artis, tapi justru banyak membicarakan soal Leader masing masing. Kalau ada pepatah yang mengatakan ‘rumput tetangga lebih hijau’ di sinilah pengertian itu didapatkan. Banyak Agen merasa tidak puas dengan Leadernya, dan merasa Leader orang lain lebih baik, lebih sabar, lebih pengertian, dan serba lebih yang lainnya.

Leader dalam bisnis asuransi agak berbeda fungsinya bila dibandingkan dengan fungsi Leader di institusi keuangan lainnya. Leader di sini bukan bos Anda atau sekedar pemimpin team. Leader di dunia agency asuransi menjadi partner kerja Anda. Yang berfungsi menjadi pembimbing Anda. Bahkan setiap Leader punya cara sendiri dalam menghandle teamnya.

Seperti orang tua, mereka punya cara masing masing untuk mendidik anak anak mereka. Ada orang tua yang terbuka dan lebih sabar dalam menghadapi anak anaknya. Namun ada juga orang tua yang dalam prinsip pendidikannya mengedepankan kedisiplinan.

Kadang anak bisa merasa iri atas sikap orang tuanya yang lebih baik kepada anak tetangga daripada anaknya sendiri. Tapi yang jelas setiap orang tua selalu menginginkan yang terbaik buat anak anaknya.

Demikian juga yang terjadi dalam dunia agency asuransi. Sering ada agen merasa tidak puas terhadap Leadernya. Sebagai Agen, perlu Anda ketahui, bahwa pada dasarnya setiap Leader tidak ada yang sempurna.

Sekalipun banyak workshop dan training tentang Leadership yang diajarkan, namun pilihan sikap dalam menangani team lebih banyak dipengaruhi oleh cermin pengalaman hidup mereka dan bagaimana mereka dahulu dididik oleh Leader mereka sebelumnya. Makin dewasa dan makin banyak pengalaman leadernya, maka makin matang mereka dalam bersikap dan mengambil keputusan.

Menjadi Agen kerjaan Anda bukanlah membandingkan antara Leader yang satu dengan Leader yang lain. Namun jadikan semua pelajaran, karena suatu hari nanti, Anda semua juga akan menjadi Leader, dan menjadi pemimpin team Anda.

Di situ Anda semua akan merasakan bagaimana memimpin, menangani sebuah team dengan keaneka ragaman latar belakang, pendidikan, usia, budaya keluarga, dan perbedaan lainnya. Memimpin dalam bisnis asuransi ini bukan layaknya Bos yang memerintah karyawannya.

Karena Leader disini memimpin para partner kerjanya. Kemampuan komunikasi menjadi hal yang utama dalam memimpin team. Memperlakukan agen yang satu bisa berbeda cara perlakuannya dengan agen yang lain.

Keinginan dan harapan Anda mempunyai Leader yang ideal, itulah cermin yang harus Anda lihat terhadap diri Anda. Semakin ideal Leader yang Anda harapkan, maka tuntutan itu menjadi cermin Anda. Sehingga suatu ketika saat Anda menjadi seorang Leader, Anda harus mempunyai kriteria seperti yang Anda harapkan.

Leader dalam bisnis asuransi haruslah mempunyai 4 kemampuan utama. Apa saja itu?

  1. Memiliki KETRAMPILAN (skill), baik menjual atau merekrut.

Pada dasarnya memasuki bisnis asuransi haruslah melakukan 2 pekerjaan. Jual dan rekrut (Selling and Recruiting). Tanpa 2 aktifitas ini tidak ada bisnis asuransi. Oleh karena itu seorang Leader harus mampu melakukan ke dua hal ini. Pengalaman menjual dan merekrut yang membuat seorang Leader mengerti siklus penjualan dan perekrutan termasuk bagaimana menghadapi beragam prospek dan bagaimana rasanya ditolak. Pengalaman ini penting waktu melakukan konsultasi kepada agen.

2. Keterampilan akan semakin sempurna bila seorang Leader mempunyai PENGETAHUAN yang baik tentang asuransi, keuangan, dan bisnis pada umumnya.

Pengetahuan yang luas akan membantu memberikan wawasan kepada para agen dari berbagai sudut pandang yang beragam. Pengetahuan lebih mudah diperoleh dari pada ketrampilan. Ketrampilan didapat dari pengalaman dan jam terbang yang tidak dapat dibeli. Namun pengetahuan bisa didapat dari membaca.

Sebagai Leader membaca sudah bukan lagi merupakan sebuah hobby, melainkan sudah harus menjadi kebutuhan. Dari kebutuhan akan meningkat menjadi kebiasaan.

Membaca adalah hal yang paling mudah dari ‘mencuri’ pengalaman penulisnya. Isi sebuah buku atau artikel adalah isi pikiran dan pengalaman penulisnya. Pengalaman bertahun tahun penulis, tanpa Anda harus mengalami, bisa Anda peroleh dengan membaca, bahkan memberikan sebuah inspirasi baru dalam bisnis dan kehidupan Anda.

Seperti yang kita ketahui bersama, dalam bisnis asuransi ini, setiap orang haruslah punya semangat yang terjaga. Bisnis asuransi adalah produk yang senantiasa harus dijual, sehingga menjadi bisnis yang banyak mengalami penolakan. Hukum rasio terjadi dalam bisnis ini. Semakin banyak prospek, otomatis semakin banyak ditolak, tetapi juga akan semakin banyak closing. Tidak setiap orang mempunyai ketahanan akan penolakan yang sama kuatnya.

3. Maka sebagai Leader dibutuhkan kemampuan untuk menjadi MOTIVATOR.

Menjadi motivator tidak harus berteriak teriak dihadapan banyak orang. Menjadi motivator artinya mampu membangkitkan agen disaat agennya dalam keadaan down. Oleh karena itu sebagai Leader haram hukumnya untuk kelihatan loyo di depan teamnya.

Untuk bisa memotivasi orang lain, diri sendiri harus selalu termotivasi. Menjadi motivator harus selalu berpikir positif. Karena dengan berpikir positif setiap orang memiliki harapan. Dengan memiliki harapan maka semangat akan tetap akan berkobar. Maka api yang menyala dalam diri Leader haruslah ditularkan kepada teamnya. Baik dalam bentuk kata kata, maupun dengan sikap.

Bisnis asuransi adalah termasuk bisnis yang unik. Karena mengelola bisnis manusia. Bisnis manusia sangat rawan dengan konflik karena beragam latar belakang bercampur menjadi satu.

4. Kekuatan Leader disini sebagai pemersatu dengan mempunyai kekuatan HUBUNGAN (relationship).

Banyak Leader yang pandai dalam ketrampilan maupun pengetahuan, namun gagal memimpin team karena tidak pintar dalam membina hubungan. Namun sebaliknya banyak Leader yang jauh dari pandai, namun bisa bertahan hanya karena mempunyai kekuatan dalam membina hubungan.

Bentuk perhatian jadi hal yang utama dalam membina hubungan. Karena pada dasarnya setiap manusia membutuhkan perhatian. Perhatian tidak melulu pada bisnis. Perhatian bisa meliputi hal hal pribadi seperti masalah keluarga. Bahkan seorang leader bisa menjadi tempat curahan hati. Seorang Leader kadang juga berfungsi sebagai psikolog yang siap menampung air mata dan isak tangis.

Namun sebaiknya curhat atau konsultasi ini tidak dilakukan secara empat mata antara leader dengan agennya yang berlainan jenis (apalagi jika keduanya atau salah satu nya telah menikah dan berkeluarga) demi menghindari hal hal yang tidak diinginkan di kemudian hari.

Ini juga lah yang menjadi alasan mengapa sebaiknya bisnis asuransi ini bisa dijalankan bersama sama oleh suami istri. Sehingga jika ada agen perempuan yang ingin konsultasi maka bisa dilayani oleh istri nya leader (jika leadernya pria), demikian pula sebalik nya.

Melihat beberapa kemampuan yang wajib dimiliki oleh seorang leader di atas, sepertinya tidak mudah ya untuk menjadi seorang Leader. Tidak ada seorangpun yang mempunyai kemampuan yang sama sama menonjol.

Ada yang mempunyai kekuatan di ketrampilan dan pengetahuan, namun agak lemah sebagai motivator dan membina hubungan. Sebaliknya ada yang kuat dalam membina hubungan, namun ketrampilan dan pengetahuan nya hanya rata rata.

Seorang Leader bekerja dengan hati dan pikirannya. Bukan bekerja dengan egonya. Leader yang bekerja dengan ego akan sangat membutuhkan penghormatan. Mereka akan merasa mudah untuk sakit hati bila tidak dihargai dan merasa dilecehkan bila dilangkahi.

Leader yang bekerja dengan hati akan berbekal ketulusan, tidak akan minta dihargai. Karena penghargaan adalah wujud penghormatan bukan etika yang dipaksakan. Belajar menjadi Leader menuju jenjang yang lebih tinggi, bukan dalam wujud menerima penghargaan, namun dalam wujud pengakuan sebagai LEADER SEJATI.

Bagi saya pribadi, seorang LEADER SEJATI bukan jabatan dalam struktur Agency. Seorang Business Partner, Senior Business Partner atau MDIT  (Sebutan untuk level tertentu di bisnis asuransi Allianz) sekalipun bukan berarti otomatis dia menjadi menjadi LEADER SEJATI. Bukan juga karena ukuran berapa lama dia telah berkecimpung di bisnis asuransi ini.

Seorang LEADER SEJATI haruslah memiliki ‘pengikut’ sebagai team yang solid. Kemanapun LEADER SEJATI MELANGKAH maka teamnya akan ikut serta. Keputusan yang diambil oleh LEADER SEJATI selalu dihargai oleh teamnya. Sehingga LEADER SEJATI melangkah kemanapun, maka teamnya akan ikut serta.

Banyak orang mengaku sebagai Leader, mengaku punya banyak pengalaman, namun ketika melangkah tidak satupun yang diakui sebagai teamnya ikut serta. Kenyataan seperti inilah yang menguji apakah seseorang layak dianggap sebagai seorang Leader Sejati atau tidak.

Dan yang paling penting, seorang LEADER SEJATI bekerja dengan hati dan ketulusan untuk menciptakan orang orang sukses. Seorang LEADER SEJATI tidak takut bersaing dengan teamnya. Karena dia bekerja bukan dengan ego. Parameternya berapa banyak seorang LEADER SEJATI telah menghasilkan orang orang sukses.

LEADER SEJATI adalah pencetak generasi penerus sebagai LEADER SEJATI BERIKUTNYA, yang membuat orang sekelilingnya menjadi sukses. Orang orang sukses itu dalam kesaksiannya selalu menyebut nama LEADER SEJATI sebagai orang yang berpengaruh dalam kesuksesan dirinya.

Melangkahlah untuk menjadi seorang Leader seperti harapan Anda terhadap Leader Anda. Ketidak sempurnaan Leader Anda saat ini, bukanlah alasan Anda untuk mencari Leader baru. Seorang Leader ibarat orang tua Anda, yang tidak bisa digantikan oleh orang tua lain. Keramahan orang tua lain terhadap Anda kadang bukanlah wujud ketulusan.

Tetap fokus pada arah impian Anda, dan bergeraklah maju apapun yang terjadi, untuk menjadi LEADER SEJATI, see you at the top.

daftar menjadi agen asuransi allianz